4 Perusahaan Fintech yang Berkembang di Indonesia

4
10593
Perusahaan Fintech

Perusahaan Fintech – Tumbuhnya para fintech di Indonesia membuat banyak opsi serta kemudahan untuk masyarakat dalam melakukan transaksi finansial dan tentunya untuk meningkatkan literasi keuangan. Di Indonesia, fintech mengalami perkembangan yang cukup merata di berbagai sektor mulai pembayaran, perencanaan keuangan, pembiayaan hingga pinjaman atau lending.

Kemunculan berbagai macam fintech ini juga dibarengi dengan banyaknya perusahaan fintech yang sudah berkembang cukup pesat di Indonesia. Karena itu lebih jelasnya kita akan membahas seputar perusahaan perusahaan fintech sesuai dengan jenis bisnisnya di bawah ini:

Macam Macam Perusahaan Fintech yang Berkembang di Indonesia

Seperti yang sudah kita bahas di atas bahwa kemunculan berbagai macam perusahaan fintech ini sangat mempermudah masyarakat baik itu mereka yang ingin menabung, mengelola keuangan hingga melakukan pinjaman dana. Karena itu ini beberapa perusahaan fintech yang berkembang sesuai dengan bisnisnya masing-masing:

  • OVO (Payment Gateway)

OVO merupakan sebuah aplikasi yang mempermudah transaksi dalam melakukan transaksi. Ya, fintech Payment Gateway ini tumbuh sangat pesat dalam beberapa tahun belakangan hal tersebut dikarenakan memang kebutuhan dari masyarakat untuk Payment Gateway ini cukup tinggi seperti melakukan pembayaran untuk makan, belanja hingga melakukan pembayaran tagihan semua dapat dilakukan dengan mudah menggunakan fintech Payment Gateway.

Baca juga: Contoh Fintech di Indonesia

  • CekAja (Aggregator)

CekAja adalah salah satu contoh fintech Aggregator. Fintech yang satu ini memang sebuah layanan teknologi dimana mempermudah setiap masyarakat yang memiliki rencana untuk menggunakan produk finansial dan ingin melihat setiap perbandingan dari produk tersebut. Jenis Fintech yang satu ini akan mengacu kepada setiap informasi terkait dari produk-produk finansial seperti halnya kartu kredit, tabungan hingga investasi.

  • Kitabisa (Crowdfunding)

Salah satu fintech yang sangat berguna bagi masyarakat juga adalah Crowdfunding, sebagai salah satu bentuk pendanaan yang modalnya berasal dari beberapa pemilik modal. Modal yang terkumpul ini nantinya akan diberikan untuk para pelaku bisnis untuk menunjang bisnis miliknya. Namun, Crowdfunding tidak hanya untuk bisnis salah satu portal Crowdfunding seperti kitabisa ini adalah sebuah platform yang mengumpulkan dana untuk kebutuhan sosial.

Seperti kebutuhan untuk mendanai bencana alam, mendanai orang-orang yang terkena bencana hingga membangun tempat ibadah di penjuru daerah. 

Baca juga: Apa Itu Crowdfunding? Bagaimana Cara Kerjanya?

  • Akseleran (P2P Lending)

Yang terakhir adalah Akseleran sebagai platform Peer-to-Peer (P2P) Lending. Platform ini memang tidak jauh berbeda seperti fintech yang sebelumnya sudah kita sebutkan yaitu Crowdfunding dimana P2P Lending juga adalah sebuah layanan fintech yang mempertemukan peminjam modal dengan pemberi modal melalui sistem elektronik. 

Akseleran menyediakan kemudahan bagi para UKM yang membutuhkan dana untuk pengembangan usahanya melalui pinjaman modal usaha. Akseleran menyediakan akses permodalan kepada pelaku usaha dengan suku bunga yang kompetitif dan fleksibilitas dalam tenor pinjaman, model pembayaran, serta penyertaan agunan. Akseleran juga membuka alternatif peluang pemberian pinjaman kepada masyarakat Indonesia untuk memperoleh bunga yang menarik dan sepadan dengan risiko yang ada.

Syarat dan Cara Membangun Perusahaan Fintech

Untuk membangun perusahaan fintech terlebih dahulu kamu mempersiapkan beberapa persyaratan yang harus dilengkapi di bawah ini yaitu:

  1. Form registrasi berdasarkan peraturan No.77/POJK.01/2016, ditandatangani oleh Direktur.
  2. Akta Pendirian Perusahaan dan Amandemen (jika ada) yang telah diakui oleh institusi pemegang otoritas berdasarkan hukum.
  3. Daftar nama pemegang saham dan pemilik yang diuntungkan.
  4. Curriculum Vitae (CV) Dewan Direktur, Komisioner, dan Pemegang Saham (memiliki setidaknya 20 persen saham) berdasarkan dari lampiran POJK No.77/POJK.01/2016, bersamaan dengan pas foto ukuran 4×6, fotocopy kartu identitas (KTP), NPWP, dan laporan keuangan (termasuk yang terbaru).
  5. Fotocopy NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
  6. Daftar nama pemegang saham dengan saham yang kurang dari 20 persen.
  7. Surat domisili yang dikeluarkan oleh institusi berwenang.
  8. Bukti kesiapan untuk membangun bisnis aktif berhubungan dengan sistem elektronik.
  9. Bukti minimum modal Rp 1.000.000.000.
  10. Surat pernyataan rekonsiliasi yang berhubungan dengan hak dan kewajiban pengguna (sesuai dengan format oleh POJK).
  11. Memiliki SDM yang memiliki latar belakang sistem informatika.
  12. Memiliki setidaknya 1 Direktur dan 1 Komisioner, dengan pengalaman setidaknya 1 tahun di bidang industri.

Jika sudah melengkapi ke 11 persyaratan di atas, maka kamu dapat memasuki bisnis pada industri Fintech. Namun, jangan lupa untuk tetap mengikuti berbagai regulasi yang ada agar perkembangan Fintech yang kamu jalani ini dapat terus berkembang.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

4 COMMENTS

Comments are closed.