Seberapa Besar Peluang Investasi di Masa Resesi Ekonomi?

0
714

Berdasarkan penjelasan para pakar ekonom, resesi ekonomi dapat diartikan sebagai kelesuan ekonomi. Artinya kondisi produk domestik bruto (GDP) mengalami penurunan atau pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal secara berturut-turut atau lebih dari satu tahun.

Sesuai dengan namanya yang berarti kelesuan atau kemerosotan, resesi mengakibatkan penurunan secara simultan pada setiap aktivitas di sektor ekonomi. Sebut saja lapangan kerja, investasi, dan juga laba perusahaan.

Terjadinya resesi ekonomi menimbulkan efek domino pada masing-masing kegiatan ekonomi tersebut. Ketika investasi mengalami penurunan, maka tingkat produksi atas produk atau komoditas juga akan menurun. Namun, meski sebuah negara mengalami resesi ekonomi, apakah masih memiliki peluang untuk berinvestasi?

Menurut Bhima Yudhistira Adhinegara selaku pakar ekonom sekaligus peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan, di masa resesi ekonomi tentu masih memiliki peluang yang sangat besar dan banyak sektor karena penduduk Indonesia yang tercatat sekitar 270 juta jiwa. Dengan begitu, maka kebutuhan pokok di dalam negeri masih cukup tinggi.

“Sehingga jika Indonesia memang nantinya dinyatakan resesi ekonomi tetapi Indonesia masih sangat memungkinkan atau mampu memberikan keuntungan yang bagus khususnya untuk jangka panjang,” ujarnya kepada Akseleran, Jumat (2/10).

Bhima menyebutkan, sektor-sektor yang akan terus memberikan peluang besar meski sebuah negara mengalami resesi ekonomi adalah sektor pertanian, sektor telekomunikasi dan informasi. Sementara untuk instrumen investasi yang bisa dijadikan alternatif ketika resesi ekonomi adalah surat utang negara, deposito. “Tidak menutup kemungkinan masuk ke fintech P2P Lending,” ucapnya.

Baca Juga:
Ini Profesi Paling Menjanjikan di Masa Pandemi Covid-19
2020 Segera Berakhir, Sudah Siapkan Resolusi Keuangan 2021?
Sisi Ekonomi, Apa itu Resesi, Depresi dan Cirinya?

Instrumen P2P Lending dinilai bisa menjadi salah satu alternatif pengembangan dana ketika sebuah negara dinyatakan resesi karena P2P Lending memberikan pinjaman kepada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Bhima menuturkan, pergerakan ekonomi khususnya di Indonesia ditopang oleh UKM yang memberikan kontribusi lebih dari 60% pada tahun 2018.

“Ketika memilih P2P Lending, pastikan mengenal manajemen risiko, track record P2P Lending tersebut dan behaviour debiturnya ketika membayar pinjaman,” paparnya.

Menurut Bhima, langkah-langkah yang bisa Sobat lakukan jika sebuah negara mengalami resesi ekonomi adalah dengan berinvestasi yang lebih cermat karena adanya perubahan pola ekonomi. Perubahan itu seperti masyarakat akan cenderung belanja pada kebutuhan pokok dengan cara digital.

“Resesi ekonomi akan menggiring masyarakat pada sebuah hal yang serba sederhana dan mudah, maka salah satunya bisa menjual frozen food,” tuturnya.

Maka potensi usaha menjual kebutuhan bahan pokok akan tetap bertahan meski menghadapi resesi.

Sobat, semoga resesi ekonomi di Indonesia tidak terjadi ya! Namun Sobat perlu mempersiapkan diri dalam keadaan apapun. Nah, agar keuanganmu lebih terukur dan terarah, yuk mulai kembangkan dana di P2P Lending Akseleran. Mengembangkan dana di Akseleran Sobat akan mendapatkan bunga hingga mencapai 21% per tahun selain itu membantu perputaran roda ekonomi Indonesia karena memberikan pinjaman kepada pelaku UKM.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]