Mengenal Teori Fraud Triangle Sebagai Cara Melihat Kecurangan dalam Bisnis

1
56
Fraud Triangle Adalah

Dalam sebuah bisnis, kecurangan termasuk salah satu hal yang pasti akan dialami selama ada potensi atau celah. Tidak heran apabila istilah teori  fraud triangle muncul dan menjadi isu khusus. Pada praktiknya, teori ini cukup sering dipakai untuk mengungkapkan berbagai sebab munculnya kecurangan dalam bisnis.

Apa itu Fraud Triangle

Istilah fraud triangle diambil dari Bahasa Inggris, yaitu fraud yang memiliki arti kecurangan dan triangle atau segitiga. Dalam sebuah bisnis, teori fraud triangle adalah salah satu teori yang dikembangkan oleh Donald R. Cressey. Teori ini biasanya dipakai untuk mengungkapkan berbagai kecurangan yang mungkin ditemukan dalam suatu bisnis. 

Disebut sebagai fraud triangle karena dalam sebuah proses kecurangan yang terjadi, ada tiga tahap yang diyakini dapat mendeteksi penyebab terjadinya fraud. Tahapan tersebut dikenal sebagai tahapan tekanan, peluang, dan pembenaran. Ketiganya tentu saja saling terkait.

Tahapan Fraud Triangle

Untuk lebih memahaminya, mari kita bahas setiap tahapan fraud triangle.

1. Tekanan

Tekanan atau pressure dianggap sebagai titik awal terjadinya kecurangan. Sederhananya, setiap orang yang melakukan kecurangan pasti memiliki motivasi atau dorongan yang membuat mereka melakukan hal tersebut. Misalnya, seseorang akan yang menggunakan dana perusahaan untuk memenuhi gaya hidup dan tidak bisa.

Hal ini membuat mereka melakukan fraud pada laporan keuangan demi menutupi kesalahan yang dilakukan. Kasus ini bisa disebut sebagai tekanan atau pressure dalam tahapan fraud triangle. Para ahli juga menyimpulkan, kebanyakan fraud diawali dengan masalah finansial yang membuat seseorang terdorong untuk melakukan kecurangan.

Baca juga: Mengenal Istilah-istilah Seputar Start-up

2. Peluang

Selain tekanan, peluang juga dinilai bisa menjadi cikal bakal munculnya kecurangan. Peluang atau kesempatan terjadinya fraud biasanya disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Manajemen perusahaan yang terlalu santai sehingga kurang pengawasan
  • SOP perusahaan tidak berjalan sebagaimana mestinya
  • Adanya karyawan yang melakukan pekerjaan di luar job desk mereka
  • Lingkungan kerja yang kurang kondusif

3. Pembenaran

Tahapan terakhir adalah pembenaran. Setelah kecurangan ditemukan dan sampai pada tahap akhir, pelakunya akan selalu membuat alibi untuk merasionalisasi atau membenarkan tindakan mereka. Misalnya, mereka akan menyalahkan sistem manajemen atau gaji yang diberikan oleh perusahaan.

Bisa dibilang ketiga tahapan fraud triangle adalah masalah besar dalam sebuah bisnis. Tidak hanya menimbulkan kerugian dari sisi finansial, hal ini juga akan mempengaruhi lingkungan kerja dan membuat hubungan antara karyawan serta pemilik usaha tidak kondusif.

Sebagai pemilik usaha, kita harus tahu bahwa fraud triangle merupakan isu yang perlu mendapat perhatian lebih. Bahkan kalau perlu, teori ini tidak hanya dipakai untuk mendeteksi kecurangan, tetapi juga mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada perusahaan.

Misalnya, ketika memberikan suatu kepercayaan pada seorang karyawan kita harus benar-benar tahu bahwa karyawan tersebut kompeten dan memiliki beban kerja sesuai job desk mereka. Anda juga harus cukup peka dalam melihat apakah karyawan memiliki masalah keuangan yang nantinya membuat mereka berpotensi melakukan fraud.

Meskipun begitu, sebagai pemilik usaha kita harus memiliki kepercayaan bahwa karyawan yang dipilih cukup jujur dalam menjalankan tugas mereka. Kepercayaan yang besar secara tidak langsung akan memotivasi karyawan untuk bekerja lebih baik dan memperbaiki kekurangan mereka.

Jenis Fraud Triangle dalam Bisnis

Sebagaimana tindakan kriminal di luar sana, sekondusif apapun kondisi suatu perusahaan peluang terjadinya fraud masih tetap ada. Untuk informasi, beberapa jenis fraud triangle yang kerap ditemukan adalah:

  • Markup biaya proyek atau reimbursement perusahaan
  • Penyelewengan dana pajak
  • Penyelewengan gaji dan tunjangan karyawan
  • Penyalahgunaan sumber daya yang dimiliki perusahaan
  • Pencurian laporan atau data keuangan perusahaan
  • Penyelewengan laporan keuangan
  • Markup harga jual atau beli barang yang keuntungannya masuk kantong pribadi

Selain yang disebutkan di atas tentu masih banyak lagi jenis kecurangan atau fraud dalam bisnis. Inilah mengapa fraud triangle adalah salah satu cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi adanya kecurangan dalam sebuah bisnis selain memastikan bahwa sistem kontrol dan manajemen bisnis berjalan dengan baik.

Itulah ulasan tentang teori fraud triangle dan manfaatnya dalam mendeteksi suatu kecurangan. Semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]