Edisi New Normal, Pasca Pembukaan Mal di Indonesia

0
1107
Gandaria City, Sumber Photo: IDNtimes

Setelah hampir 3 (tiga) bulan tutup karena adanya pandemi Covid-19, pusat-pusat perbelanjaan atau mal kini kembali beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Padahal sebelum adanya pandemi Covid-19, mal menjadi salah satu tempat pelepas kejenuhan masyarakat kota dari aktivitas sehari-hari, meski hanya untuk cuci mata (window shopping), makan di restoran, nonton dan sejenisnya. Tak heran kerap terjadi kemacetan di kawasan sekitaran mal bahkan tempat parkir yang penuh.

Seperti diketahui, sebelumnya menurut data dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) ada 197 mal yang harus menutup sebagian besar aktivitasnya akibat Covid-19 per April 2020. Setidaknya, mal-mal tersebut tersebar dari ujung Sumatra Utara hingga Sulawesi dengan 78 mal diantaranya berada di DKI Jakarta.

Nah, dengan new normal saat ini apakah mal kembali ramai dikunjungi oleh masyarakat? Atau merasa “ribet” ketika ingin ke mal? Pengalaman mengunjungi mal di era new normal ternyata ditanggapi beragam.

Pendapat Karyawan, Pasca Pembukaan Mal di Indonesia

Budi Kurnia, berprofesi sebagai Human Capital
Menurutnya, mengunjungi mal di era new normal lebih nyaman. Karena pengunjung mal sepi dan lebih teratur sehingga ketika ingin berbelanja lebih cepat dari biasanya, artinya urusannya lebih cepat selesai. Berbeda sebelum era new normal, dirinya perlu mengantri bahkan bersenggolan ketika memilih barang yang ingin dibelinya.

Sayangnya di era new normal seperti ini, untuk beberapa mal yang ia kunjungi masih ada yang belum memaksimalkan area pembayaran atau kasir. Karena di era new normal masih banyak orang-orang yang berbelanja dengan kapasitas besar, sehingga dalam proses pembayaran memerlukan waktu yang cukup lama dan akhirnya membuat antrian cukup lama.

Setelah dibukanya kembali pusat perbelanjaan seperti sekarang, Budi berharap era new normal bisa membantu perekonomian para pekerja di mal maupun pengusaha-pengusaha yang menjual produk di mal, sehingga perekonomian dari hulu ke hilir bisa cepat kembali pulih.

Ovien Andyani, berprofesi sebagai Team Lead Sales
Setelah lebih dari 3 (tiga) bulan, Ovien akhirnya mengunjungi mal untuk pertama kalinya. Ketika itu dirinya hanya ingin membeli makan siang lalu pulang, mengingat tempat Ovien bekerja tidak jauh dari pusat perbelanjaan.

Penerapan protokol kesehatan di mal yang ia kunjungi, menurutnya seperti apa yang ia ketahui dari media online maupun elektronik, yakni adanya pengecekan suhu tubuh dan membatasi jumlah pengunjung mal.

Ovien berharap, penyebaran Covid-19 segera berakhir bahkan hilang sehingga pekerjaannya bisa segera kembali normal dan target tercapai. Mengingat pekerjaannya selain membantu mengedukasi orang berinvestasi tetapi juga membantu para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang tengah membutuhkan modal tambahan untuk mengembangkan bisnisnya. Jika keadaan sudah kembali normal, Ovien dapat lebih maksimal bekerja sekaligus turut membantu perekonomian bangsa.

Baca Juga:
Liburan di Era New Normal? Lakukan 4 Langkah ini
Kapan Bioskop Dibuka? Ini Rekomendasi Film Terbaik
Rapor Hijau Akseleran di Semester Pertama 2020

Muhammad Randy Ramdhan, berprofesi sebagai Manager Operation
Semenjak dinyatakan mal resmi dibuka, dirinya baru sekali berkunjung ke mal dan ketika itu ada barang yang mendesak untuk dibeli. Randy mengaku masih menjalankan disiplin ketat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Meski demikian, ternyata pengalaman mengunjungi mal di era new normal mendapatkan kesan yang baik. Seperti, pembatasan pengunjung yang masuk dalam 1 (satu) toko, bahkan ketika ingin memasuki area parkir sudah menerapkan aturan mengurangi kontak langsung yakni dalam hal pengambilan tiket dan adanya jarak parkir antara kendaraan satu dengan yang lainnya.

Randy berharap, pihak mal tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan selama era new normal, agar semua pihak yang mulai merasakan dampak new normal seperti pertokoan dan pekerja di mal bisa tetap berjalan dan segera cepat pulih kembali.

Noora Hafiezha, berprofesi sebagai Sales
Serupa dengan Randy, semenjak dinyatakan mal dibuka dirinya baru sekali berkunjung. Bahkan mal yang dikunjunginya pun bisa dikatakan bukan mal besar, alasannya karena masih menerapkan disiplin ketat protokol kesehatan. Noora mengunjungi mal karena ada hal yang mendesak untuk dibelinya.

Setibanya di Mal, Noora mendapatkan pengalaman yang sangat mengesankan karena protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Mulai dari parkiran diberi jarak antar kendaraan, ketika ingin masuk mal dicek suhu tubuh, ketika berada di dalam mal banyak stiker atau penunjuk arah agar pengunjung satu dengan yang lainnya tidak bertabrakan. Artinya, mal yang ia kunjungi memiliki tujuan yang sama yakni sama-sama ingin memutus rantai penyebaran Covid-19.

Memasuki era new normal, Noora berharap pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga bisa mengunjungi mal seperti dahulu kala. Namun tetap menjaga kebersihan atau lebih aware dengan lingkungan sekitar dengan demikian dunia bisa cepat pulih dari penyebaran Covid-19.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]