Kiat Menghadapi Rasa Lapar dan Dahaga Saat Berpuasa

0
309
Kiat Menghadapi Rasa Lapar dan Dahaga Saat Berpuasa

Puasa memang bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tapi bukan berarti menahan rasa lapar dan dahaga adalah perkara yang mudah. Meskipun sebelumnya Anda sudah pernah berpuasa, tubuh Anda tetap akan protes jika Anda berhenti memberinya makan di jam-jam tertentu. 

Di sini, Anda akan belajar beberapa kiat menghadapi rasa lapar dan dahaga saat berpuasa.

1. Sahur Mendekati Imsak

Agar tidak cepat lapar, ada baiknya Anda mendekatkan waktu makan sahur dengan waktu Imsak. Makanlah sekitar satu atau dua jam sebelum Imsak tiba, agar Anda tidak tergesa-gesa. 

Jangan makan terlalu dini karena itu akan membuat organ pencernaan bekerja lebih awal. Semakin awal tubuh Anda memproses makanan yang Anda konsumsi, semakin cepat laparlah Anda. 

Jika Anda mendekatkan waktu sahur ke Imsak, Anda dapat mengalokasikan waktu lebih banyak untuk mempersiapkan hidangan sahur dan membangunkan anggota keluarga. Anda mungkin memiliki cukup waktu untuk membereskan rumah atau melakukan ibadah sunah.

2. Makan Pelan-Pelan

Saat berbuka puasa, seringkali kita tidak sabar untuk segera melepaskan rasa lapar dan dahaga. Namun, hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Perut Anda yang kosong tidak siap memproses sedemikian banyak makanan secara sekaligus. Anda bisa sakit karenanya.

Dalam kiat puasa ini, pengendalian diri sangat penting. Berbukalah dengan minuman non-kafein yang hangat dan manis, lalu makan makanan kecil. Setelah itu, berjedalah sejenak. Beri waktu untuk tubuh Anda memproses makanan yang baru masuk. 

Anda dapat menggunakan waktu jeda ini untuk sholat atau melakukan ibadah lainnya. Setelah itu, jika waktu memungkinkan, Anda bisa menyantap nasi—dengan porsi wajar.

3. Perbanyak Konsumsi Protein

Saat makan sahur, perbanyak konsumsi makanan berprotein tinggi karena makanan ini membuat Anda kenyang lebih lama. Tidak seperti karbohidrat yang proses cernanya cepat, protein membutuhkan waktu lebih lama sehingga memberikan rasa kenyang yang lebih awet. 

Konsumsi protein dapat membantu tubuh Anda membakar kalori. Hal ini terjadi karena proses pencernaan protein memerlukan banyak energi. Dan energi tersebut didapatkan dari prose pembakaran kalori. Jadi, jika Anda tidak ingin berat badan Anda naik di bulan puasa ini, makanlah lebih banyak protein dan lebih sedikit karbohidrat. 

Dengan mengkonsumsi protein, Anda menekan hormon ghrelin—berfungsi untuk memberikan sinyal lapar ke otak. Dengan tingkat ghrelin yang rendah, tubuh Anda tidak akan “protes” minta makan.

4. Minum Cukup Air

Sebelum berbuka puasa atau makan sahur, sempatkan untuk minum segelas air putih terlebih dahulu. Air putih membuat Anda merasa puas dan kenyang sehingga Anda tidak makan secara berlebihan. Konsumsi air putih yang cukup juga membuat Anda terhindar dari dehidrasi, yang dapat mengganggu kelancaran puasa Anda.

Asupan air bisa Anda dapatkan dari konsumsi buah dan sayur-sayuran yang mengandung banyak air. Anda juga dapat membuat jus sayur atau jus buah sebagai variasi menu. Minuman lain yang bisa Anda coba adalah yogurt atau minuman herbal.

Makanan sup atau sayur berkuah juga dapat menambah asupan air harian Anda. Jika perlu, Anda dapat minum minuman elektrolit untuk mengobati rasa letih dengan cepat.

5. Konsumsi Makanan Berserat Tinggi

Cobalah untuk makan makanan berserat tinggi saat sahur dan berbuka puasa. Makanan berserat tinggi mengalami proses pencernaan lebih lama sehingga dengan mengkonsumsinya, Anda tidak cepat merasa lapar. Rasa kenyang yang lebih awet ini akan menghindarkan Anda dari keinginan untuk makan berlebihan.

Anda mungkin sudah sering mendengar bagaimana serat dapat memperlancar pencernaan. Di dalam usus, serat melunakkan ampas makanan dan membantu mengeluarkannya. Alhasil, Anda pun terbebas dari konstipasi.

Makanan berserat tinggi seperti kacang-kacangan, sayur, dan buah-buahan, mengandung banyak vitamin dan mineral. Menambah konsumsi makanan kaya mikronutrien seperti ini membuat tubuh Anda menjadi lebih bugar.

