Rupiah di 13.840, Dampak New Normal?

0
321

Rupiah tetap konsisten di bawah Rp15.000 per dolar Amerika Serikat

Sejak dinyatakan Indonesia akan memasuki era New Normal oleh Presiden RI – Joko Widodo pada pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar sempat mengalami penguatan yang signifikan.

Mengutip CNBCIndonesia.com, terhitung sejak bulan April hingga akhir bulan Mei, rupiah berhasil mencatatkan penguatan lebih dari 10%. Artinya sentimen dalam negeri terkait rencana memutar kembali roda perekonomian menjadi sentimen positif bagi rupiah.

Pada 27 Mei 2020 yang merupakan hari di mana Presiden Joko Widodo mengumumkan rencana New Normal, rupiah mengawali perdagangan dengan melemah tipis 0,03% di Rp14.735/US$. Kemudian rupiah melanjutkan penguatannya sebesar 0,07% ke Rp14.720/US$ dan bertahan di level tersebut hampir sepanjang perdagangan. Hingga penutupan perdagangan, rupiah tetap menguat meski sempat terakselerasi dengan mencapai Rp14.670/US$, menguat 0,41% di pasar spot menurut data Refinitiv.

Mata uang garuda memang sempat mengalami tekanan, imbas dari sentimen negatif eksternal yaitu memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok. Meskipun demikian, tampaknya penguatan rupiah masih didominasi oleh optimisme para pelaku pasar dan investor terhadap pembukaan perekonomian di Indonesia maupun negara-negara lainnya di dunia.

Junichi Ishikawa, Ahli Strategi Valas Senior IG Securities, seperti dilansir Reuters, mengatakan, sentimen pelaku pasar global sedang bagus, tetapi yang bisa merubah semua itu adalah hubungan AS dengan Tiongkok. Kedua negara sudah berseteru sejak tahun lalu, mulai dari perang dagang, kemudian kisruh virus corona, dan kini kembali masalah Hong Kong.

Baca Juga:
Era New Normal, Cerdas Mengelola Isi Kantong
Era New Normal, Berakhir Pekan Kemana?

Sementara, pada hari ini Selasa (09/06), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih sulit menguat di perdagangan pasar spot hingga siang hari ini. Penantian pemodal terhadap rapat Komite Pengambil Keputusan Bank Sentral AS (Federal Open Market Committee/FOMC) menjadi alasan yang membuat pemodal masih wait and see.

Pada Selasa (09/06) pukul 12:00 WIB, US$1 dihargai Rp13.860. Rupiah melemah tipis 0,07% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya. Ketika pembukaan pasar, rupiah bergerak stagnan. Selepas itu rupiah sempat menguat tipis, tetapi tidak bertahan lama. Rupiah stagnan lagi hingga siang hari ini.

Bagaimana Nilai Rupiah di Penutupan Perdagangan dan Apa Sentimennya?

Namun pada sesi penutupan perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di perdagangan pasar spot hari ini Selasa (09/06). Padahal hampir sepanjang perdagangan rupiah stagnan berada di jalur merah. Pada Selasa (09/06), US$1 setara dengan Rp13.840 kala penutupan pasar spot. Artinya rupiah menguat tipis 0,07% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Mengutip tim riset CNBCIndonesia.com, penguatan perdagangan nilai tukar rupiah hari ini Selasa (09/06), diperkirakan karena adanya arus modal di pasar obligasi pemerintah. Hal ini yang mendorong rupiah berhasil berbalik arah sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan. Seperti diketahui, hari ini pemerintah melelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Penawaran yang masuk dalam lelang itu adalah Rp28,64 triliun dan pemerintah mengambil Rp9,5 triliun. Lebih tinggi dibandingkan target indikatif yang sebesar Rp7 triliun.

Selain itu, ada kemungkinan intervensi Bank Indonesia (BI) membuat rupiah menguat. Apalagi Bank Indonesia menilai, nilai tukar rupiah saat ini masih undervalued alias terlalu murah.

“Bank Indonesia memandang level nilai tukar rupiah dewasa ini secara fundamental tercatat undervalued sehingga berpotensi terus menguat dan mendukung pemulihan ekonomi. Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar, Bank Indonesia terus mengoptimalkan operasi moneter guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan ketersediaan likuiditas baik di pasar uang maupun pasar valas,” sebut keterangan tertulis BI usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Mei 2020.

Daftar sekarang dan dapatkan bunga hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang Sobat lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Daftar Akseleran dengan unduh aplikasi Akseleran di Google Play atau Apple App Store.

Untuk Sobat yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]