Sharing Economy: Prinsip, Tren, dan Peluang Investasi

0
393
Sharing economy

Selama beberapa tahun terakhir, istilah startup pasti sudah tidak asing lagi di indera pendengaran Anda. Hampir di setiap hari, ada saja startup baru yang muncul ke permukaan. Satu di antara sekian alasannya adalah akibat tren sharing economy yang kembali menjamur di dunia bisnis. 

Lalu, sebenarnya apa itu sharing economy dan apakah hal tersebut lebih merujuk ke arah positif atau malah negatif? Sebelum itu, perlu Anda catat jika di dalam bahasa Indonesia Anda akan mengenal istilah tersebut dengan istilah Ekonomi Berbagi. Nah, agar semakin jelas, mari simak penjelasan berikut ini!

Definisi Ekonomi Berbagi

Sudah menjadi rahasia umum jika teknologi digital telah masuk ke hampir semua sektor kehidupan masyarakat modern zaman sekarang. Bagi para pelaku usaha, hal ini sama sekali tidak ada bedanya. Terbukti dengan kebanyakan bidang bisnis yang mulai mengadaptasi teknologi digital.

Para pelaku usaha pun kini mulai berlomba-lomba untuk menciptakan inovasi baru di bidang bisnis dengan cara membuat platform ekonomi. Bila Anda belum familiar dengan istilah itu, platform ekonomi adalah tempat di mana Anda bisa menemukan aktivitas ekonomi dan sosial dalam dunia digital.

Contohnya bisa merupakan aplikasi atau situs website. Menariknya, di beberapa jenis platform tersebut, Anda bahkan bisa berbagi aset atau jasa dengan orang lain yang menggunakan platform yang sama. Hal inilah yang menyebabkan tren Ekonomi Berbagi kini mulai booming kembali. 

Satu di antara sekian pertanyaan tentang sharing economy yang pasti ingin Anda ketahui adalah apa definisi dari istilah tersebut. Karena itu, perlu Anda tahu jika Ekonomi Berbagi adalah konsep di mana suatu aset atau jasa dapat digunakan oleh lebih dari satu orang. 

Sebenarnya, hal ini sudah tidak asing lagi dalam kehidupan masyarakat. Karena, konsep bisnis yang satu ini sudah eksis dari zaman dahulu. Mungkin, Anda pernah menyewa kaset atau komik di awal tahun 2000an. Konsep ini pun kembali diadaptasi dengan cara menerapkan teknologi digital.

Kini, Anda dapat dengan mudah menyewa moda transportasi, toko, dan bahkan menyewa properti secara online. Perlu Anda ketahui jika itu adalah beberapa contoh Ekonomi Berbagi yang kini banyak Anda temukan di dalam keseharian. 

Prinsip Ekonomi Berbagi

Lalu, kira-kira apa saja manfaat sharing economy dan bagaimana prinsip konsep ekonomi yang satu ini? Setidaknya, ada empat prinsip yang perlu Anda ketahui, yaitu seperti berikut!

1. Memanfaatkan Suatu Aset atau Jasa secara Bersama-sama

Pertama-tama, prinsip dari Ekonomi Berbagi adalah memanfaatkan suatu aset atau jasa secara bersama-sama. Hal ini merupakan kebalikan dari owning economy. Bila Anda belum tahu, owning economy adalah usaha yang pengelolaan aset dan jasanya dikelola secara mandiri oleh pemilik usaha tersebut.

Misalnya, Anda memiliki bisnis jual beli mobil. Jika menggunakan konsep owning economy, Anda hanya akan menjual aset mobil tersebut ke satu pembeli saja. Karena itu, sangat wajar jika aset mobil tersebut hanya akan dipakai oleh pembeli tersebut saja. 

Hal ini berbeda jika Anda ikut bergabung di dalam bisnis Ekonomi Berbagi. Ketika sudah bergabung, Anda dapat berbagi aset mobil tersebut dengan lebih dari satu orang. Hanya saja, Anda memang tidak menjual mobil tersebut, namun hanya menyewakannya. 

2. Saling Mempercayai Satu Sama Lain

Kemudian, prinsip lain dari konsep Ekonomi Berbagi adalah saling percaya antara satu sama lain. Hal ini karena Anda akan memakai satu aset atau jasa bersama-sama. Itu kenapa saat Anda ingin ikut bergabung ke dalam bisnis ini, terlebih dahulu Anda harus melakukan verifikasi identitas agar saling percaya.