Baca juga: Kumpulan Resep Masakan Sehat dan Mudah untuk Diet

6. Tidur Cukup

Di bulan puasa, jam biologis Anda akan mengalami penyesuaian. Jika Anda tidak mengatur waktu dengan baik, Anda bisa kehilangan banyak waktu tidur. Akibatnya, tubuh Anda menjadi stres dan stres ini memicu timbulnya hormon ghrelin yang membuat Anda merasa lapar.

Untuk menekan rasa lapar dan dahaga karena kurang tidur, buatlah jadwal keseharian baru yang dapat Anda jalankan di bulan puasa. Lakukan peralihan secara perlahan-lahan namun konsisten agar tubuh Anda dapat segera menyesuaikan diri dengan jadwal baru.

Tanpa istirahat yang cukup, tubuh Anda menjadi stres dan kurang fokus. Semua ini akan berdampak negatif pada pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda, yang dapat menimbulkan stres baru. Tumpukan stres ini membuat Anda tidak khusyuk menjalankan ibadah.

7. Isi Waktu Luang dengan Hobi

Saat Anda mengerjakan sesuatu yang Anda sukai, waktu seolah berjalan begitu cepatnya hingga Anda lupa waktu. Anda kira baru beberapa menit ternyata sudah beberapa jam berlalu. Jika Anda pernah mengalami hal ini, artinya Anda siap melakukan trik berikut. 

Isi waktu luang Anda dengan mengerjakan hobi atau kegiatan lain yang Anda gemari. Dengan demikian, dapat tercipta sebuah distraction yang dapat menjauhkan pikiran Anda dari rasa lapar dan dahaga. 

Contohnya Anda hobi membaca buku, maka gunakan waktu luang Anda untuk membaca buku baru atau buku favorit Anda. Anda juga dapat mengintegrasikan kegiatan lain yang menyejukkan rohani seperti mendengarkan ceramah keagamaan di televisi atau radio.

8. Jangan Lupa Relaksasi

Bulan puasa adalah waktu yang tepat untuk melatih kesabaran. Dengan berbagai macam stres yang Anda hadapi di bulan ini, Anda akan memerlukan waktu rileksasi. Gunakan waktu luang Anda untuk melakukan self-care dan menenangkan diri agar ibadah puasa Anda tetap lancar. Ingat, stres memicu ghrelin. Dan ghrelin membuat Anda merasa lapar.

Contoh kegiatan relaksasi misalnya, pergi ke spa atau ke salon, ikut kelas yoga atau meditasi kesehatan. Anda juga bisa mencoba kegiatan yang lebih sederhana seperti mencoba resep baru untuk hidangan buka, atau mendengarkan musik sendirian di dalam kamar.

Pilih satu hari untuk total melakukan rileksasi ini. Matikan ponsel dan alat komunikasi lain. Tidak apa jika Anda hanya dapat melakukannya untuk beberapa jam saja.

9. Berolahraga Ringan

Mungkin Anda berpikir mengapa meminta orang berpuasa berolah raga? Bukannya nantinya malah membuat mereka merasa lapar dan dahaga? Bisa demikian jika Anda tidak berhati-hati merencanakannya.

Olahraga memicu tubuh Anda melepaskan hormon endorfin, yang bisa membuat Anda merasa bahagia. Dengan kondisi hati seperti ini, mengerjakan ibadah puasa pun menjadi lebih menyenangkan.

Untuk melakukan kiat puasa yang satu ini, Anda harus membuat perencanaan yang matang. Buat komitmen untuk berolah raga tiap hari dan jam tertentu, dan rencanakan latihan-latihan apa saja yang ingin Anda lakukan selama sesi tersebut.

Anda melakukannya di rumah atau di gym. Hal yang terpenting, pastikan Anda mengambil sesi latihan ringan agar Anda tidak banyak kehilangan energi menjadi lemas.

10. Bersosialisasi

Jika berdiam di rumah membuat Anda gelisah menunggu waktu buka, Anda dapat memanfaatkan waktu Anda untuk berkunjung ke rumah teman atau keluarga dekat. Mungkin Anda menjadikan kesempatan tersebut untuk acara buka bareng (bukbar). 

Bersosialisasi memberikan Anda dua keuntungan: internal dan eksternal. Secara internal, berbincang-bincang dengan orang terdekat membuat Anda merasa lebih rileks. Secara eksternal, pertemuan semacam ini dapat mempererat tali persahabatan.

Kesimpulan

Bulan puasa adalah momen tepat untuk belajar bersabar dan mengontrol diri. Anda dapat mengontrol diri jika paham seluk-beluk dari permasalahan yang Anda hadapi. Dengan mempelajari kiat menghadapi rasa lapar dan dahaga saat berpuasa, Anda jadi tahu seluk-beluk lapar dan dahaga dan cara mengatasinya. Kiat-kiat puasa tersebut akan membuat Anda lebih siap menjalankan ibadah puasa Anda.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].