Tips Memulai Bisnis Ayam Potong dengan Keuntungan yang Optimal

0
421
Ayam potong

Coba sebutkan apa saja menu hidangan khas nusantara yang memakai ayam sebagai bintang utama masakannya? Banyak sekali! Ini membuktikan bahwa ayam adalah salah satu bahan pangan yang paling sering diolah. Selain kaya gizi, ayam juga lezat dan mudah dimasak menjadi hidangan apa pun.

Ayam pun jadi komoditas yang menggiurkan untuk meraih keuntungan besar. Ada banyak variasi bisnis yang dapat kamu lakukan dengan ayam sebagai komoditas utama. Mulai dari masakan jadi berbahan dasar ayam, aneka makanan beku, menjual ayam beku, dan tentu saja ayam potong.

Nah, usaha yang disebut akhir itu justru mendatangkan keuntungan paling banyak lho. Pertama, target pasar bisnis ini jelas. Mulai dari rumah tangga, pengusaha katering, kafe, warung kaki lima, hingga restoran, semua yang membutuhkan ayam dalam menu masakannya.

Kedua, permintaan pasar atas ayam relatif stabil dari waktu ke waktu. Bahkan, permintaan akan melonjak tinggi saat momen tertentu, seperti saat bulan puasa maupun mendekati hari raya. 

Membaca peluang tersebut, sah-sah saja jika kamu tertarik terjun melakoni usaha/bisnis ayam potong. Simak beberapa tips jitu berikut sebelum kamu benar-benar serius memulai bisnis menggiurkan ini.

  • Siapkan modal awal dengan cermat

Apa pun bisnisnya, memperhitungkan modal awal dengan cermat jadi hal wajib. Apalagi, jika kamu mengawali bisnis dengan modal pinjaman. Setiap biaya harus dihitung dengan teliti supaya bisnis kamu tetap bisa mendapat laba sekaligus mencicil pembayaran pinjaman. 

Secara umum modal yang kamu miliki harus kamu alokasikan untuk persiapan tempat, pembelian bibit ayam, pakan, dan vaksinasi. Jangan lupa kalkulasikan pula harga jual ayam. Ini akan membantumu memperkirakan berapa jumlah ekor ayam yang akan dipelihara hingga ayam-ayam tersebut siap jual. 

  • Pilih lokasi yang representatif

Membuka peternakan ayam jelas butuh tempat yang representatif. Kamu tidak bisa begitu saja membangun kandang ayam di halaman belakang rumah yang sempit. Bukan hanya tidak efisien, tetapi juga membuat usahamu tidak maksimal serta mengganggu kebersihan lingkungan sekitar. 

Pilih lokasi yang benar-benar ideal untuk bisnis peternakan ayam. Sebisa mungkin cari lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk, seperti sekitar ladang atau persawahan. Selain masih luas, kamu bisa fokus mengembangkan bisnis ini, mulai dari pembangunan kandang sampai pemeliharaan ayam secara optimal.

Baca juga: 7 Peluang Usaha yang Paling Menjanjikan di 2020

  • Hanya pakai bibit unggulan 

Benar bahwa membeli bibit unggulan butuh dana tidak sedikit. Namun, inilah inti dari usaha/bisnis ayam potong. Buat apa kamu membeli ayam berkualitas rendah jika hasil penjualannya nanti tidak maksimal? 

Pastikan kamu benar memilih bibit unggulan yang terjamin kualitas, kesehatan, maupun keamanannya sehingga saat dipelihara ayam-ayam ini bisa berkembang sehat. Selain itu, cari tahu apa jenis ayam yang paling banyak diminati konsumen. Sulit jika kamu berusaha melakukan pembudidayaan jenis ayam yang permintaannya sedikit.

Saat ini, jenis ayam yang paling dicari adalah ayam broiler. Masa pengembangan relatif sebentar dan harga jual menjanjikan membuat ayam broiler populer diternakkan sebagai ayam potong.

  • Perhatikan kesehatan ayam dengan teliti

Meskipun populer, memelihara ayam broiler punya tantangan tersendiri. Dibandingkan ayam kampung, ayam jenis ini gampang stres dan berisiko mati mendadak. Maka, kamu harus melakukan perawatan maksimal sejak bibit-bibit ayam itu dibeli. 

Pada 2 minggu pertama, pantau kondisi ayam-ayam itu mengingat ini merupakan periode adaptasi mereka dengan lingkungan baru. Jika ayam tampak baik-baik saja, berikan pakan 2-3 kali sehari. Pilih makanan atau pakan yang sudah teruji klinis baik untuk pertumbuhan ayam.

Lakukan juga pemberian vitamin dan antibiotik sekitar 5-10 hari sebelum panen supaya kondisi ayam-ayam tersebut prima. Plus, pastikan ayam-ayam di peternakan rutin divaksinasi untuk menjaga kesehatannya. Dengan kesehatan terjaga, ayam-ayam ini akan menghasilkan daging berkualitas yang baik dikonsumsi konsumen.

  • Pelajari harga pasar

Terakhir, kamu perlu mempelajari harga pasar agar tidak salah langkah saat melepaskan ayam-ayam ini ke konsumen. Cari tahu berapa rata-rata harga jual daging ayam agar ayam dari peternakan milikmu bisa bersaing dengan kompetitor lain. 

Jangan patok terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Meski bisa meraih keuntungan besar, harga terlalu tinggi bisa membuat calon konsumen mundur teratur. Namun, jika terlalu rendah, kamu bisa merusak persaingan pasar sekaligus merugi dan sulit balik modal. 

Kelima tips di atas bisa kamu praktikkan untuk memulai bisnis ayam potong sendiri. Bisnis ini membutuhkan waktu panjang sampai ayam-ayam itu siap dipanen. Maka, lakukan perhitungan awal dengan cermat agar modal cukup sampai waktunya menjual ayam tersebut. Semoga berhasil!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]