Istilah Tapering dan Dampaknya Bagi Investasi

1
147
Tapering Adalah

Tapering Adalah – Pandemi yang melanda dunia dua tahun belakangan memiliki dampak ekonomi cukup besar. Hal ini membuat kondisi keuangan kebanyakan negara cukup mengkhawatirkan. Bahkan negara sebesar Amerika Serikat pun sempat merasakan dampak negatif dari kondisi ekonomi yang tidak menentu ini. 

Hal ini membuat bank sentral dunia mengeluarkan kebijakan tertentu untuk mengantisipasi dampak negatif yang mungkin akan timbul. Salah satu kebijakan tersebut adalah, tapering off. Tapering off sendiri sebenarnya bukan istilah baru di dunia ekonomi dan keuangan.

Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 2013 oleh Fed Ben Bernanke. Lalu, apa sebenarnya tapering off itu? Apakah kebijakan ini memiliki pengaruh terhadap kondisi ekonomi secara umum, atau iklim investasi secara khusus?

Mengenal Tapering

Secara umum, tapering adalah istilah yang mengacu pada penghentian atau pengurangan program tertentu yang dilakukan oleh bank sentral. Sedangkan menurut Akhilesh Ganti, seorang alhi forex, tapering merupakan kebijakan yang memiliki dampak berupa penurunan aset di sebuah pasar keuangan.

Dalam prosesnya, tapering akan dilakukan oleh suatu pemerintah apabila program stimulus yang dijalankan berhasil. Salah satu program yang cukup banyak dilakukan oleh beberapa negara adalah quantitative easing. Quantitative easing sendiri merupakan kebijakan moneter dari bank sentral untuk meningkatkan kondisi perekonomian suatu negara.

Beberapa cara yang dilakukan adalah dengan membeli aset efek beragun atau asset backed securities seperti kartu kredit dan KPR. Nah, ketika quantitative easing dinilai berhasil, makan tapering pun dilakukan agar efek peningkatan ekonomi suatu negara pun semakin berhasil.

Apakah Tapering Pernah Dilakukan?

Sebagaimana yang sempat disebutkan sebelumnya, tapering bukanlah istilah baru di dunia keuangan dan ekonomi. Kebijakan ini pernah diterapkan pada tahun 2013 dan 2018 di Amerika Serikat. Pada waktu itu, manajer keuangan Federal Open Market Committee menaikkan suku bunga dan memicu koreksi sekitar -20% di pasar keuangan.

Hasilnya, pada kuartal keempat tahun 2018, kondisi perekonomian Amerika Serikat mulai pulih dan stabil. Di tahun 2021 lalu, tapering kembali diterapkan sebagai upaya pemulihan setelah pandemi. Meskipun tujuan utamanya adalah untuk menstabilkan kondisi keuangan, nyatanya tapering juga bisa menimbulkan dampak negatif.

Seperti halnya peristiwa taper tantrum yang terjadi ketika kebijakan tapering dilakukan pada tahun 2013 silam. Taper tantrum sendiri merupakan istilah yang dibuat untuk menyebut kepanikan investor yang mengakibatkan merosotnya harga obligasi dan peningkatan imbal hasil di Amerika Serikat.

Di tahun 2022, tapering adalah salah satu kebijakan yang diharapkan mampu memulihkan kondisi ekonomi dunia. Tetapi seperti kebijakan lain, ketika wacana tapering muncul banyak timbul pro dan kontra. Lalu, bagaimana dengan pengaruh kebijakan tapering terhadap investasi?

Dampak Tapering terhadap Investasi

Selama ini kita mengenal beberapa instrumen investasi seperti crypto, saham, dan forex. Dalam penerapannya, tapering dinilai memiliki dampak terhadap berbagai instrumen investasi tersebut. 

Dampak Tapering Terhadap Crypto

Menurut pakar crypto, Mathew Dibb, dampak kebijakan tapering di instrumen investasi ini belum terlalu terlihat. Berita tentang wacana tapering tidak menimbulkan aktivitas tertentu di pasar crypto. Lelaki tersebut juga menambahkan, kondisi pasar dan ekuitasnya bahkan cenderung stabil ketika berita tersebut muncul.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Cryptocurrency dalam Dunia Finansial

Dampak Tapering Terhadap Saham

Salah satu peneliti pasar keuangan, Mark Hulbert, berpendapat bahwa secara umum peningkatan suku bunga yang terjadi akibat tapering akan membuat nilai dan dividen saham lebih rendah. Meskipun begitu, kenaikan suku bunga dinilai justru dapat meningkatkan kinerja S&P 500 menjadi lebih baik.

Dampak Tapering Terhadap Forex

Sementara itu dalam pengaruhnya terhadap forex, pengaruh tapering dinilai akan terlihat tergantung dari kapan kebijakan ini mulai diterapkan. Apabila kebijakan tersebut hanya diumumkan pada suatu negara, sedangkan negara lain tidak mengikutinya, maka pasar forex akan sangat terdampak.

Sebaliknya, apabila kebijakan tapering dilakukan secara bersamaan dan serentak, maka harga forex di negara-negara yang menerapkan tapering akan stabil, tidak terlalu berfluktuasi, dan dampak negatifnya dapat diminimalisasi sebaik mungkin.

Mengingat tapering adalah salah satu kebijakan ekonomi yang dinilai banyak pihak cukup efektif sebagai pelaku investasi sebaiknya kita cukup antisipatif. Tidak perlu panik secara brutal karena meskipun mungkin banyak yang mengungkapkan dampak negatifnya, kebijakan ini dinilai cukup efektif dalam menstabilkan kondisi ekonomi. 

Semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]