Definisi Risiko Usaha, Contoh hingga Solusinya

1
261
Risiko Usaha Adalah

Menjalankan bisnis harus penuh perhitungan. Risiko usaha adalah salah satu faktor penting yang harus Anda perhitungkan saat menjalankan aktivitas bisnis. Pemahaman tentang risiko usaha, bisa membantu Anda dalam memperoleh kesuksesan bisnis. 

Pengertian Risiko Usaha

Dalam pengertiannya, risiko usaha adalah hambatan yang berpotensi muncul saat Anda menjalankan bisnis. Hambatan tersebut bisa bersumber dari internal maupun eksternal. Untuk mengatasinya, Anda perlu mempersiapkan cara dalam melakukan mitigasi, mengelola, serta memindahkan risiko. 

Jenis-Jenis Risiko Usaha

Risiko usaha adalah hambatan yang bisa muncul dalam berbagai jenis. Beberapa jenis risiko usaha tersebut antara lain adalah: 

1. Risiko Sumber Daya Manusia

Setiap aktivitas bisnis memerlukan kehadiran sumber daya manusia. Perilaku dari setiap sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan dapat menjadi bagian dari risiko usaha. Sebagai contoh, ketika Anda menjumpai adanya karyawan yang bertindak tidak jujur, sering bolos, malas, dan lain sebagainya. 

2. Risiko Pemasaran

Ada pula jenis risiko usaha yang berkaitan dengan aktivitas pemasaran. Risiko ini dapat terjadi karena strategi pemasaran yang Anda jalankan tidak selalu mendatangkan keberhasilan. Ada kalanya Anda akan berhadapan dengan kegagalan dalam memasarkan produk. Alhasil, masyarakat tidak menerima produk dengan baik. 

3. Risiko Operasional

Selanjutnya adalah risiko operasional bisnis. Risiko operasional dapat terjadi ketika Anda menjumpai adanya kesalahan atau penyimpanan prosedur terkait operasional teknis perusahaan. Dampaknya, hasil produk tidak sesuai dengan standar yang telah diberlakukan. Pemicunya bisa beragam, seperti SDM, ketersediaan peralatan, dan lain-lain. 

4. Risiko Pasar

Pasar memiliki sifat yang sangat dinamis dan perusahaan tidak mempunyai kontrol terhadap segala perubahan yang terjadi. Apalagi, perubahan pasar dapat terjadi kapan saja. Faktor pemicunya beragam, misalnya muncul kompetitor baru, perkembangan teknologi, perkembangan gaya hidup, dan lain-lain. 

5. Risiko Keuangan

Terakhir, Anda akan menjumpai risiko keuangan. Risiko ini muncul berkaitan dengan penggunaan sumber daya keuangan oleh perusahaan. Anda akan berhadapan dengan risiko penyalahgunaan kas yang dapat menimbulkan kerugian. 

Baca juga: Tujuan Manajemen Risiko Keuangan Dalam Bisnis!

Contoh Risiko Usaha

Ada banyak contoh risiko usaha yang kemungkinan bisa Anda hadapi. Contoh tersebut antara lain adalah: 

1. Perkembangan Teknologi

Teknologi terus mengalami perubahan. Sebagai seorang pebisnis, Anda perlu mengikuti perkembangan tersebut agar tidak kalah bersaing. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan kecanggihan teknologi akan berkembang. Sementara itu, mereka yang tak bisa memanfaatkan teknologi, akan ketinggalan dan bahkan bangkrut. 

2. Kepercayaan Konsumen yang Menurun

Contoh risiko usaha selanjutnya adalah ketika kepercayaan konsumen menurun. Hal ini dapat terjadi karena ketidakmampuan perusahaan dalam menjaga konsistensi kualitas layanan produknya. Ketika kepercayaan menurun, konsumen akan mempunyai kecenderungan untuk beralih ke produk lain milik kompetitor. 

3. Perubahan Peraturan Pemerintah

Contoh selanjutnya adalah terkait pemberlakuan peraturan baru dari pemerintah. Pada situasi tersebut, perusahaan harus melakukan penyesuaian agar selaras dengan peraturan tersebut. Penyesuaian tersebut bisa beragam, misalnya dari pengemasan produk, strategi pemasaran, cara penjualan, dan lain sebagainya. 

Cara Mengatasi Risiko Usaha

Cara paling efektif yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi dan mencari solusi untuk setiap risiko usaha adalah dengan melakukan identifikasi sejak dini. Ada beberapa upaya yang dapat Anda lakukan, yaitu: 

1. Mengembangkan Kemampuan Helicopter View

Kemampuan helicopter view dapat membantu Anda dalam mengidentifikasi adanya risiko usaha dalam bisnis. Keahlian ini mendorong Anda untuk memandang sebuah permasalahan dari berbagai aspek. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap sebuah problem. 

2. Analisis SWOT

Solusi selanjutnya adalah dengan melaksanakan analisis SWOT. Pelaksanaannya membantu Anda dalam mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman dalam bisnis yang dijalankan. Selanjutnya, Anda punya keputusan untuk melakukan treatment yang sesuai untuk menghindari potensi risiko di masa depan. 

3. Analisis Tingkat Product Maturity

Ada pula upaya melakukan analisis tingkat kematangan produk. Analisis ini membantu Anda untuk melakukan persiapan sebelum terjadi fenomena penurunan angka penjualan yang disebabkan oleh kejenuhan konsumen. 

4. Strategi Mitigasi Risiko

Upaya berikutnya adalah dengan menerapkan mitigasi risiko. Mitigasi adalah upaya terencana dan berkelanjutan yang dapat Anda lakukan ketika menghadapi sebuah risiko permasalahan tertentu. Keberadaan mitigasi membantu Anda dalam mengatasi risiko secara perlahan. 

5. Evaluasi Performa yang Berkelanjutan

Terakhir, Anda dapat melakukan identifikasi risiko usaha melalui proses evaluasi kinerja yang berkelanjutan. Evaluasi dapat membantu Anda menghindari terjadinya risiko besar di masa depan. 

Sampai di sini, Anda sudah bisa paham kalau risiko usaha adalah hambatan dalam setiap bisnis. Anda perlu menghadapinya untuk mendorong perkembangan usaha jadi lebih besar. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

1 COMMENT

Comments are closed.