Contoh Logical Fallacy (Sesat Pikir) dalam Kehidupan Sehari-hari

0
27598
Logical Fallacy Adalah

Logical fallacy adalah kesalahan dalam menyusun logika yang tepat dalam sebuah argumen. Dalam hal ini, argumen tersebut tidak mempunyai keterkaitan antara kesimpulan serta premis. Kalaupun premis yang disampaikan tepat, tetapi kesimpulannya salah, dapat dianggap sebagai sesat pikir. Dalam bahasa lebih sederhana, argumentasi yang mereka sampaikan tidak nyambung. 

Dalam kehidupan sehari-hari, kamu bakal cukup sering menjumpai penggunaan logical fallacy, baik disengaja ataupun tidak. Ada banyak tujuan kenapa seseorang menggunakan cara berpikir yang sesat dalam berargumentasi, termasuk di antaranya adalah propaganda, tipu muslihat, atau sarana mempengaruhi orang lain. 

Kemampuan dalam mengidentifikasi logical fallacy adalah modal penting yang perlu kamu miliki ketika ingin berinvestasi atau menjalankan bisnis. Dengan modal kemampuan tersebut, kamu dapat terhindar dari risiko penipuan yang bisa terjadi kapan saja. Apalagi, pengambilan kesimpulan yang salah akibat logical fallacy bisa membuat kamu mengambil keputusan yang tidak tepat. 

Berkaitan dengan logical fallacy, kamu perlu tahu contoh-contoh sesat pikir yang sering terjadi di masyarakat. Berikut ini adalah beberapa di antaranya: 

  • Strawman

Logical fallacy yang pertama adalah strawman. Dalam kesesatan berpikir ini, lawan bicara akan menyederhanakan argumen kamu. Hal itu mereka lakukan agar bisa menyerang argumen kamu dengan lebih mudah. Biasanya, mereka akan menggunakan argumen lain yang sepenuhnya tidak berkaitan. 

Contoh logical fallacy strawman adalah ketika kamu berargumen kalau nelayan dan petani tidak nyaman dengan praktik koperasi di lapangan. Alasannya, karena manfaat dari koperasi hanya dirasakan oleh pengurus. Di sisi lain, lawan bicara menganggap kamu menolak keberadaan koperasi. Bahkan, mereka beranggapan kalau kamu menolak keberadaan koperasi bagi nelayan dan petani. 

  • Circular argument

Selanjutnya, kamu akan menjumpai logical fallacy yang disebut circular argument. Sesat pikir yang satu ini akan membawa kamu dalam proses adu argumen yang berputar-putar dan tidak ada habisnya. 

Contoh, seseorang menganggap kalau kuliah itu sia-sia kalau ujung-ujungnya bakal jadi pengangguran. Argumen ini dilontarkannya berdasarkan fakta bahwa ada banyak lulusan kuliah yang menganggur.

Pernyataan itu sekilas memang terlihat logis. Namun, fakta bahwa ada banyak lulusan perguruan tinggi yang menganggur tidak secara langsung membuat kuliah yang mereka jalani sia-sia. Apalagi, proses kuliah tidak hanya bertujuan untuk mencari pekerjaan. 

  • Ad hominem

Menyerang pribadi dari orang yang melontarkan sebuah argumen atau ad hominem termasuk sebagai salah satu contoh sesat pikir. Cara ini kerap dilakukan dengan tujuan untuk melemahkan argumen dari lawan bicara. 

Contoh ad hominem bisa kamu dapati ketika berbicara tentang prestasi akademik di sekolah. Kamu beranggapan kalau peringkat tinggi di sekolah itu bukan pencapaian penting. Sebaliknya, kamu lebih mengutamakan sikap jujur dan pemahaman ilmu yang mendalam. Lalu, ada orang lain yang berseloroh, “Kamu bicara seperti itu karena belum pernah rangking satu sih!”.

  • False dilemma

Selanjutnya, kamu perlu mengetahui jenis sesat pikir false dilemma. Dalam logical fallacy adalah yang satu ini, seseorang melontarkan argumennya dengan memberikan hanya dua pilihan.  Contoh,”Kamu itu orang yang tak punya pendirian kalau cuma bisa mengikuti pendapat orang lain”. 

  • Appeal to popularity

Berikutnya, kamu perlu mengetahui sesat pikir yang dikenal sebagai appeal to popularity. Kesesatan berpikir yang satu ini dilakukan dengan menggunakan pernyataan sebagian besar masyarakat. Contoh, “Banyak orang yang berinvestasi emas. Jadi, emas adalah jenis investasi yang paling tepat”. Padahal, di sisi lain ada banyak opsi investasi yang menjanjikan potensi keuntungan tidak kalah dibanding emas.

  • Gambler’s fallacy

Kesalahan berikutnya yang termasuk logical fallacy adalah gambler’s fallacy. Pola pikir ini beranggapan kalau penyimpangan yang terjadi dalam jangka pendek akan terkoreksi secara alami. Contoh, “Harga saham perusahaan X dalam beberapa hari terakhir terus menurun. Besok pasti naik”

Baca juga: Mengenal Istilah-istilah dalam Dunia Investasi

  • Slippery slope

Dalam kesesatan berpikir ini, seseorang memiliki kecenderungan berasumsi sebab akibat yang salah. Padahal, tidak ada penalaran yang masuk akal di antara keduanya. Sebagai contoh, “kalau kamu memberikan minuman gratis untuk satu orang, maka kamu perlu memberikan perlakuan serupa untuk semua orang”.

Nah, itulah contoh sesat pikir yang bakal sering kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat, ya. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]