Kata Kerja Mental Adalah: Pengertian, Contoh, Serta Ciri-Cirinya

0
233
Kata Kerja Mental

Kata kerja atau verba adalah satuan kata yang berfungsi menjabarkan suatu tindakan yang dilakukan oleh subjek atau pelaku dalam sebuah kalimat. Umumnya, kata kerja dalam sebuah kalimat menjalani peran sebagai predikat. Dalam tata bahasa Indonesia, kata kerja dibagi ke dalam beberapa kelompok, salah satunya adalah kata kerja mental.

Pengertian

Kata kerja mental adalah jenis kata kerja yang digunakan untuk menjabarkan reaksi, respons, atau sikap seseorang terhadap suatu tindakan atau aktivitas. Jenis verba ini dikenal juga dengan sebutan kata kerja behavioral atau verba tingkah laku karena menggambarkan perilaku seseorang terhadap suatu kejadian atau fenomena yang dialami.

Dalam konfigurasi sebuah kalimat, kata kerja mental sebagai predikat tidak dapat berdiri sendiri. Keberadaan kata kerja mental dalam kalimat sangat bergantung kepada subjek dan kejadian atau fenomena yang dijabarkan.

Ciri-ciri Kata Kerja Mental

Karena jenis verba ini memiliki sifat dan fungsi yang agak berbeda dibandingkan dengan jenis verba lainnya, keberadaannya dalam struktur kalimat dapat diidentifikasikan dengan mudah dengan memperhatikan beberapa ciri-ciri yang ada. Ciri-ciri kata kerja mental adalah:

  1. Tidak dapat berdiri sendiri. Seperti disebutkan sebelumnya, kata kerja behavioral menerangkan perilaku subjek terhadap sebuah kejadian. Oleh karena itu, penggunaannya dalam sebuah kalimat harus disertai dengan subjek dan kejadian atau fenomena yang menjadi pemicu dari respons atau perilaku subjek.
  2. Menggunakan kata-kata yang biasa dilakukan oleh manusia. Karena kata kerja behavioral dapat digunakan untuk menggambarkan suatu perasaan sebagai respons terhadap sesuatu, maka ragam kata yang digunakan mengacu kepada penggambaran sikap atau perasaan yang dapat dirasakan oleh seseorang.
  3. Menggunakan kata kerja yang menerangkan tentang persepsi (seperti melihat atau menyentuh), afeksi (seperti sedih atau khawatir), dan kognisi (seperti menganalisis atau memahami).

Baca juga: Kata-Kata Motivasi yang Bikin Semangat Investasi!

Contoh Kata Kerja Mental

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, ragam verba yang termasuk ke dalam jenis kata kerja mental adalah ragam kata kerja yang menerangkan tentang, persepsi, afeksi, atau kognisi yang dialami oleh subjek. Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah contoh-contoh penggunaan kata kerja mental dalam kalimat.

Kata Kerja Persepsi

Jenis kata kerja ini menerangkan tentang persepsi indera subjek terhadap objek dalam kalimat.

  • “Galih melihat Ratna menunggu angkutan umum di belakang sekolah dengan wajah muram.”

Dalam kalimat ini, ‘Galih’ berperan sebagai subjek, dengan kata kerja mental ‘melihat’ sebagai predikat. Frasa ‘Ratna menunggu angkutan umum …’ adalah pemicu kata kerja mental yang dilakukan oleh Galih.

  • “Iki merasakan udara dingin menyelimutinya saat ia menyusuri lorong gelap itu.”

Frasa ‘udara dingin menyelimutinya …’ adalah pemicu untuk predikat kata kerja mental ‘merasakan’ yang dilakukan oleh subjek ‘Iki’.

Kata Kerja Afeksi

Ragam kata kerja ini menerangkan perasaan subjek sebagai respons atas kejadian atau fenomena yang dialami.

  • “Citra khawatir Aji tidak bisa menyelesaikan misinya kali ini.”

Predikat ‘khawatir’ pada kalimat di atas adalah ragam kata kerja afeksi yang menerangkan perasaan subjek ‘Citra’ terhadap frasa “Aji tidak bisa …” kejadian atau fenomena pemicu kata kerja mental tersebut.

  • “Kanaya menyesal tidak dapat berada di sisi ayahnya di saat-saat terakhir hidupnya.”

Frasa ‘tidak dapat berada di sisi ayahnya …’ adalah pemicu untuk predikat kata kerja afektif ‘menyesal’ sebagai emosi yang dirasakan oleh subjek ‘Kanaya’.

Kata Kerja Kognisi

Ragam verba kognisi dalam jenis kata kerja mental adalah verba yang berkaitan dengan kegiatan kognitif seperti ‘berpikir’, ‘memahami’, dan ‘menganalisis’.

  • “Ayah berpikir untuk mendaftarkan mobil keluarga kami mengikuti program asuransi kendaaraan bermotor.”

Predikat ‘berpikir’ adalah kata kerja mental yang menerangkan kegiatan kognitif subjek ‘Ayah’ sebagai respons atas kegiatan dalam frasa “mendaftarkan mobil keluarga …”.

  • “Arumi memahami keputusan Malik yang tidak mengijinkannya bekerja selama mengandung adalah buah dari kekhawatiran Malik atas keselamatannya.”

Dalam kalimat tersebut, frasa “keputusan Malik …” memicu subjek ‘Arumi’ bereaksi dengan predikat kata kerja mental ‘memahami’.

Penutup

Tata bahasa Indonesia memiliki berbagai jenis kata kerja yang dapat disertakan di dalam kalimat untuk memperkaya tulisan. Ragam kata kerja mental adalah salah satu ragam kata kerja yang sering ditemukan dalam berbagai macam tulisan. Akan tetapi, tidak banyak yang mengenali ragam kata kerja ini. Padahal, jika diterapkan dengan tepat, pesan dalam kalimat dapat tersampaikan dengan lebih tepat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]