Apa Itu Princess Syndrome?

0
1504
Apa Itu Princess Syndrome?

Princess Syndrome, juga dikenal sebagai sindrom putri, adalah sebuah fenomena sosial yang mengacu pada sikap dan perilaku tertentu yang dimiliki oleh seseorang, terutama perempuan, yang merasa bahwa dirinya adalah sosok yang istimewa dan layak mendapatkan perlakuan istimewa dari orang lain. Istilah “princess” sendiri merujuk pada gambaran sosok putri yang hidup dalam kekayaan dan kemewahan, dikelilingi oleh pelayan dan pengagum yang selalu siap memenuhi keinginannya.

Meskipun istilah ini umumnya digunakan untuk menggambarkan perilaku perempuan, namun tidak menutup kemungkinan pria juga dapat memiliki sindrom serupa, meski tidak seumum perempuan.

Princess Syndrome dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk, seperti sikap sombong, memaksakan kehendak, tidak mau berkompromi, merasa pantas mendapatkan perlakuan istimewa, dan merasa bahwa dunia berhutang pada dirinya. Orang yang memiliki Princess Syndrome juga cenderung sulit menerima kritik dan merasa bahwa dirinya selalu benar.

Ciri-ciri lain dari Princess Syndrome meliputi sikap manipulatif, emosional, dan merasa tidak puas terhadap apa yang sudah dimiliki. Orang dengan sindrom ini cenderung sulit beradaptasi dengan lingkungan sosial dan kesulitan membangun hubungan interpersonal yang sehat. Mereka juga cenderung memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap kehidupan, dan merasa tidak pernah puas dengan apa yang telah dicapai.

Penyebab dari Princess Syndrome dapat bervariasi, tetapi seringkali terjadi pada anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang over-protective, di mana segala keinginannya selalu dipenuhi tanpa perlu berusaha keras atau bekerja keras untuk mendapatkannya. Mereka juga sering dimanja dan dipuji secara berlebihan oleh orang tua atau keluarga sehingga mengembangkan pandangan diri yang terlalu tinggi.

Selain itu, Princess Syndrome juga dapat disebabkan oleh faktor budaya dan media sosial yang menampilkan gambaran sempurna tentang kecantikan, kesuksesan, dan kebahagiaan. Orang yang terpapar media sosial dan budaya populer yang mendukung Princess Syndrome sering merasa tidak puas dengan diri mereka sendiri, dan merasa harus terus mengejar standar yang tidak realistis.

Cara mencegah Princess Syndrome adalah dengan memberikan pendidikan yang tepat pada anak-anak sejak dini, dengan memberikan contoh dan mengajarkan nilai-nilai seperti kerja keras, rasa empati, dan pengertian atas batas-batas yang sehat dalam hubungan interpersonal. Orang tua dan keluarga juga perlu memberikan pujian dan penghargaan yang seimbang terhadap prestasi anak-anak mereka, tanpa membesar-besarkan keberhasilan atau memberikan perlakuan istimewa.

Selain itu, penting untuk membatasi paparan anak-anak terhadap media sosial dan budaya populer yang memperkuat Princess Syndrome. Orang tua dan keluarga perlu membimbing anak-anak mereka untuk memahami bahwa kebahagiaan dan kesuksesan sejati tidak hanya berasal dari kecantikan, kekayaan, atau popularitas.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut