Kebutuhan Sekunder: Definisi, Faktor, dan Contohnya

1
8656
Sekunder Adalah

Kebutuhan sekunder adalah satu dari tiga jenis kebutuhan manusia. Kadang kebutuhan sekunder bukan diposisikan sebagai prioritas dalam kehidupan seseorang, tetapi tetap bisa Anda penuhi jika keadaan memungkinkan. Sama halnya dengan kebutuhan primer, kebutuhan ini membantu Anda bertahan hidup.

Tidak jarang orang menganggap kebutuhan sebagai wujud keinginan pribadi terhadap suatu benda, barang, atau jasa yang dapat menciptakan kepuasan jasmani dan rohani. Apalagi, kebutuhan muncul dari proses internal dalam diri individu dan pengaruh beberapa faktor lainnya. Itulah mengapa muncul kategori kebutuhan, salah satunya sekunder.

Apa Itu Kebutuhan Sekunder?

Sekunder adalah kedua, berasal dari bahasa Latin “secundus”. Secara ringkas, kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan pendamping atau pendukung yang dapat dipenuhi jika kebutuhan primer sudah dipenuhi lebih dahulu.

Artinya, jika kebutuhan sekunder tidak terpenuhi, tidak akan menghambat atau mengganggu aktivitas sehari-hari Anda secara fatal. Kehidupan Anda dapat menjadi lebih baik jika kebutuhan sekunder dapat diwujudkan, tetapi Anda tetap bisa hidup walau tanpa hal tersebut.

Bisa dibilang kebutuhan sekunder adalah kebutuhan psikologis, dapat berupa wujud pencapaian, pengasuhan, dan kemandirian. Apabila dahulu orang cenderung mengutamakan kebutuhan primer, saat ini kebutuhan sekunder berusaha diwujudkan lantaran kaburnya batasan antara butuh dan ingin. Faktor impulsif kerap mendorong orang untuk membeli sesuatu meski secara fungsi sebetulnya tidak begitu penting.

Perlu dicatat, kebutuhan sekunder bersifat subjektif sehingga bisa berbeda-beda pada setiap individu. Di sinilah kebijakan seseorang dapat dinilai, apakah benar kebutuhan itu benar-benar dibutuhkan atau hanya sebatas keinginan impulsif berdasarkan ambisi maupun ketakutan ketinggalan tren semata. Ingat, pemenuhan kebutuhan sekunder akan berpengaruh pada kondisi keuangan Anda, lho. 

Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Sekunder

Meskipun faktor jenis kebutuhan setiap orang berbeda-beda, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan sekunder, yang akhirnya berpengaruh pada pola konsumsi individu tersebut. Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan sekunder adalah:

Lingkungan

Berbeda lingkungan, berbeda pula kebutuhan sekunder Anda. Contoh, mereka yang tinggal di kota kecil besar boleh jadi tidak mementingkan kendaraan pribadi karena transportasi umum tersedia dan mudah diakses. Sebaliknya, mereka yang tinggal di pedesaan perlu memiliki kendaraan pribadi untuk mempermudah mobilisasi karena tidak tersedia angkutan umum yang menjangkau desanya.

Baca juga: Ini Kebiasaan Manusia yang Efektif dalam Kehidupan Sehari-Hari

Perkembangan zaman dan teknologi

Kedua faktor ini saling berkaitan karena akan mempengaruhi kebutuhan manusia saat ini. Contoh, sampai dua dekade lalu, penggunaan ponsel berbentuk candy bar masih jadi hal umum. Sekarang hampir semua orang memakai smartphone untuk memperlancar komunikasi dengan keluarga, teman, dan kolega. Bahkan, tidak sedikit orang yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada smartphone sehingga merasa panik jika tidak membawa gawai tersebut.

Agama

Kebutuhan sekunder setiap umat beragama jelas berbeda. Umat Hindu perlu membangun tempat menaruh sesajen di rumah. Umat Kristen biasa memasukkan daging babi dalam menu makan seminggu. Lalu, umat Islam membutuhkan sarung, sajadah, dan mukena bersih sebagai pakaian penting dalam menjalankan ibadah.

Adat istiadat

Faktor adat istiadat dan budaya juga mempengaruhi kebutuhan sekunder seseorang. Contoh, orang Batak dikenal suka berkumpul dengan keluarga besar. Maka, adalah hal biasa jika mereka menyelenggarakan pesta pernikahan besar-besaran dengan perayaan yang berlangsung seminggu penuh. 

Sementara, bagi orang Eropa, pernikahan adalah momen intim bersama keluarga dan kerabat dekat. Menjadi hal wajar pula jika pernikahan orang Eropa hanya mengundang sedikit tamu, kadang tidak sampai 100 orang! Berbeda sekali dengan kebiasaan sebagian besar keluarga Indonesia, bukan?

Contoh Kebutuhan Sekunder 

Contoh kebutuhan sekunder adalah seperti beberapa yang disebutkan di atas. Namun, secara umum kebutuhan sekunder dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu terkait pemenuhan jasmani dan rohani. 

Kebutuhan sekunder untuk jasmani

Jika kebutuhan ini terpenuhi, tubuh Anda akan merasa nyaman, tidak cepat lelah, dan mempermudah aktivitas harian. Termasuk dalam kategori ini adalah:

  • Alat elektronik (televisi, laptop, mesin cuci, kulkas, setrika, AC)
  • Alat komunikasi (smartphone)
  • Perlengkapan rumah tangga (kompor gas, oven, panci)
  • Kendaraan pribadi.

Kebutuhan sekunder untuk rohani

Jika kebutuhan ini terpenuhi, suasana hati Anda bisa membaik dan merasa sehat secara mental. Misalnya:

  • Hiburan (bermain game, langganan layanan video dan music streaming)
  • Olahraga (membeli sepeda, sepatu khusus futsal, mendaftar kelas yoga atau pilates)
  • Rekreasi (staycation, jalan-jalan ke tempat wisata)
  • Gaya hidup (nongkrong di kafe, beli minuman kekinian, belanja online saat Hari Belanja Nasional).

Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang bisa dipenuhi setelah kebutuhan primer sudah terpenuhi. Jika dapat diwujudkan, hidup Anda bisa lebih nyaman, menyenangkan, atau membuat bahagia. Namun, jika belum terwujud pun, Anda tetap bisa menjalani hidup seperti biasa. Jadi, apa kebutuhan sekunder versi Anda?

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].