Konservatif Adalah: Pengertian, Ciri dan Penerapannya

0
9427
Konservatif Adalah

Jika Anda bergelut di bidang bisnis atau keuangan, istilah konservatisme atau konservatif adalah sesuatu yang tidak asing. Ini merupakan prinsip dalam pelaporan keuangan yang mewajibkan seorang akuntan untuk melakukannya dengan hati-hati. Setiap detail angka yang tercatat harus diperhatikan dan diverifikasi sehingga menghasilkan laporan yang benar.

Agar Anda lebih memahami tentang konservatisme akuntansi, ciri dan cara penerapannya dalam ulasan berikut ini!

Pengertian Konservatisme Akuntansi

Konservatisme dalam akuntansi adalah sebuah prinsip di mana laporan keuangan dibuat dengan hati-hati dan tidak terburu-buru. Prinsip ini banyak dianut oleh para akuntan tidak hanya di Indonesia tapi juga di berbagai belahan dunia. Berdasarkan FASB Statement of Concept No. 2 disebutkan bahwa konservatisme adalah sebuah reaksi hati-hati atau prudent reaction yang dilakukan oleh seorang akuntan untuk menghadapi situasi yang tidak pasti.

Dilansir dari Investopedia, akuntansi adalah seperangkat pedoman pembukuan yang memerlukan verifikasi tingkat tinggi sebelum sebuah perusahaan bisa membuat klaim hukum atas profit yang mereka hasilkan. Konsep umumnya adalah untuk memperhitungkan skenario terburuk dari masa depan perusahaan. Kewajiban yang tidak pasti harus segera diakui setelah ditemukan. Sebaliknya, pendapatan hanya dapat dicatat setelah kebenarannya diterima.

Bagaimana Ciri dan Cara Kerja Prinsip Konservatisme dalam Akuntansi

Meski digunakan secara luas, faktanya prinsip konservatisme dalam akuntansi ini juga memiliki sejumlah pro dan kontra. Watts (2003) sebagai pendukung konsep ini menyebut bahwa konservatisme adalah salah satu ciri penting yang bisa mengurangi biaya keagenan serta meningkatkan kualitas informasi laporan keuangan. Pada akhirnya langkah ini bisa menaikkan value perusahaan sekaligus harga sahamnya.

Basu (1997) menggambarkan konservatisme sebagai tindakan mengurangi laba (mengecilkan nilai aktiva bersih) sebagai bentuk respon terhadap berita buruk (bad news), tapi tidak menaikkan laba (meninggikan aktiva bersih) untuk merespon berita baik (good news). 

Feltham dan Ohlson (1995) dalam Penman dan Zhang (2002) menyebutkan bahwa ciri dari konservatisme adalah net assets yang dilaporkan dalam laporan keuangan nilainya lebih kecil dari pada nilai pasarnya dalam jangka panjang.

Beaver dan Ryan (2000) juga mengidentifikasikan konservatisme sebagai selisih antara nilai pasar dan nilai buku. Perbedaan tersebut tidak sama dengan temporary akibat economic gains dan losses yang diakui pada nilai buku secara bertahap sepanjang waktu.

Baca juga: Pentingnya Melakukan Analisis Transaksi dalam Akuntansi

Jenis-jenis Konservatisme dalam Akuntansi

Ada 2 macam jenis konservatisme akuntansi menurut Subramanyam dan Wild (2010) yakni:

  1. Unconditional Conservatism (Konservatisme Tidak Bersyarat)

Ini merupakan bentuk konservatisme yang dilakukan dalam dewan direksi perusahaan secara konsisten. Aplikasinya akan mewujudkan nilai aset yang lebih kecil secara perpetual.

  1. Conditional Conservatism (Konservatisme Bersyarat)

Konservatisme bersyarat mengacu pada aturan lama di mana semua kerugian harus diakui secepatnya sementara keuntungan baru bisa diakui jika sudah benar-benar terjadi. 

Mengapa Metode Konservatisme Diterapkan?

Menurut Lafond dan Watts (2006), ada kecenderungan dari para manajer untuk melakukan manipulasi terhadap laporan keuangan. Oleh karena itu mereka menganggap bahwa adanya konservatisme dalam akuntansi berguna sebagai salah satu mekanisme tata kelola perusahaan. Adanya mekanisme ini bisa mengurangi peluang manajer melakukan manipulasi dan overstatement terhadap laporan keuangan, terutama terkait kinerja keuangan. Tujuannya adalah agar arus kas dan value perusahaan bisa ditingkatkan.

Secara rinci, penerapan konservatif adalah sebagai berikut:

  • Sikap optimis yang berlebihan dari para manajer dan petinggi perusahaan bisa menyebabkan laporan keuangan yang ditampilkan berlebih-lebihan. Adanya konservatisme sebagai sikap pesimis diperlukan untuk mengimbanginya
  • Overstatement dalam laba dan valuasi bisa berbahaya bagi perusahaan dibandingkan dengan understatement (penyajian data yang terlalu rendah) karena ada risiko tuntutan hukum karena laporan yang tidak benar akan menjadi lebih besar.

Untuk melakukan pengukuran konservatisme akuntansi, akuntan bisa melakukannya dengan 3 cara yakni net asset measures, earning/accruals measure dan earning/stock relation measures.Dalam akuntansi, konservatif adalah metode yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Akuntan perusahaan bisa menentukan metode mana yang paling sesuai demi kebaikan dan kemajuan bisnis.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].