Baca juga: Pengertian, Fungsi, Hingga Prinsip Bank Syariah

3. Berbagi Informasi Tanpa Ada Paksaan dari Suatu Pihak

Selanjutnya, berbagi informasi tanpa ada paksaan dari suatu pihak juga termasuk bagian dari prinsip Ekonomi Berbagi. Hal ini karena, pada saat akan bergabung ke dalam bisnis, Anda terlebih dahulu harus memberi informasi seperti nama, foto, kontak, dan lain sebagainya.

Pastinya, semua informasi tersebut akan Anda berikan secara sukarela. Hal ini karena sudah ada sikap saling percaya antara Anda, perusahaan pemilik platform ekonomi tersebut, dan juga orang lain yang memakai platform yang sama.

4. Memberi Hadiah dengan Harapan akan Mendapatkan Imbalan 

Terakhir, yang termasuk ke dalam prinsip dari Ekonomi Berbagi adalah memberi hadiah dengan harapan akan mendapat imbalan dari sana. Contohnya seperti penawaran 7 days trial, 30 days trial, dan lain-lain. Perusahaan menawarkan hal itu dengan harapan Anda akan membeli layanan berbayar. 

Contoh Ekonomi Berbagi

Setelah mengetahui apa definisi dan prinsip Ekonomi Berbagi, Anda pun perlu tahu kira-kira apa saja contoh perusahaan tersebut yang sudah berjalan di Indonesia. Karena itu, perlu Anda tahu jika setidaknya ada lima jenis Ekonomi Berbagi yang umum ada di kehidupan sehari-hari.

Kelima jenis yang menjadi contoh dari konsep Ekonomi Berbagi adalah rental, peer-to-peer, on demand, crowdfunding, dan open source

Pada jenis rental, fokusnya ada di bisnis penyewaan. Misalnya seperti menyewa properti di platform OYO, RedDoorz, atau AirBnB. Lalu, ada juga peer-to-peer, yang mempertemukan banyak penjual dan banyak pembeli secara langsung di satu platform. Contohnya seperti Amazon, Shopee, dan lain-lain.

Lalu, contoh perusahaan sharing economy yang lainnya adalah platform Kitabisa yang termasuk contoh Ekonomi Berbagi dengan jenis crowdfunding. Di platform tersebut, Anda bisa membuka donasi atau menjadi seorang donatur bersama dengan banyak orang lainnya.

Kemudian, ada juga platform ekonomi bersama on-demand yang hanya ada ketika Anda membutuhkan hal itu saja. Misalnya seperti jasa penerjemah, jasa penulis, jasa desain grafis, dan lain-lain. Kemudian, ada open source yang menyediakan produk gratis yang dapat digunakan oleh masyarakat umum.

Peluang Investasi di Era Berbagi

Jika Anda sudah tahu apa saja contoh sharing economy dalam kehidupan sehari-hari, Anda pun harus tahu apakah ada peluang investasi di situ. Pada dasarnya, seiring dengan penggunaan teknologi digital yang semakin meluas, peluang untuk Anda berinvestasi di bidang ini pun sangat besar. 

Sebab, konsep bisnis yang satu ini tumbuh dengan sangat cepat di era berbagi seperti sekarang. Terbukti dengan banyaknya startup yang kini sukses besar, seperti GoJek, AirBnB, dan lain-lain. Tren bisnis ini bisa dibilang sebagai tren bisnis yang berkembang paling pesat di dalam sejarah.

Hanya saja, pastinya tidak ada investasi yang tidak memiliki risiko. Hal ini juga sudah terbukti dengan banyaknya startup yang kolaps. Satu di antara sekian alasannya adalah karena tidak bisa bersaing dengan penyedia aset atau jasa serupa.

Anda pun sebenarnya sangat bisa menciptakan suatu inovasi baru. Hanya saja, karena baru, akan sulit bagi masyarakat untuk beradaptasi dengan hal itu. Inilah tantangan yang harus siap Anda hadapi pada saat memutuskan untuk terjun ke bidang bisnis ini.

Kesimpulan

Jadi, perlu Anda ketahui jika sharing economy adalah konsep di mana suatu aset atau jasa dapat digunakan oleh lebih dari satu orang. Biasanya, konsep ini dapat Anda terapkan dengan bantuan teknologi digital. Misalnya seperti bisnis peer-to-peer, rental, on demand,crowdfunding, atau open source.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].