Book Value Per Share (BVPS): Pengertian, Kegunaan Serta Rumusnya

1
20163
book value per share

Book value per share – Tawaran investasi dengan keuntungan besar kerap menarik perhatian. Terlebih, modal awal untuk investasi lebih kecil daripada laba yang dijanjikan. Namun, apakah Anda yakin, tempat Anda menanam modal menjamin pengembalian jika kondisinya sedang bangkrut?

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, investor perlu membandingkan kinerja perusahaan dengan analisis rasio. Book value per share (BVPS) adalah salah satu analisis rasio yang dapat Anda terapkan.

Apa sebenarnya BVPS itu? Lalu, apa saja fungsinya? Simak penjelasan seputar BVPS beserta cara menghitungnya dalam ulasan berikut ini.

Pengertian BVPS

Dalam investasi, nilai buku per lembar saham atau BVPS merupakan rasio untuk membandingkan jumlah saham beredar dengan ekuitas pemegang saham. Jadi, melalui BVPS, Anda dapat mengetahui seberapa besar uang yang diterima oleh pemegang saham jika perusahaan dibubarkan.

Nilai buku per lembar saham juga didefinisikan sebagai jumlah penghasilan yang diterima pemegang saham jika aset perusahaan dijual. Aset tersebut dijual sebesar nilai bukunya.

Kegunaan BVPS

Fungsi utama BVPS adalah membandingkan nilai pasar per saham perusahaan. Apabila nilai pasar per saham lebih kecil daripada BVPS perusahaan, berarti sahamnya murah (undervalued). Sebaliknya, jika nilai pasar per saham lebih besar, maka harganya dikategorikan mahal (overvalued).

Rumus dan Cara Menghitung BVPS

Ada tiga rumus menghitung BVPS berdasarkan jenis saham yang beredar. Jika sahamnya hanya satu macam, rumusnya seperti berikut ini.

Perhatikan contoh kasusnya di bawah ini.

PT ABC mengedarkan 1.000 lembar saham ke publik. Nilai ekuitas perusahaan ini sebesar Rp2.150.000 diperoleh dari modal saham Rp1.000 per lembar sebanyak 1.000 lembar, agio saham Rp550.000, dan laba tidak dibagi Rp600.000.

Berarti hasil perhitungan BVPS PT ABC sebagai berikut.

Berarti, nilai buku per lembar saham PT ABC sebesar Rp2.150.

Apabila perusahaan memiliki utang, nominalnya harus disertakan dalam perhitungan. Perhatikan contoh perhitungan nilai BVPS perusahaan yang mempunyai utang sebesar Rp200 juta di bawah ini.

PT Mulya mempunyai total aset Rp900 juta dengan utang sebesar Rp200 juta. Perusahaan ini mengedarkan saham sebanyak tiga juta lembar. Saat ini, pasar saham melemparkan harga Rp700 per lembar. Berapa nilai buku per lembar saham untuk PT Mulya?

Total aset: Rp900 juta

Utang: Rp200 juta

Saham beredar: 3 juta lembar

Jika terdapat saham yang dipesan, berarti jumlahnya ditambahkan pada modal. Supaya lebih jelas, simak contoh perhitungan di bawah ini.

PT XYZ memiliki modal saham senilai Rp1.000 per lembar. Jumlah saham beredar sebanyak 1.000 lembar. Dari jumlah tersebut, ada 100 lembar yang dibeli sebagai treasury stock. 

Kemudian, terdapat 300 lembar saham sudah dipesan. Sementara itu, laba tidak dibagikan sebesar Rp800.000. Untuk treasury stock sebesar harga belinya Rp125.000.

Dari angka-angka tersebut, diperoleh nilai ekuitas Rp2.400.000 (setelah dikurangi treasury stock Rp125.000) Maka perhitungan BVPS perusahaan XYZ seperti berikut.

Baca juga: Mengenal Istilah-istilah dalam Dunia Investasi

Lantas, bagaimana jika perusahaan mengedarkan saham biasa dan preferen sekaligus? Tentu Anda harus menghitung bagian modal yang termasuk di dalam saham preferen. Sementara sisanya menjadi saham biasa. 

Book value per share preferen didapatkan dari modal saham preferen dibagi dengan total lembarnya yang beredar. Namun, Anda harus mempertimbangkan hal-hal berikut dalam menghitung bagian modal preferen.

  • Nilai likuidasi. Ini merupakan jumlah pembayaran dari perusahaan kepada pemegang saham ketika dibubarkan. Nominalnya bisa di atas standar ataupun di bawah standar yang digunakan perusahaan.
  • Hak dividen. Salah satu hak saham preferen adalah laba ditahan sesuai perjanjian dividen. Dalam kondisi ini, laba ditahan akan dikaitkan dengan saham preferen.

Dari pembahasan di atas, dapat diambil kesimpulan, bahwa nilai buku per lembar saham atau BVPS harus diperhatikan oleh manajemen perusahaan. Tujuannya agar mendorong pertumbuhan dan perkembangan bisnis di perusahaan.

Perhitungan analisis BVPS mesti dilakukan dengan baik dan benar. Jadi, perusahaan bisa membuat perencanaan bisnis yang mata di masa mendatang.

Demikian ulasan seputar book value per share yang bisa Anda jadikan pedoman sebelum berinvestasi. Kini, instrumen investasi banyak jenisnya. Anda tinggal memilih yang sesuai dengan kemampuan modal. 

Ingin mapan secara finansial di masa depan? Ayo, investasikan sebagian uang Anda mulai sekarang!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].

1 COMMENT

Comments are closed.