Apa Itu Sunk Cost, Dampak, Hingga Tips Menguranginya

0
965
Sunk Cost Adalah

Bagi Anda yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi atau akuntansi, istilah sunk cost mungkin bukanlah istilah yang asing bagi Anda. Sunk cost adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan biaya yang telah dibayarkan, namun tidak bisa menjamin keuntungan untuk bisnis yang dijalankan.

Mayoritas bisnis pasti pernah mengalami sunk cost. Hanya saja, hal yang membedakan terletak pada persentase dana yang dikeluarkan dan dampak yang dibawanya terhadap kemajuan bisnis.

Sunk Cost Adalah: Definisi

Sebagaimana disebutkan, sunk cost merupakan biaya yang dikeluarkan sebuah perusahaan yang tidak menjamin membawa keuntungan bagi perusahaan tersebut. 

Ada juga definisi lain yang menyebutkan bahwa sunk cost adalah biaya dengan potensi yang kecil (dalam hal membawa keuntungan), atau malah tidak membawa keuntungan sama sekali. 

Meski ada pihak yang menyatakan bahwa sunk cost tidak membawa keuntungan, mayoritas pebisnis percaya bahwa sunk cost bukanlah hal yang 100% merugikan bagi pelaku bisnis. Pasalnya, profitabilitas sunk cost tergantung pada alasan mengapa biaya tersebut dikeluarkan. 

Dampak Sunk Cost

Karena sunk cost adalah biaya yang dikeluarkan untuk suatu bisnis, maka sunk cost akan memiliki dampak terhadap bujet dari perusahaan tersebut.

Meski demikian, sunk cost biasanya sudah direncanakan, misalnya saja untuk marketing ataupun untuk riset. Hanya saja, profitabilitas biaya yang dikeluarkan ini belum terjamin 100%. 

Karena belum tentu membawa profit, maka bisa dikatakan biaya yang dikeluarkan ini sekadar ‘membuang uang’, apalagi jika biaya tersebut dikeluarkan tanpa ada rencana yang matang. 

Contoh Sunk Cost

Sunk cost adalah jenis biaya yang bisa Anda jumpai di berbagai bidang di sebuah perusahaan. Beberapa contohnya akan dijelaskan sebagai berikut.

Perekrutan karyawan

Merekrut karyawan mungkin terdengar simpel. Namun sebenarnya, kegiatan yang dilakukan oleh human resource ini juga memerlukan biaya untuk melakukannya. Biaya tersebut bisa hadir dalam berbagai bentuk. Misalnya saja biaya headhunter, biro psikologi penyelenggara psikotes, konsultan, biaya job fair, biaya pemasangan iklan lowongan kerja, dll. 

Sayangnya, meski dengan beragam biaya yang dikeluarkan, perusahaan belum tentu bisa mendapatkan keuntungan dari kegiatan rekrutmen yang dilakukan. Pasalnya, tidak ada juga yang bisa menjamin bahwa seorang kandidat bisa memberikan performa yang brilian.

Biaya marketing

Keterkaitan biaya marketing dengan sunk cost terletak pada ketidakpastian metode marketing yang dipilih untuk menghasilkan profit bagi perusahaan. 

Dalam marketing, perusahaan biasanya ‘nekat’ menggelontorkan dana. Hal ini biasanya didorong akan keinginan perusahaan dalam memperkenalkan produk mereka dengan cakupan seluas mungkin. Perusahaan melakukan hal ini tentunya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan memperluas target pasar.

Sayangnya, pemilihan media besar untuk marketing pun tidak menjamin produk tersebut sukses di pasaran. Perusahaan pun tidak bisa mengukur seberapa efektif metode marketing tersebut dalam mendatangkan konsumen. Tak heran, banyak perusahaan menganggap biaya marketing sebagai biaya sunk cost.

Biaya research and development

Melakukan riset demi pengembangan perusahaan tentunya juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Meski penting demi kemajuan sebuah perusahaan, pada kenyataannya belum tentu hasil research yang baik dapat mendatangkan keuntungan yang besar bagi perusahaan. 

Salah satu komponen biaya riset adalah membayar responden yang menjadi subjek dari riset yang dilaksanakan. Meskipun respons yang diberikan responden biasanya dapat membantu perusahaan mengembangkan produknya, belum tentu produk yang bagus bisa membawakan keuntungan berlipat ganda bagi perusahaan tersebut.

Baca juga: Apa Itu Business Development dan Apa Saja Tanggung Jawabnya?

Tips Mengurangi Sunk Cost

Walaupun sunk cost tidak selalu berdampak buruk, akan lebih baik jika sebuah perusahaan mengetahui bagaimana cara menguranginya. Bagaimana caranya?

Lakukan analisis untuk setiap rencana

Untuk setiap rencana perusahaan yang akan dijalankan, pastikan untuk melakukan analisis risikonya. Anda bisa menggunakan metode analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats) untuk mengetahui seberapa baik rencana tersebut untuk dilakukan.

Perbanyak opsi rencana

Setiap rencana yang dimiliki perusahaan tentu akan memiliki kelemahannya masing-masing. Inilah mengapa perusahaan perlu membuat banyak planning berikut analisisnya. Dengan demikian, perusahaan bisa memilih rencana dengan potensi risiko (termasuk sunk cost) yang paling minimal.

Kenali sunk cost fallacy

Istilah sunk cost fallacy mengacu pada keraguan perusahaan/bisnis dalam menjalankan suatu rencana karena takut mengeluarkan sunk cost dengan biaya yang besar. 

Memang benar, kehilangan dana karena sunk cost adalah hal yang patut dikurangi. Hanya saja, Anda perlu kenali dampak apa yang dapat disebabkan jika biaya (yang diprediksi akan jadi sunk cost) tidak dikeluarkan.

Sebagai pebisnis, Anda perlu mengetahui bahwa sunk cost adalah biaya yang tidak selamanya menyebabkan kerugian. Jika direncanakan dengan baik, sunk cost justru bisa membawa keuntungan bagi perusahaan.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].