Apa itu Elastisitas Permintaan?

0
565
Elastisitas Permintaan

Dalam bisnis, kamu akan mengenal istilah elastisitas. Penggunaannya bertujuan untuk mengetahui sensitivitas sebuah variabel terhadap perubahan pada variabel lain. Salah satu jenis elastisitas yang perlu kamu pahami saat memulai bisnis adalah elastisitas permintaan atau price elasticity of demand (PED). 

PED merupakan istilah yang merujuk pada nilai perubahan kuantitas barang terhadap perubahan harga barang. Pemahaman tentang nilai PED bisa membantu kamu dalam menentukan harga jual produk yang paling optimal. Selain itu, perhitungan PED juga dapat menjadi indikator kemungkinan penerapan strategi diversifikasi harga produk di pasaran. 

Memahami Makna dari Elastisitas Permintaan

Cara perhitungan elastisitas permintaan cukup mudah. Kamu bisa menggunakan rumus sebagai berikut: 

Di situ, Q0 merupakan nilai permintaan awal dan Q1 adalah kuantitas permintaan terbaru. Sementara itu, P1 adalah harga baru dan P0 merupakan harga lama. 

Dari perhitungan menggunakan rumus tersebut, kamu akan memperoleh nilai PED. Berkaitan dengan hasil perhitungan nilai PED, kamu bakal menemui 3 kondisi, yaitu: 

  • Permintaan Elastis

Kondisi pertama adalah barang mempunyai nilai PED lebih dari 1. Dalam situasi ini, barang tersebut disebut sebagai barang yang elastis. Saat barang yang termasuk dalam kategori elastis mengalami peningkatan harga sebesar 1 persen, akan menimbulkan penurunan permintaan lebih besar dari 1 persen. 

Dalam kasus tertentu, kamu akan menjumpai barang yang mempunyai nilai elastisitas permintaan sempurna. Indikasinya bisa kamu temukan saat memperoleh perhitungan PED tidak terhingga. Dalam kondisi tersebut, adanya perubahan harga yang sangat sedikit berpotensi menurunkan permintaan dalam jumlah besar.

Barang-barang elastis biasanya memiliki label sebagai produk yang sensitif terhadap harga. Kamu akan mendapati barang-barang tersebut berupa produk non-essential yang dapat digantikan dengan produk lain, seperti produk fashion, makanan restoran, dan lain sebagainya.

  • Permintaan Tidak Elastis

Kondisi selanjutnya adalah barang tidak elastis. Kategori barang tidak elastis adalah produk yang memiliki nilai PED kurang dari 1. Kelompok barang ini memiliki sifat yang berkebalikan dengan barang elastis, dalam hal ini kerap disebut sebagai produk yang tidak sensitif terhadap harga. 

Barang yang tidak elastis memiliki peran yang penting dan keberadaannya sulit digantikan oleh produk lain. Sebagai contoh, BBM, air, obat-obatan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, ketika terdapat peningkatan harga jual, tingkat permintaan produk di pasaran tidak akan terlalu banyak berubah. 

Selain itu, kamu juga akan menjumpai barang yang nilai PED-nya sama dengan 0. Barang seperti ini dikenal sebagai barang dengan permintaan yang sangat tidak elastis. Kalaupun barang tersebut mengalami peningkatan harga jual besar, tingkat permintaannya di pasaran tidak mengalami perubahan. 

  • Permintaan Unit Elastis

Terakhir, kamu juga akan menemukan barang yang memiliki nilai PED sama dengan 1. Produk dengan nilai PED tersebut dikenal sebagai barang dengan permintaan elastis per unit. Ketika barang tersebut mengalami peningkatan harga sebesar 1 persen, maka akan menimbulkan perubahan permintaan di pasaran dengan jumlah yang sama. 

Hanya saja, barang dengan permintaan elastis per unit bakal sangat sulit kamu jumpai di pasaran. Penerapannya tidak lebih dari sekadar konsep ekonomi secara teori. 

Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Secara umum, kamu akan mendapati adanya 5 faktor yang berpengaruh secara langsung pada PED sebuah barang, yaitu: 

  • Ketersediaan barang alternatif

Keberadaan barang pengganti dalam jumlah yang banyak membuat sebuah produk punya permintaan yang elastis. 

  • Harga jual barang

Produk yang mempunyai harga jual tinggi punya kecenderungan memiliki PED yang besar. Hal ini berkaitan erat dengan kehati-hatian konsumen dalam melakukan pengambilan keputusan dalam membeli barang tersebut.

Baca juga: 8 Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi

  • Tingkat kebutuhan

Dalam kondisi sebuah barang yang sangat dibutuhkan, PED-nya bakal memiliki kecenderungan tidak elastis. Alhasil, konsumen akan melakukan pembelian di harga berapapun. 

  • Loyalitas konsumen

Ketika kamu mempunyai konsumen yang loyal, mereka tidak akan mudah berpaling ke produk lain. Alhasil, barang yang kamu tawarkan jadi mempunyai nilai permintaan yang tidak elastis. 

  • Adiktif

Terakhir, barang yang menimbulkan efek kecanduan punya kecenderungan sebagai barang dengan permintaan tidak elastis. Konsumen akan mengalami kesulitan ketika mencari pengganti dan akhirnya melakukan pembelian meski harga jualnya cukup tinggi.

Nah, itulah penjelasan mengenai elastisitas permintaan yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat, ya. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]