Sejarah PLN, BUMN Raksasa yang Jualan Listrik

0
2412

Siapa yang tidak kenal dengan Perusahaan Listrik Negara atau lebih dikenal PLN, perusahaan satu ini merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan satu-satunya perusahaan yang memegang hak atas pengelolaan tenaga listrik di tanah air. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangkit dan pengembangan tenaga listrik, dengan aset lebih dari Rp1.500 triliun, PLN memiliki catatan sejarah yang sangat panjang. Seperti apakah sejarah panjang PLN? Berikut ulasan singkat mengenai PLN.

Didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda di Abad 19

Sejarah awal berdirinya PLN dimulai pada akhir abad 19, banyaknya pabrik gula dan the milik pemerintah kolonial Belanda mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Saat itu listrik menjadi komoditas mewah di Indonesia maka penggunaannya saat itu masih terbatas pada kebutuhan pabrik gula dan teh milik Belanda saja. Barulah dimulai pada awal 1900-an atau awal abad 20, penggunaan listrik di Hindia Belanda atau Indonesia saat itu meluas ke rumah-rumah penduduk.

Peralihan aset dari Jepang, kemudian ke Indonesia 

Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan-perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II. Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pemimpin KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW.

PLN Lahir 

Pada 1965, pemerintah mendirikan dua perusahaan sekaligus yakni Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengurusi listrik dan Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mengelola jaringan gas. Tahun ini pula yang dianggap sebagai hari lahir PLN sampai saat ini. 

Kemudian pada 1972, melalui PP Nomor 17, status PLN ditetapkan sebagai perusahaan umum listrik negara. PLN mendapat wewenang sebagai pemegang kuasa usaha ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum. Pada 1994 status PLN berubah dari perusahaan umum menjadi perusahaan perseroan. Hal ini sejalan dengan kesempatan bagi swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik.

Anak Perusahaan PLN

Seiring berjalannya waktu, PLN telah berkembang sebagai perusahaan penyedia tenaga listrik, pembangkit tenaga listrik, telekomunikasi, keuangan, dan pelayanan pemeliharaan. Sebagai perusahaan BUMN, terdapat 11 anak perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia berdasarkan fungsi dan kebutuhannya. Berikut daftar anak perusahaan yang di bawah pengelolaan PLN:

PT Indonesia Power (PT IP), PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam), PT Indonesia Comnets Plus (PT ICON+), PT PLN Tarakan, PT PLN Batubara, PT PLN Geothermal, PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (PLN-E), Majapahit Holding BV, PT Haleyora Power (PT HP), PT Pelayaran Bahtera Adiguna.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin. 

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Raymas Putro | Editor: Rimba Laut