Manajemen Krisis: Pengertian, Proses dan Tahapannya

0
142
Manajemen Krisis

Krisis merupakan sebuah kondisi berbahaya, genting, dan sebagainya yang tidak diharapkan untuk terjadi. Sayangnya, krisis selalu muncul dalam dinamisnya kehidupan—tak terkecuali pada sebuah organisasi dan perusahaan. Guna mengatasi semakin buruknya keadaan, manajemen krisis pun harus segera dilakukan.

Pengertian Manajemen Krisis

Secara umum krisis dapat digambarkan sebagai sebuah kejadian atau momen tidak stabil yang tidak diharapkan dan berpotensi menimbulkan terjadinya kekacauan serta perubahan yang mengancam. Adapun tiga elemen umum untuk mendefinisikan krisis adalah ancaman bagi organisasi, unsur kejutan, dan keputusan dalam waktu singkat.

 Sebagian besar para ahli juga menilai bahwa krisis dapat memberi pengaruh buruk serta merusak tatanan yang ada. Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah upaya untuk mengendalikan situasi demi menekan berbagai risiko buruk.

Di sinilah manajemen krisis berperan. Manajemen krisis dapat diartikan sebagai suatu bentuk respon dan upaya dalam menyikapi serta memecahkan masalah dari krisis yang muncul melalui strategi manajemen krisis yang mungkin untuk dilakukan. 

Manajemen krisis berbeda dengan manajemen risiko yang melibatkan unsur penilaian potensi ancaman sekaligus cara terbaik untuk menghindari ancaman—artinya tindakan ini dilakukan sebelum sebuah kejadian (risiko) terjadi. Manajemen krisis justru dilakukan ketika ancaman atau peristiwa krisis tersebut terjadi. 

Beberapa keterampilan dalam manajemen krisis yang dibutuhkan adalah mengidentifikasi, menilai, memahami, dan mengatasi situasi yang serius. Selain itu, manajemen krisis didasarkan pada bagaimana metode menghadapi krisis, membuat keputusan ketika di tengah kondisi kritis, dan memantau perkembangan krisis.

Proses Manajemen Krisis

Manajemen krisis adalah sebuah proses sehingga tidak hanya terdiri dari satu bagian. Sebaliknya, manajemen krisis justru dibagi menjadi beberapa fase seperti berikut ini.

  • Pra-Krisis

Secepat apa pun tindakan yang harus dilakukan dalam mengatasi suasana kritis tidak berarti mengabaikan berbagai langkah persiapan. Fase pra-krisis adalah fase dilakukannya berbagai pencegahan dan persiapan. 

Tindakan pencegahan melibatkan pencarian cara atau pendekatan untuk mengurangi risiko yang dapat berujung pada krisis. Sementara itu, tindakan persiapan lebih menitikberatkan pada pembuatan rencana manajemen krisis, memilih anggota tim manajemen krisis, termasuk melatih anggota tim sehingga dapat beradaptasi dengan krisis nantinya.

  • Respon Krisis

Seperti namanya, fase ini merupakan saat para seluruh tim manajemen krisis bertindak langsung menangani krisis. Adapun yang respon krisis adalah perkataan maupun perlakukan yang dilakukan oleh manajemen ketika krisis terjadi. 

Tim humas atau PR organisasi juga memiliki peranan penting dalam situasi ini. Mereka bertugas untuk mendampingi proses dalam menyampaikan pesan ke berbagai pihak atau instansi terkait.

  • Pasca-Krisis

Ketika krisis telah dilalui, organisasi biasanya dapat kembali melakukan kegiatan sebagaimana mestinya. Kendati demikian, tim manajemen krisis tidak lantas berhenti melakukan pemantauan. 

Organisasi diharapkan dapat tetap memenuhi komitmen yang telah disepakati ketika masa krisis. Jika komitmen tersebut dilakukan, maka perlu adanya informasi berupa pemberitahuan yang disampaikan kepada beberapa pihak terkait atau masyarakat. Di samping itu, pengelolaan krisis tersebut juga diharapkan menjadi dorongan bagi organisasi untuk melakukan persiapan lebih baik bila terjadi krisis di masa mendatang. 

Baca juga: 4 Cara Mudah Mencapai Financial Freedom

Tahapan-Tahapan Krisis

Sebuah krisis melalui berbagai tahapan sebelum akhirnya menimbulkan kekacauan. Adapun tahapan krisis adalah sebagai berikut.

  • Tahap Prodromal

Tahap ini merupakan gejala krisis. Berbagai kejadian yang berpotensi menjadi krisis masih diabaikan karena organisasi masih dapat beroperasi seakan tidak terjadi apa-apa. Adapun beberapa contoh gejala krisis antara lain adanya perbedaan pendapat antarmanajemen, adanya tuntutan kenaikan upah, dan sebagainya.

  • Tahap Akut

Tahap ini biasanya diindikasikan oleh munculnya berbagai kerusakan, reaksi mulai berdatangan, dan isu-isu mulai menyebar luas. Adapun tantangan utama dalam menangani tahap ini adalah intensitas dan kecepatan serangan yang datang dari berbagai pihak.

  • Tahap Kronis

Organisasi telah merasakan dampak pada krisis yang terjadi dan bahkan tidak dapat memprediksi kapan krisis akan berakhir. Di tahap inilah baru sebagian besar organisasi melakukan introspeksi besar-besaran hingga melakukan reformasi melalui berbagai kebijakan strategis.

  • Tahap Resolusi

Tahap ini merupakan tahap penyembuhan, yakni saat organisasi mampu melalui krisis. Organisasi sudah dapat kembali melakukan operasional sebagaimana mestinya.

Krisis merupakan hal yang sangat dihindari karena dapat mengganggu kestabilan sebuah organisasi. Kendati demikian, krisis juga akan selalu muncul sebagai sebuah siklus. Untuk itulah, manajemen krisis sebagai upaya untuk menekan dan menyelamatkan keberlangsungan organisasi akibat krisis perlu dilakukan dengan tepat dan cepat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]