Faktor Penyebab Serta Cara Mengatasi Deflasi

0
4983
Deflasi

Setiap sektor di sebuah negara sudah pasti memiliki permasalahan tersendiri, tak terkecuali sektor perekonomian. Salah satu masalah yang tidak lepas dari dunia ekonomi ialah deflasi. Sebagian orang mungkin bergembira karena fenomena tersebut membuat harga barang dan jasa di pasaran menurun. Sayangnya, pertambahan nilai mata uang lebih banyak berdampak buruk ketimbang sebaliknya.

Penasaran dengan pengertian deflasi dan apa saja faktor yang menyebabkannya? Apakah bisa diatasi? Kalau begitu, jangan lewatkan poin-poin penting yang akan dibahas berikut ini!

Pengertian dan Jenis

Sebelum membahas soal faktor penyebab, sangat penting untuk memahami definisi dari suatu fenomena terlebih dahulu. Singkatnya, deflasi merupakan kondisi saat harga barang dan jasa menurun secara signifikan dalam waktu singkat sekaligus menjadikan nilai uang bertambah. Apabila nilai mata uang meningkat maka lebih banyak barang dan jasa yang bisa dibeli. Fenomena ini merupakan kebalikan dari inflasi dan cenderung jarang terjadi di negara-negara berkembang.

Deflasi terbagi atas dua jenis, yaitu sirkulasi dan strategis. Tipe sirkulasi timbul akibat ketidakseimbangan daya konsumsi dan produksi. Jenis ini menjadi transisi dari kesuksesan menuju kemerosotan perekonomian. Sementara itu, tipe strategis terjadi karena adanya peraturan dari otoritas negara yang mengendalikan masyarakat supaya gejala konsumsi yang berlebih dapat menurun.

Faktor Penyebab

  • Jumlah uang berkurang dari peredaran

Ketika jumlah uang yang beredar menurun, penurunan harga barang terjadi dan tingkat bunga mengalami kenaikan. Para produsen kehilangan minat untuk melakukan produksi sehingga barang yang tersedia di pasaran menjadi berkurang. Kemudian, masyarakat juga cenderung lebih suka menyimpan uang tunai ketimbang menggunakannya untuk belanja. Alhasil, harga barang semakin turun secara masif.

  • Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami surplus

Surplus merupakan kondisi ketika selisih pengeluaran dan pendapatan dalam tahun yang bersangkutan menjadi berlebih atau bernilai positif. APBN yang mengalami surplus harus ditahan dan tidak dibelanjakan dalam periode yang cukup panjang. Kalaupun APBN harus dikeluarkan, tujuannya hanya untuk membayar utang pemerintah kepada bank. Namun, bank juga menahan uang dan tak segera menyalurkan kepada masyarakat sebagai pinjaman.

  • Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah atau bank sentral

Selain dua penyebab di atas, kebijakan yang dibuat oleh bank sentral atau pemerintah juga bisa menjadi pemicu. Sebagai contoh, pemerintah Spanyol sempat menggalakkan program hemat biaya yang malah berujung pada deflasi. Tak hanya itu, peraturan seperti menghapus pajak untuk barang dan jasa juga dapat menjadi salah satu faktor.

Baca juga: Sejarah dan Perkembangan Bank Sentral di Indonesia

  • Berkurangnya permintaan terhadap hasil produksi

Sebagian perusahaan atau bisnis tidak mengkalkulasikan jumlah hasil produksinya secara tepat. Ketika produk yang dihasilkan berlebihan, sedangkan daya beli masyarakat terhadap barang tersebut rendah, tak ayal jika produk menjadi tidak laku. Inilah yang akhirnya akan menimbulkan deflasi.

  • Jumlah produksi barang yang sama terlalu banyak

Momen ini terjadi ketika sejumlah perusahaan bersaing dengan memproduksi barang atau menawarkan jasa yang sama. Persaingan membuat setiap perusahaan berlomba-lomba menawarkan harga yang lebih rendah untuk menggaet pembeli. Meskipun ini dapat dikatakan sebagai taktik bisnis, tetapi penurunan harga yang terus-menerus kurang baik untuk kondisi perekonomian.

Apa Langkah yang Diambil untuk Mengatasinya?

Deflasi sebaiknya tidak diremehkan supaya perputaran roda perekonomian tetap lancar. Para ahli ekonomi telah memaparkan beberapa cara untuk mengatasi fenomena ini. Pertama, dengan cara mengurangi tingkat suku bunga. Cara tersebut dapat mendorong peningkatan peredaran uang di masyarakat. Penurunan tingkat suku bunga diharapkan mampu menarik masyarakat untuk lebih banyak membeli barang dan jasa.

Kedua, pemerintah juga dapat menerapkan kebijakan moneter, fiskal, atau nonmoneter. Kebijakan moneter dilakukan oleh bank dengan cara menerapkan politik diskonto. Adapun kebijakan fiskal yang hampir sama dengan moneter, tetapi diberlakukan oleh pihak pemerintah. Selanjutnya, terdapat kebijakan nonmoneter yang diterapkan dengan cara menurunkan nilai pajak, meningkatkan upah minimum pekerja, serta mendorong perusahaan untuk berinovasi dalam menghasilkan produk.

Itulah pengertian, faktor penyebab, sekaligus cara mengatasi deflasi. Fenomena ini tidak hanya mengakibatkan penurunan lapangan kerja sekaligus upah, tetapi juga dapat membuat saham menurun. Sebagai warga negara, sangat disarankan melakukan investasi agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan menghindari terjadinya kenaikan nilai mata uang. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]