Apa Itu Marketplace? Ini Dia Penjelasan Lengkapnya

0
1307
Marketplace

Bila dahulu masyarakat berbelanja langsung ke pasar atau supermarket untuk memenuhi kebutuhannya, menjamurnya marketplace membuat sebagian besar konsumen beralih ke transaksi online.

Ya, dalam beberapa tahun terakhir aktivitas jual beli online memang sedang naik daun. Layanan yang praktis sekaligus cepat dengan beragam pilihan metode pembayaran membuat belanja online menjadi favorit. 

Nah, bicara mengenai belanja online Anda pasti tidak asing dengan istilah marketplace, bukan? Buat yang belum tahu arti marketplace, jenis, dan contohnya, ulasan di bawah ini bisa membantu Anda menemukan jawabannya.

Apa Itu Marketplace?

Dalam Bahasa Indonesia, marketplace memiliki padanan kata dengan lokapasar. Sedangkan menurut pengertiannya, marketplace adalah sarana bagi pembeli dan penjual yang ingin melakukan transaksi online. Sederhananya, Anda bisa menyebut lokapasar sebagai supermarket online.

Baik penjual dan pembeli, keduanya sama-sama bisa merasakan manfaat dari keberadaan situs belanja online. Bagi pedagang, berjualan di lokapasar akan membawa keuntungan seperti mampu menjangkau konsumen lebih luas dan menekan bujet sewa toko/lahan untuk jualan.

Sementara di sisi pembeli, lokapasar membuat aktivitas belanja lebih praktis. Kesempatan untuk mendapatkan potongan harga lebih banyak pun semakin terbuka luas. Apalagi di momen tertentu seperti hari kemerdekaan dan Harbolnas.

Jenis

Setelah mengetahui pengertiannya, sekarang giliran mencari tahu apa saja jenis-jenis marketplace. Berikut penjelasannya.

  • Horizontal

Lokapasar horizontal diartikan sebagai situs belanja online yang memperjualbelikan beberapa produk yang saling berkaitan. Salah satu contohnya adalah Zalora.co.id. Website ini banyak menjual produk yang berkaitan dengan fesyen seperti baju, aksesori, tas, dan sepatu. 

  • Vertikal

Berbeda dengan poin sebelumnya, situs transaksi online jenis vertikal hanya menyediakan satu jenis produk dari berbagai brand atau merek. Contohnya adalah rajamobil.com sebagai website yang hanya menjual mobil baik keluaran baru maupun bekas. 

  • Murni

Jenis yang ketiga adalah lokapasar murni. Pada jenis ini, situs akan menyediakan fasilitas berjualan, transaksi, dan pembayaran. 

Setelah pedagang menyetujui persyaratan yang ada, mereka bebas melakukan kustomisasi pada toko miliknya. Misalnya promosi, upload foto produk, mengategorikan produk, sampai memilih jasa pengiriman. 

Beberapa contoh situs belanja online murni adalah Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. 

  • Konsinyasi

Kosinyasi merupakan jenis lokapasar yang hanya menerima produk dari penjual. Perihal kustomisasi toko seperti pengiriman, promosi, dan pelayanan pelanggan akan diatur oleh pengelola situs. 

Contoh website belanja online yang menerapkan bentuk kerja sama ini antara lain, Berrybenka dan Zalora. 

Baca juga: Apa Saja Kelebihan serta Keuntungan Sistem Konsinyasi?

Contoh 

Berikut 5 contoh marketplace Indonesia hingga luar negeri yang namanya sudah tersohor di kalangan pembeli.

  • Amazon

Jadi, siapa yang tidak kenal dengan website belanja satu ini? Berawal dari toko buku online, kini Amazon berubah menjadi situs belanja terbesar di dunia yang menjual berbagai macam barang. 

Tak tanggung-tanggung, di tahun 2021 saja nilai kapitalisasi pasar Amazon sukses menembus angka 1.670 triliun dolar AS. Bukan hanya itu, sang pendiri—Jeff Bezos pun sukses menjadi salah satu orang terkaya di dunia. 

  • Alibaba

Di Asia sendiri Alibaba digadang-gadang sebagai salah satu website jualan online terbesar. Jack Ma pertama kali merintis usaha ini pada tahun 1999 di bawah naungan Alibaba Group. 

Meski sempat mendapatkan penolakan dan keraguan dari para investor, pada akhirnya Alibaba mampu membuktikan dirinya sebagai perusahaan raksasa yang menguntungkan. 

Berkat Alibaba pula, Jack Ma berhasil dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di dunia selain Jeff Bezos. 

  • Tokopedia

Didirikan oleh William Tanuwijaya, Tokopedia dikenal sebagai marketplace  Indonesia paling sukses saat ini. Hal ini dibuktikan dari masuknya Tokopedia sebagai salah satu start-up unicorn dan telah dikunjungi selama 132, 8 juta kali setiap bulannya selama periode Januari-Juni 2021. 

  • Shopee

Contoh yang keempat adalah Shopee. Perusahaan asal Singapura ini juga menjadi tempat favorit pembeli Tanah Air untuk bertransaksi secara online. Di bawah naungan SEA Group, Shopee telah dirilis di sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, sampai Brazil. 

Dalam sebulan, Shopee Indonesia berhasil mendatangkan kunjungan pelanggan sebanyak 76,2 juta kali. 

  • Lazada

Satu lagi adalah Lazada. Pada tahun 2016 Lazada secara resmi diakuisisi oleh Alibaba. Selain Indonesia, Lazada juga bisa diakses di negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand dan Filipina. 

Di Indonesia sendiri, kunjungan masyarakat ke Lazada per bulannya bisa mencapai 29,3 juta kali. 

Di era digital yang serba daring seperti sekarang, toko online seolah menjadi solusi terbaik bagi masyarakat yang menginginkan belanja secara praktis dari rumah. Semoga ringkasan mengenai marketplace mulai dari pengertian, jenis, dan contohnya di atas bisa menjawab rasa penasaran Anda, ya.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]