Ini Nih Daftar Aksi Korporasi dalam Suatu Perusahaan

0
1358
Aksi Korporasi
Aksi Korporasi

Untuk melebarkan sayap bisnisnya, perusahaan akan melakukan berbagai cara. Salah satu tindakan yang cukup lazim adalah aksi korporasi. Buat kamu yang belum tahu, perusahaan terbuka biasa mengambil langkah ini untuk mencapai suatu target sekaligus memberikan dampak terhadap stakeholder, seperti pemegang saham dan pemegang obligasi.

Jika kamu sudah menanamkan investasi pada saham atau obligasi, memantau rangkaian aksi ini wajib hukumnya. Aksi suatu perusahaan dapat berpengaruh pada harga saham sehingga jadi pertimbangan investor untuk menentukan langkah terkait kepemilikan saham masing-masing.

Selain itu, aksi ini juga berpengaruh signifikan pada jumlah, komposisi saham, dan kepentingan pemegang saham di perusahaan tersebut. Langkah aksi itu turut melibatkan peran dewan direksi perusahaan. Dalam beberapa aksi tertentu, pemegang saham juga dapat merespons atau memberikan opini terkait tindakan tersebut.

Wajib VS Sukarela

Bursa efek memainkan peranan penting dalam penyelenggaraan aksi perusahaan. Sebagian besar tindakan perusahaan akan diumumkan kepada publik melalui bursa efek. Lebih lanjut, ada dua kelompok utama aksi korporasi yang biasa diumumkan bursa efek.

Pertama, mandatory corporate action atau wajib. Aksi ini harus mengikutsertakan peran dewan direksi sebagai pihak yang mengambil keputusan. Contoh, IPO, stock split, HMETD, dividen saham, saham bonus, dan gabung usaha/merger.

Kedua, voluntary corporate action atau sukarela. Selain melibatkan dewan direksi sebagai pengambil keputusan akhir, tindakan ini juga membutuhkan kehadiran peserta yang tercatat sebagai pemegang saham. Misalnya, waran, tanpa HMETD, ESOP, dan go private.

Jenis-jenis Aksi Korporasi

Belum terbayang? Yuk, simak apa saja jenis aksi yang lazim dilakukan perusahaan publik.

  • Initial Public Offering (IPO)

Nah, aksi pertama ini pasti sering kamu dengar. Sesuai istilah yang disematkan, perusahaan memulai proses penawaran perdana saham mereka kepada publik, khususnya investor ritel dan institusi. Proses IPO berlangsung di bursa efek dan dijalani menurut aturan yang berlaku. 

  • Stock Split

Tindakan ini merujuk pada upaya pemecahan saham dengan cara membagi saham ke dalam beberapa lembar. Tujuan utama aksi stock split adalah meningkatkan likuiditas saham perusahaan.

  • Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)

Hak ini melekat pada saham sehingga para pemegang saham dapat membeli saham maupun efek baru.

  • Tanpa HMETD

Saat melakukan aksi ini, perusahaan akan melakukan usaha penambahan sejumlah modal untuk mengembangkan bisnisnya. Namun, tindakan tersebut wajib mengantongi persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS.

Management Stock Option Program (MSOP) atau Employee Stock Option Program (ESOP)

Aksi perusahaan satu ini cukup menarik lho. Lewat MSOP atau ESOP, perusahaan membuka program yang memungkinkan karyawan turut memiliki saham di tempat mereka bekerja. 

  • Saham Bonus

Sementara itu, perusahaan juga dapat membagikan saham secara cuma-cuma kepada pemegang saham. Namun, besaran saham bonus ditentukan sesuai jumlah yang dimiliki masing-masing pemegang saham.

  • Partial Delisting

Aksi perusahaan berikutnya adalah partial delisting, yang merujuk pada upaya menghapus sebagian saham, tetapi tidak serta merta menghapus semua saham yang sudah tercatat di bursa. 

  • Dividen Saham

Aksi ini tentu familier juga ya. Dividen saham merupakan bagian dari laba perusahaan yang kemudian dibagikan kepada para pemegang saham.

Baca juga: Apa itu Dividen dalam Investasi? Berikut Penjelasannya

  • Waran

Waran dikenal sebagai produk turunan saham yang menjadi suatu hak atas izin pembelian saham pada tingkat harga tertentu sebelum memasuki masa kedaluwarsa.

  • Gabung Usaha

Istilah lain yang lebih populer adalah merger, yaitu aksi menggabungkan dua perusahaan menjadi sebuah perusahaan baru.

  • Reverse Stock

Sesuai namanya, tindakan ini bertujuan mendongkrak harga saham dan mengurangi atau menurunkan peredaran jumlah saham.

  • Company Listing

Perusahaan biasanya mengambil langkah company listing guna mencatatkan semua modal yang telah mereka setor ke bursa. 

  • Konversi Saham

Tindakan konversi saham berupaya mengubah satu jenis saham ke dalam jenis saham lain. 

  • Buyback Saham

Perusahaan yang memutuskan untuk membeli lagi saham-saham yang telah beredar disebut melakukan aksi buyback saham. 

  • Go Private

Benar, aksi ini merupakan lawan dari Go Public. Alih-alih menawarkan saham ke publik, aksi ini justru membuat perusahaan membeli kembali saham yang telah beredar lewat penawaran terbuka. Kemudian, mereka juga mengajukan permohonan kepada bursa efek untuk menghapus pencatatan saham perusahaan tersebut. Istilah lain aksi ini adalah voluntary delisting.

Demikian daftar lengkap aksi korporasi yang umum dilakukan perusahaan terbuka dan disampaikan ke publik melalui bursa efek. Dengan mengetahui daftar aksi tersebut, pemegang saham maupun obligasi bisa mendapatkan pertimbangan untuk menentukan langkah selanjutnya terkait kepemilikan saham di suatu perusahaan. Semoga informasi ini bisa membantu ya!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]