Apa Itu Dividend Trap? Bagaimana Cara Menghindarinya?

0
72
Dividend Trap Adalah

Saat Anda melakukan investasi dengan cara membeli saham, keuntungan yang didapatkan biasanya ada dua. Pertama adalah capital gain atau kenaikan harga saham di pasar bursa yang terjadi secara berkala. Tidak jarang, market juga mengalami tren anjlok dalam satu hari kerja.

Kedua dengan cara mendapatkan dividen atau bagi hasil yang diberikan oleh perusahaan. Anda yang memburu keuntungan dari bagi hasil, ada baiknya waspada pada dividend trap. Mengapa? Karena dividend trap adalah jebakan yang terlihat manis, tapi membuat Anda mengalami kerugian.

Ilustrasi Dividend Trap

Perusahaan akan mengeluarkan pernyataan resmi berapa dividend yield yang akan didapatkan per satu lembar sahamnya. Saat untung yang ditawarkan tinggi, beberapa orang akan berebut membelinya sampai cum date tiba. Tujuannya agar dapat jatah dividen.

Dengan keuntungan yang besar ini, beberapa pelakon di pasar saham akan tertarik dan akhirnya membeli dengan banyak. Mereka tidak sadar dengan kondisi pasar yang terjadi. Akhirnya jebakan dividen atau dividend trap terjadi dan membuat banyak orang merugi.

Saat saham banyak diborong karena dijanjikan untung yang besar, harga dari saham itu justru memburuk. Dalam beberapa pekan atau bulan menuju tanggal pembagian keuntungan, tren yang berlaku adalah turun atau bearish.

Market yang turun ini biasanya cukup kuat dan berjalan lama. Jadi, selisih keuntungan dan penurunan harga sahamnya nyaris sama. Bahkan, saham yang ada di pasar harganya lebih rendah dari saat Anda membelinya.

Dividend trap adalah hal yang bisa memberikan keuntungan yang ditawarkan cukup besar per lembar sahamnya. Namun, setelah dijalani malah mengalami tren turun karena tidak memiliki fundamental yang baik. Akhirnya, banyak yang menjual saham ini untuk beralih ke saham blue chip.

Dividend yield memang bisa dijadikan acuan untuk membeli saham. Namun, akan lebih baik lagi Anda melakukan analisis yang tepat. Dengan begitu, modal awal yang dimiliki tidak akan mengalami minus.

Cara Menghindari Dividend Trap

Apabila Anda masih pemula atau ingin terjun ke pasar saham, ada baiknya menghindari dividend trap. Untuk melakukan itu, Anda harus menyimak beberapa cara di bawah ini.

  • Analisis Pergerakan Harga

Lakukan analisis pergerakan harga dari saham-saham yang akan dibeli. Cek bagaimana pergerakannya dalam seminggu terakhir atau sebulan terakhir. Anda juga harus membaca berita ekonomi teranyar.

Biasanya berita tentang investasi atau hal yang berhubungan dengan saham itu bisa memengaruhi harganya. Latihlah insting agar bisa memprediksi apakah saham akan mengalami kenaikan atau penurunan.

  • Analisis Fundamental

Jika Anda belum yakin dengan predikat blue chip yang disematkan pada beberapa saham di bursa efek, ada baiknya cek fundamentalnya. Perusahaan dengan fundamental yang baik akan jarang mengalami penurunan harga saham dalam satu periode tahun.

Kalaupun ada tren penurunan, dalam beberapa saat akan kembali ke harga awalnya. Saham seperti ini sangat direkomendasikan karena bisa dijadikan aset jangka panjang.

Baca juga: Tips Membaca Analisis Fundamental Saham

  • Tidak Mudah Ikut Arus

Jangan mudah mengikuti arus yang terjadi. Misal banyak yang membeli saham tertentu karena dividend yield yang cukup besar. Kalaupun tidak ada risiko dividend trap adalah, Anda wajib melakukan analisis dengan baik. Jadi, saat membeli saham, tidak ada perasaan waswas.

  • Menghindari Saham Bermasalah

Setiap tahun biasanya ada perusahaan yang sengaja melakukan praktik ini. Mereka memberikan iming-iming untung besar. Padahal harga memiliki tren rendah. Hindari saham dari perusahaan ini dan pilih yang memang dikenal tepercaya. Dengan begitu, risiko mengalami kerugian akan rendah.

Melakukan investasi di saham memang cukup menggiurkan. Namun, ada banyak risiko yang harus diperhatikan dengan baik. Jangan sampai, Anda membeli saham “gorengan” yang menawarkan iming-iming dividend yield besar tapi harganya terus anjlok dan investasi jadi minus.

Dividend trap adalah hal yang sangat berbahaya. Namun, terlihat manis karena bagi hasil yang ditawarkan besar.

Sebelum membeli 1 lot saham dari perusahaan mana pun, ada baiknya mempelajari dengan baik laporan keuangannya. Akan lebih aman lagi jika membeli saham yang memang dikategorikan sebagai blue chip. Jadi, Anda tidak akan resah karena fundamentalnya kuat sehingga risiko minus lebih kecil.

Jangan Sampai Terjebak dengan Hal Tersebut, Pastikan Untuk Mengetahui Risiko yang Ada Sebelum Memulai Pengembangan Dana!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]