Pasca Bunga BI Dipangkas, Laju Rupiah Berikutnya?

0
376
Ilustrasi Transaksi Rupiah - Dolar AS, Sumber: www.bisnis.com

“Permintaan Impor Sudah Mulai Meningkat”

Pada sesi perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari Jumat (17/07), rupiah mengalami pelemahan yang cukup tajam. Mata uang Garuda ditutup di level Rp14.780 atau melemah 148 poin dari level Rp14.632 pada penutupan perdagangan Kamis (16/07). Bahkan jika dibandingkan perdagangan pekan lalu, rupiah anjlok hingga 279 poin terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yakni dari level Rp14.510 pada Jumat, (10/07).

Sumber Bank Indonesia

David Sumual, Analis Bank Central Asia (BCA) memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negeri Paman Sam akan melanjutkan pelemahannya pada perdagangan pekan depan meski secara sektor riil dalam negeri sudah mengalami pertumbuhan.

Padahal, lanjut David, impor sudah mulai meningkat terkait permintaan bahan pokok, Informasi dan Teknologi (IT) karena banyak orang bekerja dari rumah dan sekolah dari rumah sehingga butuh alat komunikasi dan elektronik. Selain itu, permintaan akan suplemen dan juga perlengkapan pendukung protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

“Saya melihat pekerja-pekerja di bidang infrastruktur dan konstruksi masih jalan ya, sehingga ini juga dapat dikatakan mulai mengalami permintaan kembali,” ujarnya kepada Akseleran, Jumat (17/07).

Menurut David, program pembangunan pemerintah harus tetap jalan tetapi tidak untuk kegiatan yang berkaitan dengan pariwisata atau pengumpulan masa. Hal ini, katanya, karena kondisi sekarang ini yang masih mewabahnya pandemi Covid-19 tetap menjadi masa-masa yang masih sulit sekalipun sudah memasuki era new normal (tatanan baru).

Baca Juga:
Potret Rupiah Selama Sepekan
Hindari Hidup Boros, Ikuti Kebiasaan Baik ini

Untuk sentimen global, David menilai belum ada yang mempengaruhi secara signifikan baik isu second wave pandemi Covid-19 sekalipun, karena jika bicara isu tersebut masih terlalu dini. David memprediksi, rentang rupiah akan berada di level Rp14.550-Rp14.750 sepanjang pekan depan. Adapun untuk sentimen negatif yang sangat mempengaruhi pergerakan rupiah, katanya, masih terkait kondisi Covid-19.

Kemarin, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia telah memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,00%. Menurut David, keputusan ini sudah diprediksi oleh investor sehingga belum mampu mengangkat pergerakan rupiah terhadap dolar AS.

Dia menilai, keputusan BI tersebut sudah konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga dan sebagai langkah lanjutan untuk mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Perry Warjiyo, Gubernur BI mengatakan, nilai tukar rupiah tetap terkendali sesuai dengan fundamental. Rupiah secara point to point pada triwulan II-2020 mengalami apresiasi 14,42% yang dipengaruhi aliran masuk modal asing yang cukup besar pada Mei dan Juni 2020, meskipun secara rata-rata mencatat depresiasi 4,53% akibat level yang masih lemah pada April 2020.

Pada awal Juli 2020, lanjut Perry, rupiah dan mata uang regional sedikit tertekan seiring ketidakpastian global, termasuk akibat kembali meningkatnya risiko geopolitik AS-Tiongkok.

“Hingga 15 Juli 2020, rupiah terdepresiasi 2,28% baik secara point to point maupun secara rerata dibandingkan dengan level Juni 2020,” ujar Perry

Sehingga menurut Perry, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai nilai fundamental dan mekanisme pasar akan terus dilanjutkan, di tengah masih berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]