4 Jenis Utang yang Berbahaya untuk Keuanganmu

0
489
4 Jenis Utang yang Berbahaya untuk Keuanganmu

Berbicara tentang keuangan, utang adalah salah satu hal yang sering menjadi momok bagi banyak orang. Secara garis besar, ada beberapa jenis utang yang bisa mendatangkan bencana bagi kehidupan finansialmu. Karena masuk kategori berbahaya, penting bagi kamu untuk menghindari jenis-jenis utang tersebut dan jangan sampai terjebak di dalamnya. Mengetahui jenis-jenis utang yang berbahaya akan membantu kamu untuk lebih bijaksana dalam mengelola keuangan dan menghindari risiko yang bisa merugikan di masa depan.

1. Utang yang Bersifat Impulsif

Terkadang, ada orang yang mengajukan utang tanpa punya perencanaan terlebih dahulu. Mereka asal berutang saja, tapi tidak tahu uangnya untuk apa. Ujung-ujungnya hanya digunakan untuk foya-foya semata. Utang jenis ini biasanya terjadi akibat rayuan dari marketing lembaga keuangan. Karena disuguhkan penawaran-penawaran yang menarik, seseorang biasanya tanpa sadar langsung terpengaruh dan akhirnya mengambil kartu kredit yang ditawarkan. Utang impulsif seringkali membuat seseorang terjebak dalam lingkaran utang yang sulit diatasi. Untuk menghindari jenis utang ini, cobalah untuk batasi diri dari orang-orang yang menawarkan kartu kredit, dan selalu pertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan berutang.

2. Utang sebagai Tabungan

Tak sedikit orang menganggap kartu debit sama dengan kartu kredit. Jika kamu bertransaksi menggunakan kartu debit, maka uang di tabungan otomatis akan berkurang. Sebaliknya, jika kamu bertransaksi menggunakan kartu kredit, maka beban tagihan justru malah bertambah. Jadi, jangan pernah beranggapan jika utang (kartu kredit) bisa berfungsi sebagai tabungan untuk mendapatkan sesuatu yang kita butuhkan. Utang dengan asumsi seperti ini hanya akan meningkatkan jumlah tang yang harus dibayar. Selalu ingat untuk menggunakan kartu kredit dengan bijaksana dan tetap disiplin dalam membayar tagihan tepat waktu.

3. Utang untuk Membayar Utang

“Gali lubang tutup lubang”. Ya, itulah peribahasa yang menggambarkan jenis utang satu ini. Secara garis besar, berutang untuk melunasi utang sebenarnya tidak memiliki manfaat sama sekali. Pasalnya, kamu akan tetap punya utang meskipun utang sebelumnya telah lunas. Pertanyaannya, bagaimana membayar utang berikutnya? Apa dengan cara mengajukan utang lagi? Mau sampai kapan? Solusi terbaik, jika memang sudah memiliki utang, lunasilah segera utang itu agar kamu bisa keluar dari ‘lingkaran hitam’ tersebut. Selalu prioritaskan pembayaran utang yang paling tinggi bunganya terlebih dahulu dan hindari terjebak dalam utang untuk melunasi utang.

4. Utang untuk Hura-hura

Utang jenis ini biasanya disebabkan karena seseorang ingin memenuhi nafsu duniawinya, seperti belanja barang mewah, makan di tempat mahal, hingga liburan dengan biaya yang mahal. Utang yang seperti ini tentu akan mendatangkan masalah bagi kehidupan finansial. Bukan tak mungkin jika ke depannya kamu akan kesulitan untuk melunasi utang tersebut, sebab penghasilan yang kamu punya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Hindari terjebak dalam gaya hidup konsumtif dan selalu tetapkan prioritas keuanganmu dengan bijaksana.

TERUS IKUTI PERKEMBANGAN IPO GRUP AKSELERAN

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut