Apa itu Kapitalisme? Apa Saja Contohnya?

0
53825
Kapitalisme Adalah

Kapitalisme Adalah – Dalam menjalankan roda perekonomian, suatu negara membutuhkan landasan ideologi agar seluruh fungsi bisa berjalan dengan baik serta teratur. Banyak ideologi yang diadopsi oleh berbagai negara di dunia, termasuk kapitalisme. Nah, berikut penjelasan lebih lanjut tentang ideologi ini.

Definisi

Kapitalisme adalah ideologi yang meyakini bahwa modal milik perorangan ataupun sekelompok orang dalam masyarakat bisa mewujudkan kesejahteraan manusia. Dalam penerapannya dalam sistem ekonomi, setiap warga negara dimungkinkan untuk menguasai modal dan bisnis dengan tujuan mendapatkan keuntungan. 

Salah satu ciri yang menonjol pada sistem ini, yakni intervensi negara yang minim. Memang, pemerintah tetap bisa menerapkan peraturan, misalnya saja memuat besaran upah minimum. Namun, pemerintah tak terlibat aktif dalam perencanaan produksi nasional. 

Pada abad ke-19, konsep ini mulai muncul dari salah seorang tokoh ekonomi asal Skotlandia, Adam Smith. Ia mencetuskan teori “The invisible hand”, yang meyakini bahwa keseimbangan pasar dapat terbentuk dengan secara alami berdasarkan penawaran dan permintaan. 

Salah satu hal yang menguntungkan bagi para kapitalis adalah bertransaksi dalam pasar bebas. Karena adanya persaingan ketat antar penjual dengan produk jualan sama, mereka yang bermodal cenderung bisa menciptakan produk yang lebih inovatif. Hal ini membuat produknya pun banyak dicari oleh pembeli. Makin tinggi permintaan, harga barang pun bisa dinaikkan sesuka hati, apalagi intervensi pemerintah sangat minim dalam regulasi. 

Lebih lanjut, paham ini menekankan pada hak individu dalam pengelolaan modal. Ini sangat berpengaruh pada distribusi pendapatan. Bila memiliki banyak modal dan berhasil mengelolanya, seseorang bisa meraup kekayaan dan memberikannya kepada sang ahli waris bila ia meninggal. Jadi, kecil kemungkinan kekayaan bisa terdistribusi kepada orang yang berada di luar lingkaran kekerabatan. 

Keuntungan dan Kerugian 

Seperti sistem keuangan lainnya, kapitalisme pun memiliki keuntungan serta kekurangan. Keuntungan pertama adalah pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien serta efektif. Hal ini terjadi karena pemilik modal telah memasang target untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Selain itu, pola pikir masyarakat lebih kreatif karena dihadapkan dengan persaingan tinggi. Terlebih lagi, produk-produk yang unik memiliki kecenderungan lebih diminati oleh konsumen. 

Meski demikian, penerapan sistem ini juga memiliki kerugian. Karena akses terhadap modal hanya bisa dimiliki oleh kalangan tertentu, persaingan tak sempurna dalam pasar bebas tidak bisa dihindari. Inilah yang menjadi akar terjadinya monopoli pasar. Selanjutnya, sistem kapitalis ini mengakibatkan pengusaha hanya berorientasi pada uang semata sehingga masalah-masalah lain seperti kesejahteraan pekerja pun terabaikan. 

Dampak buruk selanjutnya yang dihadapi adalah terancamnya kelestarian sumber daya alam. Karena pemilik modal memasang target keuntungan besar, eksploitasi sumber daya alam akan dilakukan dalam skala besar tanpa memikirkan aspek keberlanjutannya. 

Baca juga: 5 Kelebihan P2P Lending Yang Wajib Kamu Tahu!

Contoh-Contoh Kapitalisme

Meski banyak ditentang oleh beberapa ekonom, nyatanya kapitalisme masih tetap berlangsung. Salah satu contoh penerapannya adalah di Amerika, terutama selama masa kepemimpinan Donald Trump. Para kapitalis atau pemilik modal bisa melakukan banyak cara untuk mendapatkan keuntungan besar, termasuk menekan harga buruh ke level terendah. Sementara itu, mereka yang tidak memiliki akses ke modal, justru makin terpuruk. 

Terpilihnya Joe Biden sebagai presiden baru tentu memberi angin segar bagi perbaikan ekonomi di Amerika. Biden berencana menaikkan pajak perorangan berdasarkan besar penghasilan yang diterimanya. Tentunya pemasukan dari pajak tersebut bisa turut berperan dalam meningkatkan kesejahteraan mereka yang tertinggal.  

Contoh lain yang bisa dilihat langsung adalah kehadiran pasar modern seperti mal dan supermarket. Secara tidak disadari, pasar modern ini perlahan-lahan mulai menggusur keberadaan pasar tradisional. Kemudahan serta kenyamanan berbelanja membuat konsumen lebih tertarik menghabiskan uang mereka di pasar modern, mulai dari berbelanja pakaian hingga isi dapur.

Para kapitalis memang harus mengeluarkan dana besar ketika hendak membangun. Namun, timbal balik keuntungannya berlipat ganda. Sementara itu, pedagang yang berjualan di pasar tradisional lama kelamaan bisa tergerus.

Demikian penjelasan mengenai apa itu kapitalisme dan contohnya. Memang salah satu keuntungan dari sistem ini adalah bisa meraih untung sebesar-besarnya, tetapi hanya berlaku bagi yang bermodal. Ketimpangan kesejahteraan pun terjadi karena tidak semua individu bisa mengakses modal dan memulai usaha. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].