Sebelum Memulai Bisnis, Sudah Tahu Belum Apa Itu Revenue?

0
16801
Revenue Adalah

Revenue adalah istilah yang sering digunakan oleh pelaku usaha, termasuk para pengusaha pemula yang baru memulai bisnis mereka. Namun, tahukah Anda makna dan pengertian dari revenue? Simak ulasan berikut untuk mengenal lebih lanjut mengenai revenue dan konsepnya dalam dunia usaha.

Apa Itu Revenue

Secara harfiah, revenue dimaknai sebagai pendapatan usaha. Lebih lanjut, istilah ini digunakan untuk merujuk pada jumlah dana atau uang tunai yang didapatkan dari hasil penjualan produk atau jasa yang ditawarkan suatu perusahaan.

Revenue juga dapat diartikan sebagai temporary equity (hak kekayaan sementara) yang masuk dalam penghitungan keuntungan usaha. Secara umum, revenue akan dicantumkan pada bagian atas laporan keuangan atau laba usaha yang dihitung setiap periode—biasanya dihitung per bulan atau per tahun. 

Bagaimana Menghitung Revenue?

Sebagai gambaran bagi Anda yang baru memulai bisnis, langkah utama dalam menghitung revenue adalah menjumlahkan seluruh dana yang didapatkan perusahaan dari aktivitas penjualan barang atau penawaran jasa. Setelah itu, hitung pula bunga serta hak kekayaan yang diperoleh sebagai bagian dari pendapatan usaha. Jumlah dari faktor-faktor tersebut akan menentukan estimasi revenue perusahaan sebelum dikurangi pajak, biaya operasional, dan pengeluaran lain yang diperlukan. 

Secara sederhana, penghitungan revenue juga dapat digambarkan dalam formula berikut.

Jika perusahaan Anda menjual barang atau produk, maka:

Revenue = Jumlah barang yang terjual x Harga rata-rata barang

Jika perusahaan Anda menawarkan jasa, maka:

Revenue = Jumlah pelanggan x Harga rata-rata layanan

Kemampuan menghitung dan menganalisis revenue adalah salah satu skill dasar yang harus dimiliki setiap pelaku usaha. Namun, mengingat banyaknya variabel yang perlu dilibatkan, akan lebih baik jika penghitungan revenue melibatkan akuntan ahli yang telah berpengalaman.

Jenis-Jenis Revenue

Pada dasarnya, revenue terdiri dari dua jenis: operating revenue dan non-operating revenue. Operating revenue merupakan revenue yang dihasilkan langsung dari inti perusahaan, yakni penjualan produk atau penawaran jasa. Sementara itu, non-operating revenue adalah revenue yang diperoleh dari sumber penghasilan tambahan (secondary sources), meliputi bunga deposit bank, keuntungan saham, serta aktivitas bisnis lain yang dilakukan perusahaan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Revenue

Selain dana yang didapatkan dari penjualan barang dan jasa, ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi besaran revenue sebuah perusahaan. Beberapa di antaranya adalah suku bunga, nilai tukar mata uang, harga produk dan jasa, serta banyaknya variasi produk dan jasa yang ditawarkan.

Penawaran diskon serta layanan return dan refund juga akan menentukan jumlah revenue yang diperoleh perusahaan. Di samping itu, perusahaan yang melebarkan sayap melalui promosi digital seperti website juga akan mempertimbangkan traffic pengunjung sebagai salah satu faktor penentu revenue.  

Perbedaan Revenue dan Income 

Tidak sedikit pebisnis pemula yang masih belum dapat membedakan konsep revenue dan income. Kedua istilah ini bahkan sering digunakan bergantian untuk merujuk pada hal yang sama, padahal ada sejumlah hal mendasar yang menjadi pembeda di antara keduanya.

Revenue adalah istilah yang diberikan untuk menyebut pendapatan kotor suatu perusahaan, sedangkan income didefinisikan sebagai laba bersih yang diperoleh sebuah usaha. Jika revenue dihitung sebagai total pendapatan, maka income baru bisa dihitung setelah jumlah keseluruhan revenue dikurangi seluruh biaya operasional yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha. Oleh karena itu, income juga dapat dikatakan sebagai salah satu bagian dari revenue.

Baca juga: Cara Mudah Mendapatkan Passive Income

Untuk mendapatkan gambaran tentang perbedaan revenue dan income, simak contoh kasus sederhana berikut ini:

Ibu Aminah membeli 50 boneka dari seorang pengrajin untuk dijual kembali. Harga asli boneka dari pengrajin adalah Rp20.000 per buah, dan Ibu Aminah akan menjualnya dengan harga Rp25.000 per buah.

Karena jarak dari rumahnya ke rumah pengrajin cukup jauh, Ibu Aminah menghabiskan Rp30.000 untuk ongkos pulang-pergi. Selain itu, agar tampilan boneka yang dijual terlihat lebih menarik, Ibu Aminah juga mengeluarkan dana tambahan sebesar Rp20.000 untuk membeli plastik dan pita yang digunakan membungkus boneka.

Ketika seluruh boneka habis terjual, revenue yang didapatkan Ibu Aminah adalah 50 x Rp25.000 = Rp1.250.000.

Setelah jumlah tersebut dikurangi modal dasar yang digunakan untuk membeli boneka (50 x Rp20.000= Rp1.000.000), biaya transportasi (Rp30.000), serta biaya tambahan pita dan plastik (Rp20.000), tersisa dana sebesar Rp200.000. Dana inilah yang disebut income.

Itulah sejumlah hal mendasar yang perlu Anda ketahui tentang revenue. Semoga paparan di atas bisa bermanfaat dan memberikan pemahaman bagi Anda yang baru terjun dalam dunia usaha, baik dalam penjualan produk maupun penawaran jasa.

Ajukan Pinjaman Sekarang dan Dapatkan Kemudahan Pinjaman Modal Usaha di Akseleran!

Dapatkan pinjaman dengan bunga kompetitif dan kemudahan proses pengajuan. Ajukan pinjaman untuk mengembangkan usahamu sekarang. Akseleran juga sudah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

BLOG100

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]