Impulsive Buying Adalah: Definisi, Dampak, dan Cara Mengatasinya

0
1834
Impulsive Buying Adalah: Definisi, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Perkembangan digital saat ini membuat kita lebih mudah untuk membeli sesuatu. Kita dapat dengan mudah mendapatkan barang yang kita butuhkan dengan kemudahan akses e-commerce hingga melakukan pembayaran secara online. Tanpa kita sadari, kemudahan ini justru menjadi salah satu pemicu terjadinya impulsive buying.

Dilansir dari laman economictimes, impulsive buying adalah kecenderungan pelanggan untuk membeli barang dan jasa tanpa perencanaan terlebih dahulu. Biasanya seorang pelanggan mengambil keputusan pembelian seperti ini secara mendadak karena dipicu oleh emosi dan perasaan. Lalu apa saja dampak impulsive buying jika diteruskan?

1. Keuangan Tidak Terkontrol

Dampak negatif pertama dari impulsive buying adalah kebiasaan boros. Sebab, kebiasaan belanja satu ini kerap menghamburkan uang untuk nafsu sesaat dan sejumlah barang yang tidak begitu penting. Kebiasaan impulsive buying juga berdampak bagi perencanaan keuanganmu dalam jangka panjang maupun pendek.

2. Menambah Barang Tidak Terpakai

Semakin kamu gencar melakukan belanja impulsif, maka semakin penuh rumahmu akan barang yang tidak terpakai. Hal ini disebabkan bahwa pembelian akan barang tersebut tidak dilatarbelakangi kebutuhan, namun keinginan semata saja.

3. Berpotensi Menambah Hutang

Fenomena impulsive buying di Indonesia sudah pasti membuat platform pinjaman online konsumtif menjamur. Apabila kamu tidak mampu mengerem belanja impulsif, maka kamu berpotensi terjebak dalam rentetan hutang.

Supaya kamu tidak terjebak kebiasaan buruk belanja impulsif maupun mencegah dampak buruk darinya, maka sebaiknya atasilah menggunakan cara-cara berikut ini.

1. Memisahkan antara Kebutuhan dan Keinginan

Cara pertama untuk mengatasi impulsive buying adalah dengan menyortir kebutuhan dan keinginanmu. Melalui cara ini, maka finansialmu bisa tepat teralokasikan. Karena, kamu akan mengetahui manakah barang yang sebaiknya dibeli maupun tidak.

2. Membatasi Transaksi Pembayaran Online dan Kartu Kredit

Pembayaran digital maupun online, hingga kartu kredit dapat membuatmu kesulitan mengontrol transaksi. Sebab, melalui pembayaran tersebut, kamu tidak merasakan kehilangan uang, khususnya uang tunai. Untuk mencegah impulsive buying, sebaiknya batasilah pembayaran melalui metode tersebut dan beralih pada pembayaran tunai saja seperti sedia kala.

3. Hindari Penggunaan Fitur Paylater

Fitur ini memanglah menggiurkan untuk digunakan membeli ketika uang telah habis, namun tanggal ‘gajian’ masih lama. Namun, untuk pembelian impulsif, sebaiknya tidak, karena lebih baik cegahlah dirimu dan gunakan dalam kondisi mendesak saja.

4. Latih Self-Control

Melatih diri untuk memiliki self-control adalah hal yang penting. Sugesti dirimu untuk melawan strategi pemasaran psikologis agar tidak mudah terpengaruh impulsive buying. Pada akhirnya yang bisa membatasimu dari membeli hal-hal yang tidak diperlukan adalah dirimu sendiri.

5. Mencegah Impulsive Buying Ketika Self-Reward

Memberi self-reward untuk diri sendiri adalah hal penting. Namun, jika terlalu sering, maka kamu akan menjadi kelabakan dalam mengatur keuanganmu. Maka dari itu, tetapkan batasan untuk dirimu sendiri untuk self-reward dalam kurun waktu tertentu.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin. 

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut