Apa Itu Blockchain dan Bagaimana Cara Kerjanya?

5
26324
Blockchain Adalah

Tahukah Anda bahwa blockchain adalah teknologi yang semakin populer di Indonesia? Tidak hanya di kalangan IT, melainkan juga masyarakat awam. Popularitas blockchain sendiri tak lepas dari manfaat yang ditawarkan. Namun, sebelum membahas lebih jelas mengenai kelebihannya, Anda harus lebih dulu memahami apa itu blockchain dan cara kerjanya.

Benarkan Blockchain Adalah Teknologi Penyimpanan Data?

Blockchain terdiri dari gabungan dua kata, yakni block yang artinya kelompok dan chain yang berarti rantai. Penamaan tersebut mencerminkan bagaimana cara kerja blockchain yang menggunakan sumber daya komputer untuk menciptakan blok-blok yang terhubung satu sama lain dengan tujuan mengeksekusi transaksi.

Sesuai namanya, blockchain merupakan rantai blok urut yang dirangkai dan didistribusikan bersama. Setiap blok terdiri dari ledger (buku besar) dan tiga elemen, yakni data, hash, dan hash dari blok sebelumnya. 

Jenis data yang digunakan pada teknologi ini bergantung pada tujuan blockchain itu sendiri. Contohnya, dalam bitcoin data blok berisikan seluruh detail transaksi, mulai dari jumlah koin, pengirim, hingga penerima. 

Hash berisikan data berupa tanda tangan atau sidik jari atau tanda tangan. Hash digunakan untuk mengidentifikasi blok dan seluruh isinya dalam kode unik. Hash dari blok sebelumnya merupakan bagian yang membawa jejak informasi sebelumnya sekaligus mengamankan rantai blockchain. 

Blockchain adalah teknologi baru yang dikembangkan untuk sistem penyimpanan data digital. Teknologi ini terhubung melalui kriptografi dan penggunaannya sendiri tak bisa lepas dari mata uang Bitcoin dan Cryptocurrency.

Kendati dianggap teknologi modern, ide awal blockchain sendiri sudah dicetuskan oleh Scott dalam jurnalnya yang berjudul Journal of Cryptography: How to Time-Stamp a Digital Document sejak tahun 1991.

Cara Kerja Blockchain

Blockchain dimulai saat sebuah blok menerima informasi baru. Sistem blockchain terdiri atas transaksi dan blok yang berisikan rangkaian hash kriptografi dan hash blok sebelumnya hingga membentuk jaringan. Blockchain bekerja dengan mencatat informasi yang tidak bisa diubah. 

Sifat blockchain yang desentralisasi membuat teknologi ini tidak perlu bergantung pada otoritas eksternal untuk validasi dan integritas keaslian data. Proses ini merupakan proses terdesentralisasi yang biasa terjadi di antara node jaringan untuk memastikan informasi tersebut valid. 

Setelah proses desenteralisasi, data akan ditambahkan ke dalam blok baru. Setiap bloknya berisikan hash atau kode unik. Kendati rata-rata transaksi blockchain bersifat investasi, faktanya blockchain bisa menyimpan berbagai jenis informasi di dalam blok yang sama. 

Pemanfaatan Blockchain

Teknologi blockchain dapat dimanfaatkan di bidang keuangan. Pasalnya, teknologi ini dapat diibaratkan seperti buku kas digital yang bisa diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun dengan mudah tanpa perlu meinta persetujuan lembaga keuangan layaknya bank. 

Teknologi blockchain secara tidak langsung telah memudahkan seluruh proses transaksi. Transaksi juga lebih aman dan transparan sehingga dapat meminimalisasi penyelewengan data, seperti suap ataupun korupsi.

Blockchain juga dapat dimanfaatkan dalam bidang selain finansial. Buktinya, di tahun 2018, McKinsey pernah menciptakan tabel peluang blockchain untuk berbagai bidang, seperti telekomunikasi, properti, media, medis, dan pertanian.

Apakah Cryptocurrency sama dengan Blockchain?

Cryptocurrency adalah sistem yang tersebar, dimana tidak ada satu orang atau satu perusahaan yang mengontrolnya. Kode blockchain tidak terletak di sebuah server pusat yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan, tetapi tersebar di ribuan komputer di jaringan blockchain tersebut.

Keunggulan Blockchain

Lantas, apa yang membuat blockchain disukai oleh berbagai kalangan? Berikut keunggulan yang ditawarkan blockchain.

  • Sistem Lebih Transparan

Teknologi blockchain efektif menyimpan jejak informasi dan transaksi. Bahkan, sistemnya terbukti aman dan transparan. Pasalnya, saat transaksi berlangsung, public access dapat dilihat oleh seluruh pihak tanpa perlu login.

Dibandingkan sistem perbanka, sistem blockchain sangat berbeda. Dengan teknologi yang diterapkan blockchain, informasi maupun dana pengguna tidak dapat digunakan tanpa sepengetahuan pemilik. 

  • Proteksi Data Lebih Baik

Database blockchain bersifat append only, hanya dapat menambahkan dan tidak bisa diperbaiki. Alhasil, sistem blockchain sulit ditembus oleh hacker.

Baca juga: Pendanaan Jadi Semakin Aman dengan Proteksi Asuransi Kredit di Akseleran!

  • Audit Lebih Baik

Blockchain memungkinkan pengguna mengetahui jejak audit aset yang dimiliki sehingga risiko penggelapan dana dapat diminimalisasi. 

  • Mencegah Biaya Middleman

Kehadiran blockchain secara tidak langsung meniadakan middleman atau calo yang kerap menambah biaya transaksi. Berkat blockchain, seluruh kegiatan pencatatan dan verifikasi menjadi terarah dan bersifat immutable.

Mengingat blockchain adalah teknologi yang memudahkan Anda dalam bertransaksi dan menjaga privasi data, tak ada salahnya untuk mencobanya. Jangan lupa bagikan artikel ini, ya!

3 Pilar Teknologi Blockchain

  • Decentralization

Sebelum Bitcoin dan BitTorrent ada, kita lebih terbiasa dengan layanan terpusat. Idenya sangat sederhana. Anda memiliki entitas terpusat yang menyimpan semua data dan Anda harus berinteraksi hanya dengan entitas ini untuk mendapatkan informasi apa pun yang Anda butuhkan.

Contoh lain dari sistem terpusat adalah bank. Mereka menyimpan semua uang Anda, dan satu-satunya cara Anda dapat membayar seseorang adalah dengan melalui bank.

Ketika Anda mencari sesuatu di google, Anda mengirim pertanyaan ke server yang kemudian membalasnya dengan informasi yang relevan. Itu adalah contoh client-server yang sederhana.

  • Transparency

Salah satu konsep yang paling menarik dan disalahpahami dalam teknologi blockchain adalah “Transparency” atau transparansi. Beberapa orang mengatakan bahwa blockchain memberi Anda privasi sementara beberapa orang lainnya mengatakan itu transparan. 

  • Immutability

Immutability pada konteks Blockchain ialah begitu sesuatu masuk ke dalam Blockchain, tidak akan bisa dirusak atau diretas. Bisa anda bayangkan betapa berharganya hal seperti ini bagi Institut Finansial ?

Bayangkan berapa banyak kasus korupsi atau penggelapan dana yang bisa dihilangkan jika orang tahu bahwa mereka tidak dapat “mengakali laporan keuangan” dan bermain-main dengan akun perusahaan.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

5 COMMENTS

Comments are closed.