Benchmarking Adalah: Pengertian, Tujuan dan Manfaat

0
1741
Benchmarking Adalah

Benchmarking adalah istilah yang kerap digunakan dalam sebuah bisnis meski tidak menutup kemungkinan dalam kehidupan sehari-hari beberapa orang juga sering menggunakannya. Kata yang merupakan serapan dari bahasa Inggris ini umumnya merujuk pada situasi membandingkan antara satu kondisi dengan kondisi yang lainnya yang apple to apple.

Pengertian Benchmarking

Secara harfiah definisi benchmarking adalah patokan atau alat ukur. Secara umum, benchmarking dapat diartikan sebagai sebuah standar untuk membandingkan dua hal atau lebih yang sejenis. 

Kegiatan membandingkan ini biasanya diperlukan untuk memperoleh informasi awal mengenai progress (kemajuan) atau pencapaian yang telah dilakukan. Namun, tidak terbatas itu saja, berbagai penggunaan lainnya dari benchmarking adalah untuk mengetahui kualitas, kuantitas, efektivitas, efisiensi, dan lain sebagainya. 

Benchmarking tentu memerlukan setidak-tidaknya satu pembanding. Sesuai peruntukannya, faktor pembanding ini dapat berasal dari lingkungan internal (misal: membandingkan pencapaian sales di kuarter sekarang dan kuarter sebelumnya) maupun eksternal (misal: mengukur market share produk dengan kompetitor).

Tujuan Benchmarking

Secara umum tujuan  kegiatan membandingkan dalam benchmarking adalah untuk melakukan peningkatan sekaligus menjadi salah satu cara untuk evaluasi. Dengan demikian, bisnis dapat terus berinovasi, berimprovisasi, dan berbenah diri sehingga tidak akan dalam posisi stagnan—apalagi sampai harus tertinggal oleh kompetitor.

Elemen apa yang dapat ditingkatkan atau diperbaiki sangat beragam—tergantung tujuan spesifik atau rencana strategis yang disiapkan oleh perusahaan. Seperti contoh benchmarking adalah sebagai berikut:

Salah satu cara perusahaan untuk melihat pertumbuhan bisnis adalah dengan melakukan NPS. Maka dari itu, perusahaan perlu mengadakan NPS secara berkala yakni dua kali dalam setahun.

Jika NPS pada semester pertama tahun ini mencapai 60%, maka perusahaan akan mematok untuk menjaga NPS di semester dua lebih tinggi atau setidaknya sama. Hasil dari NPS tersebut pun perlu dikaji dan dianalisis—hal-hal apa saja yang ternyata menjadi penyebab peningkatan atau penurunan NPS. Dari situlah perusahaan dapat menentukan langkah-langkah strategis apa yang perlu dilakukan selanjutnya.

blog100

Manfaat Benchmarking

Seperti yang disebutkan sebelumnya, benchmarking akan membantu sebuah bisnis dapat berkembang melalui berbagai aspek seperti berikut.

Membuat Tujuan dan Perencanaan yang Terarah

Menentukan sebuah tujuan dan perencanaan yang efektif sering menjadi tantangan tersendiri bagi sebuah bisnis. Maka dari itu, tidak sedikit perusahaan—baik skala besar maupun kecil—yang seperti kehilangan arah dan berujung pada keruntuhan.

Benchmarking dengan kompetitor bisa jadi upaya untuk menjaga fokus dan tujuan bisnis dalam jangka panjang, menengah, dan pendek sekalipun. Adanya “ancaman” kompetitor pun membuat perusahaan lebih berhati-hati sehingga langka-langkah yang diambil harus dipastikan strategis dan menguntungkan atau tidak.

Baca juga: 4 Perusahaan Fintech yang Berkembang di Indonesia

Menumbuhkan Budaya Berbenah Diri

Bisnis selalu memerlukan konsumen. Itu artinya, bisnis harus mampu selalu melakukan evaluasi dan improvisasi terhadap produk dan layanan yang diberikan sesuai kebutuhan konsumen. Lewat inilah loyalitas konsumen akan terus berkembang.

Di sisi lain, evaluasi dan improvisasi juga perlu dilakukan di dalam tubuh organisasi bisnis itu sendiri. Seperti contoh adalah kompetensi sumber daya manusianya, alur dan kompleksitas birokrasi, dan lain sebagainya.

Memahami Kondisi Perusahaan Lebih Baik

Di tengah ketatnya kompetisi bisnis, terkadang perusahaan lupa untuk melihat ke dalam tubuhnya sendiri. Padahal mengetahui kondisi perusahaan sendiri penting—mengetahui kelemahan dan kelebihan.

Pengetahuan terhadap kondisi perusahaan akan membantu Anda lebih jeli, efektif, dan efisien dalam membuat strategi. Misal, Anda mengetahui bahwa investasi di sumber daya manusia secara in-house (melakukan rekrutmen) saat ini kurang tepat untuk mengejar ketertinggalan dengan kompetitor. Sebagai gantinya, melakukan investasi di teknologi ternyata jadi solusi yang lebih pas sehingga Anda tidak menghambur-hamburkan dana perusahaan untuk hal yang tidak benar-benar menjawab kebutuhan.

Benchmarking adalah upaya sebuah bisnis untuk terus tumbuh dan berkembang dengan cara melakukan perbandingan satu atau berbagai aspek dengan aspek lainnya. Lewat benchmarking, bisnis dapat senantiasa berimprovisasi dan menghasilkan kebijakan-kebijakan tepat sasaran sehingga proses bisnis dapat terjaga lebih baik. 

Tentunya, faktor pembanding yang menjadi benchmark juga memiliki karakter yang apple to apple sehingga hasil yang diperoleh akurat. Selain itu, pemilihan faktor pembanding juga disesuaikan dengan kebutuhan atau target yang ingin dicapai agar tidak bias.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].