Wah! Segini Gaji Pelayaran di Indonesia

0
8705
Gaji Pelayaran

Gaji pelayaran konon sangat fantastis jumlahnya sehingga profesi di industri pelayaran tidak pernah sepi peminat. Benarkah bisa meraup penghasilan sebesar itu di Indonesia? Berikut ulasan lengkapnya!

Pekerjaan Pelayaran

Sebelum masuk ke bahasan mengenai gaji pelayaran, kita akan mengulas sekilas pekerjaan-pekerjaan apa saja yang ada di bidang pelayaran. Secara umum pekerjaan pelayaran terbagi menjadi dua departemen, yakni departemen mesin dan dek. Masing-masing departemen mempunyai besaran gaji sendiri sesuai tingkat jabatannya. 

Di departemen dek, jabatan tertinggi dipegang Nakhoda atau Kapten. Pada posisi kedua ada Chief Officer atau Mualim 1, posisi selanjutnya Second Officer atau Mualim 2, Third Officer atau Mualim 3, Markonis, Kepala Kelasi, Seaman Madya, dan yang terakhir Seaman Biasa. Sementara untuk departemen mesin, posisi tertingginya adalah Chief Engineer, diikuti Second Assistant Engineer, Third Assistant Engineer, Juru Listrik, Oiler, Juru Las, dan Wiper.   

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Besaran Gaji

Seperti juga pada profesi-profesi di bidang lain, besaran gaji pelayaran dipengaruhi latar belakang pendidikan, keahlian, serta pengalaman. Bidang keilmuan yang perlu dipelajari untuk berkarir di industri pelayaran, antara lain transportasi laut, teknik kelautan, dan teknik perkapalan.

Untuk menjadi seorang Nahkoda diharuskan berlatar pendidikan sekolah pelayaran. Besarnya penghasilan yang diperoleh Nakhoda kapal sepadan dengan biaya pendidikannya yang tidak murah. Jika durasi perjalanan lebih lama, gaji yang diterima bisa lebih besar lagi. Terlebih untuk Nakhoda di perusahaan pengeboran lepas pantai, bayarannya dihitung per jam. Bayangkan jika satu jamnya dibayar 5 juta rupiah, per hari bisa mendapat 40 juta rupiah.  

Rata-rata lulusan sekolah pelayaran memilih mengejar karir di luar negeri karena pendapatan yang diperoleh lebih tinggi. Setingkat pelayar pemula saja bisa memperoleh gaji pokok sekitar 7 juta rupiah per bulan. Pelayar yang sudah berpengalaman bisa mengantongi setidaknya 50 juta rupiah setiap bulannya.  Penguasaan bahasa asing yang sangat baik, serta pengetahuan terkait manajemen dan administrasi yang memadai, menjadi modal penting yang bisa memperlancar laju karier dan meningkatkan besaran gaji. 

Baca juga: 7 Gaji Pegawai Bank Sesuai Posisinya di Indonesia

Besar Gaji Pelayaran di Indonesia

Lalu, berapa persisnya gaji pelayaran di Indonesia? Inilah rincian gaji para pelaut, jika merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan No.2 tahun 2019.

Gaji pokok

Imbalan yang diberikan pada Nakhoda dan anak buah kapal (ABK) berdasarkan pangkat dan golongannya, sesuai ketentuan yang berlaku besarnya adalah sebagai berikut:

  • Golongan I,  Rp319.000 hingga Rp693.000
  • Golongan II, Rp432.000 hingga Rp1.085.000
  • Golongan III, Rp572.000 hingga Rp1.400.300
  • Golongan IV, Rp668.000 hingga Rp1.703.900

Tunjangan Tetap

Selain mendapatkan gaji pokok, para pekerja pelayaran juga berhak atas berbagai tunjangan. Untuk jenis tunjangan tetap, diberikan secara teratur pada Nakhoda dan ABK. Jumlahnya tidak berkaitan dengan prestasi yang dicapai atau kehadiran. Tunjangan tetap merupakan gabungan dari tunjangan pasangan (suami/istri), anak, penyesuaian, dan peralihan. Daftar nominalnya sesuai kelas jabatan adalah seperti di bawah ini:

  • Kelas jabatan 2 sebesar Rp7.060.667
  • Kelas jabatan 3 sebesar Rp6.060.673
  • Kelas jabatan 4 sebesar Rp5.230.495
  • Kelas jabatan 5 sebesar Rp4.898.518
  • Kelas jabatan 6 sebesar Rp4.184.568
  • Kelas jabatan 7 sebesar Rp3.570.048
  • Kelas jabatan 8 sebesar Rp3.302.124
  • Kelas jabatan 9 sebesar Rp2.819.642
  • Kelas jabatan 10 sebesar Rp2.646.889
  • Kelas jabatan 11 sebesar Rp2.548.909
  • Kelas jabatan 12 sebesar Rp2.502.333
  • Kelas jabatan 13 sebesar Rp2.346.221
  • Kelas jabatan 14 sebesar Rp2.330.869
  • Kelas jabatan 15 sebesar Rp2.216.288

Tunjangan komando

Pekerja pelayaran yang menjabat posisi tertentu di kapal diberikan tunjangan khusus yang disebut tunjangan komando. Mereka yang mendapat tunjangan komando, yaitu Kepala Kamar Mesin, Mualim I, serta Masinis I. Formulasinya disesuaikan dengan tipe kapal dan jabatan yang dipegang.

Tunjangan Profesi

Jenis tunjangan yang satu ini hanya diberikan pada perawat dan dokter yang bertugas di atas kapal.

Tunjangan Cuti

Tunjangan terakhir yang diperoleh pekerja pelayaran, yakni tunjangan cuti. Jumlahnya minimal sebesar satu kali total gaji atau gaji pokok ditambah tunjangan tetap, ditambah lagi tunjangan tidak tetap (seperti insentif prestasi dan tunjangan khusus). Tunjangan cuti diberikan setiap akhir tahun.

Demikianlah rincian gaji pelayaran di Indonesia. Menjadi awak kapal di negara lain tentu menghasilkan gaji yang jauh lebih besar karena dibayar menggunakan mata uang US Dollar. Di mana pun itu, sebenarnya pendapatan  yang diperoleh sebanding dengan tantangan yang harus dihadapi. Bagaimana, tertarik untuk berkarir di bidang pelayaran juga? 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].