Kutukan Generasi Ketiga: Mitos Soal Kekayaan Keluarga yang Habis di Tangan Cucu 

0
833
Kutukan Generasi Ketiga: Mitos Soal Kekayaan Keluarga yang Habis di Tangan Cucu

Pernahkah kamu mendengar pepatah yang mengatakan bahwa kekayaan akan berhenti atau habis di generasi ketiga? Istilah “kutukan generasi ketiga” ini merupakan sebuah mitos yang telah diperbincangkan dalam berbagai budaya di seluruh dunia. Mitos ini menggambarkan pola dimana kekayaan yang telah dibangun oleh generasi pertama dan kedua keluarga seringkali mengalami penurunan atau habis di tangan generasi ketiga.

Mitos ini menarik perhatian para peneliti yang tertarik untuk memahami fenomena ini secara lebih mendalam. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Roy William dan Vic Presser selama 20 tahun terhadap 3.200 keluarga dengan kekayaan di atas 3 juta Dolar mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa 95% dari keluarga-keluarga tersebut benar-benar kehilangan kekayaan mereka setelah generasi ketiga.

Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab dari fenomena ini. Faktor pertama adalah motivasi. Generasi pertama seringkali memiliki semangat dan tekad yang kuat dalam berwirausaha karena mereka adalah orang-orang yang memulai bisnis dari awal. Mereka merasakan secara langsung tantangan dan perjuangan dalam membangun kekayaan keluarga. Generasi kedua, meskipun tidak mengalami perjuangan yang sama dengan generasi sebelumnya, tetap memiliki rasa tanggung jawab untuk mempertahankan dan mengembangkan kekayaan yang telah dibangun. Namun, generasi ketiga cenderung tidak memiliki motivasi yang sama seperti generasi sebelumnya. Mereka tidak memiliki pengalaman langsung terhadap perjuangan dan kerja keras yang dilakukan oleh kakek-nenek atau orang tua mereka, sehingga tingkat motivasi mereka menjadi berbeda.

Perspektif lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan dalam lingkungan ekonomi. Bisnis yang sukses pada masa lalu tidak selalu relevan di era saat ini atau masa depan. Generasi ketiga seringkali dihadapkan pada perubahan teknologi, tren, dan kebutuhan pasar yang berbeda. Mereka juga memiliki keinginan untuk mengeksplorasi kebebasan dalam memilih karier dan menciptakan jalur mereka sendiri.

Selain itu, tantangan komunikasi keuangan juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi kelangsungan kekayaan keluarga. Semakin bertambahnya generasi, semakin banyak pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan keuangan keluarga. Hal ini dapat memunculkan perselisihan, kesulitan dalam mencapai kesepakatan, dan pemilihan keputusan yang kurang efektif.

Pemahaman akan faktor-faktor ini menjadi penting dalam menghadapi “kutukan generasi ketiga” dan menjaga keberlanjutan kekayaan keluarga. Generasi ketiga perlu memahami nilai dan warisan yang telah diterima, serta mengadopsi semangat kerja keras dan inovasi untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan keluarga ke generasi selanjutnya. Selain itu, komunikasi yang efektif dan pengelolaan keuangan yang bijaksana menjadi kunci dalam menghindari perpecahan dan kerugian yang dapat terjadi akibat perselisihan bisnis keluarga.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut