Agile Adalah : Pengertian, Prinsip dan Metode

0
11019
Agile Adalah

Agile adalah  metode untuk mengembangkan  software  melalui beragam proses kecil secara berulang. Metode Agile ini makin banyak dipakai dan mulai populer karena dianggap membantu seorang developer dalam membuat software sesuai keperluan konsumen secara efisien. Agile juga dianggap lebih fleksibel  bisa diubah bahkan saat proses pembuatan software sedang berlangsung.

Agile pertama kali dipakai pada tahun 70-an oleh perusahaan Toyota untuk memproduksi mobil dengan sistem waterfall. Apa sebenarnya Agile development itu dan apakah tim developer Anda perlu memakainya?  Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Pengertian Agile

Apabila Anda berkecimpung dalam bidang IT,  istilah Agile tentunya sudah cukup familier. Metode yang mulai dikenal sejak tahun 2001 ini bertujuan memperbarui cara pengembangan waterfall yang dianggap masih tradisional.

  • Agile adalah sekelompok cara untuk mengembangkan perangkat lunak atau software secara iterasi (berulang) dan bertahap sesuai kebutuhan klien.
  • Pengambilan keputusan pada perubahan perangkat lunak ini sesuai kondisi di pasar dan dilakukan sebelum perangkat lunak selesai.
  • Setiap pengulangan pada Agile memiliki durasi yang berbeda sesuai proyek dan metode yang dipakai. Durasi umumnya berlangsung antara 1 – 4 minggu.
  • Pengembangan software akan berjalan lebih efisien dan fleksibel. Selain itu, perangkat lunak akan lebih up to date karena setiap iterasi sesuai kondisi pasar terkini.

Prinsip Agile

Terdapat 12 prinsip utama terkait pengembangan software memakai metode Agile ini.

  1. Agile mengutamakan kepuasan konsumen sebagai prioritasnya secara berkesinambungan saat memproduksi perangkat lunak dari awal.
  2. Agile terbuka pada semua perubahan di tengah proses pengembangan perangkat lunak hingga akhir.
  3. Perangkat lunak Agile teruji kualitasnya dalam waktu minimal 2 minggu hingga 2 bulan.
  4. Ada kerjasama yang baik antara pengembang dan pengusaha selama berlangsungnya proyek.
  5. Agile membutuhkan personal pendukung yang bermotivasi tinggi agar proyek bisa selesai dengan efisien dan efektif
  6. Agile membutuhkan komunikasi secara langsung saat proses pengembangan software.
  7. Ukuran kemajuan dari proyek Agile adalah menghasilkan perangkat lunak yang sempurna dan sukses. 
  8. Metode Agile mampu mengembangkan perangkat lunak secara berkesinambungan dengan dukungan semua pihak seperti pemakai, sponsor,dan developer.
  9. Metode Agile adalah metode yang mengutamakan keunggulan teknis saat mengembangkan perangkat lunak.
  10. Kesederhanaan  dianggap sangat penting bagi Agile dalam mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.
  11. Manajemen  tim pengembang Agile sangat menentukan kebutuhan sisi arsitektur maupun perangkat lunak
  12. Masing-masing tim pengembang Agile melakukan refleksi agar dapat bekerja secara efektif dan memiliki pola kerja yang baik.

Baca juga: Software Akuntansi: Pengertian, Keuntungan dan Fiturnya

Metode agile

Agile development memakai 8 metode berbeda sebagai sebuah kerangka kerja sebagai berikut:

1. Scrum Methodology

Metode Agile ini fokus akan pengembangan perangkat lunak yang kompleks. Pengerjaan perangkat lunak Scrum terdiri dari beberapa sprints. Sprint Agile adalah beberapa proses kecil yang masing-masing memiliki fitur tertentu. 

2. Scaled Agile Framework (SAFe) 

Scaled Agile Framework (SAFe) hadir khusus untuk perusahaan besar  yang ingin memakai metode Agile. SAFe menjadi solusi karena adanya kerjasama antardivisi ketika melaksanakan proyek sehinggga lebih fleksibel adan efektif.

3. Lean Software Development (LSD)

Lean Software Development (LSD) merupakan metode Agile yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat lunak memakai jumlah SDM yang minim. LSD dilakukan dengan meluncurkan produk dengan fitur terbatas atau Minimum Viable Product (MVP), sesuai kebutuhan konsumen.

4. Kanban

Kanban merupakan metode Agile  dengan proses yang dilakukan secara visual  sehingga aktivitas flow kerja lebih terpantau. Visual ini disebut Kanban Board berupa papan virtual yang memiliki tiga tahap To Do, in Progress, dan Done.

5. Extreme Programming (XP)

Extreme Programming (XP) merupakan metode Agile yang fokus terutama pada sisi teknis pengembangan sehingga hasil software berkualitas tinggi. Dengan demikian, potensi tim pengembang akan meningkat secara signifikan karena telah bekerja ekstra keras. 

6. Crystal Methodology

Crystal Methodology merupakan  metode Agile yang lebih fokus pada kondisi tim yang bekerja dibandingkan pada tool atau proses. Fokus pada komunikasi tim, interaksi, dokumentasi, dan feedback.  Dengan demikian, hasil pengembangan software yang dibuat dapat lebih maksimal.

7. Dynamic Systems Development Method (DSDM) 

Dynamic Systems Development Method (DSDM) merupakan metode Agile yang fokus pada keterlibatan seluruh anggota tim secara berkesinambungan untuk menghadirkan software yang bermanfaat secara nyata bagi dunia bisnis.

8. Feature Driven Development (FDD)

Feature Driven Development (FDD) merupakan metode Agile yang fokus menyelesaikan satu fitur. Mirip dengan Scrum, tetapi setiap iterasinya hanya berdurasi 2–20 hari. Dengan demikian, fitur FDD skalanya lebih spesifik untuk bisa selesai tepat waktu.

Kelebihan Agile

Agile adalah pendekatan pengembangan perangkat lunak yang semakin populer di kalangan tim pengembang di seluruh dunia. Berikut adalah beberapa manfaat Agile yang membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi banyak tim:

  1. Meningkatkan Kualitas Perangkat Lunak Dengan menggunakan metodologi Agile, Anda dapat dengan mudah mengakomodasi umpan balik dari pengguna atau konsumen pada setiap iterasi pengembangan. Baik itu untuk menambahkan fitur baru yang diinginkan atau memperbaiki bug yang ditemukan. Hal ini memungkinkan Anda untuk secara terus-menerus meningkatkan kualitas perangkat lunak Anda sesuai dengan harapan pengguna.
  2. Kepuasan Konsumen yang Lebih Tinggi Perangkat lunak berkualitas tinggi yang dikembangkan melalui pendekatan Agile akan meningkatkan kepuasan konsumen. Dengan menerima dan mengimplementasikan umpan balik pengguna, Anda dapat memberikan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Hal ini membuat konsumen merasa dihargai dan puas dengan produk yang mereka gunakan.
  3. Fleksibilitas yang Tinggi Agile memberikan fleksibilitas yang tinggi dalam pengembangan perangkat lunak. Anda dapat dengan mudah menyesuaikan dan merespons perubahan yang dibutuhkan berdasarkan umpan balik konsumen. Setiap iterasi memberikan kesempatan untuk mengubah arah pengembangan dan menyesuaikan prioritas sesuai dengan kebutuhan yang berkembang.
  4. Pengembangan yang Cepat Pendekatan Agile berfokus pada pengembangan perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dengan tidak membuang waktu dan sumber daya pada fitur yang tidak diperlukan, Anda dapat menghasilkan perangkat lunak dengan cepat. Pendekatan ini membantu Anda menghemat waktu dan menghasilkan produk yang lebih efisien.
  5. Prediktabilitas dalam Pengembangan Metodologi Agile memiliki siklus pengembangan yang terstruktur dan berulang. Hal ini membuat pengembangan perangkat lunak lebih terprediksi dan dapat memperkirakan pengeluaran dengan lebih baik. Dengan pemahaman yang jelas tentang jadwal dan batas waktu, risiko bisnis dapat dikurangi.

Kekurangan Agile

Meskipun Agile memiliki banyak kelebihan, ada juga beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan:

  1. Kurangnya Visibilitas Produk Akhir Kurangnya perencanaan yang detail dalam Agile dapat menyebabkan ketidakjelasan tentang bentuk akhir perangkat lunak yang akan dikembangkan. Perubahan dan penambahan fitur yang terus-menerus dapat membuat kompleksitas yang meningkat. Hal ini dapat menyulitkan dalam menentukan visi akhir proyek dan mengikuti arah yang konsisten.
  2. Ketergantungan pada Komitmen Tim yang Tinggi Pendekatan Agile mewajibkan kolaborasi dan komunikasi yang intens antara anggota tim. Ini membutuhkan tingkat komitmen yang tinggi dari setiap individu dalam tim untuk memberikan umpan balik, mengimplementasikan perubahan, melakukan pengujian, dan lainnya. Diperlukan energi dan waktu yang signifikan untuk menjaga keterlibatan tim yang konsisten.
  3. Dokumentasi yang Terbatas Dalam Agile, dokumentasi sering kali dibuat secara singkat, yang dapat menghasilkan kurangnya detail dan kelengkapan. Hal ini dapat menyulitkan bagi anggota tim baru untuk memahami konteks dan sejarah proyek yang sedang berjalan. Keterbatasan dokumentasi juga dapat menyebabkan miskomunikasi dan memperlambat kemajuan proyek.

Nah, itulah penjelasan selengkapnya terkait pengertian prinsip, dan metode Agile. Bisa dipahami, bila metode Agile adalah metode yang akhirnya diminati oleh berbagai perusahaan besar.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].