Mengenal Retur Penjualan dan Pembelian dalam Suatu Transaksi

0
726
Retur Adalah

Tidak semua transaksi dalam bisnis berakhir dengan lancar dan konsumen mendapatkan kepuasan. Ada kalanya, pembeli merasa tidak puas dengan barang yang mereka terima. Pada kondisi tersebut, retur adalah salah satu opsi solusi yang bisa mereka lakukan. 

Saat retur terjadi, pembeli akan mengembalikan produk yang telah dibelinya kepada pihak penjual. Kejadian seperti ini bakal sering terjadi dalam aktivitas bisnis. Oleh karena itu, seorang pelaku bisnis perlu memahami retur secara lengkap dan mendalam. 

Retur Penjualan dan Retur Pembelian

Terkait jenisnya, Anda akan mengenal ada 2 jenis retur yang dapat terjadi dalam sebuah transaksi, yaitu: 

1. Retur Penjualan

Retur penjualan adalah jenis retur yang terjadi ketika seorang pembeli mengembalikan produk kepada penjual. Alasan terjadinya retur adalah karena adanya ketidaksesuaian antara permintaan dengan permintaan. 

Adanya retur penjualan membuat penjual mendapatkan penambahan jumlah barang dan sekaligus memunculkan kerugian. Situasi tersebut terjadi karena penjual perlu menutup biaya produksi barang yang dikembalikan dan sekaligus melaksanakan penggantian produk kepada pembeli. 

2. Retur Pembelian

Retur pembelian adalah pengembalian produk oleh penjual kepada supplier atau pemasok. Adanya retur pembelian memunculkan pengurangan utang penjual kepada supplier. Selanjutnya, akun retur pembelian ditempatkan pada kolom kredit. 

Jenis Transaksi dalam Retur Pembelian dan Retur Penjualan

Dalam setiap proses retur, Anda akan menjumpai beberapa jenis transaksi yang berbeda. Hal ini terjadi pada setiap retur, baik retur penjualan maupun pembelian. 

Jenis Transaksi dalam Retur Penjualan

Ketika retur penjualan terjadi, penjual perlu melakukan penggantian barang kepada pembeli. Cara atau transaksi pengembalian produk dari penjual ke pembeli bisa terjadi dalam 3 metode, yaitu: 

  • Transaksi yang berpengaruh pada berkurangnya piutang pembeli
  • Transaksi pengembalian dalam bentuk pembayaran tunai kepada pembeli (refund)
  • Transaksi yang berupa penggantian barang rusak oleh penjual kepada kembeli (klaim)

Setiap jenis transaksi pengembalian barang oleh penjual kepada pembeli harus disertai dengan bukti, disebut nota kredit. Nota ini kemudian menjadi bukti kalau terdapat pengurangan piutang usaha penjual kepada pembeli. 

Baca juga: Mengenal Lebih dalam Mengenai Sistem Transaksi yang Berlaku di Indonesia

Jenis Transaksi dalam Retur Pembelian

Dalam retur pembelian, Anda akan mengenal ada 2 jenis transaksi atau cara pengembalian yang dapat terjadi, yaitu: 

  • Transaksi Kredit. Proses transaksi antara penjual dan supplier berlangsung secara kredit. Pelunasan pembayaran berlangsung secara bertahap sampai pada waktu jatuh tempo sesuai kesepakatan. 

Ketika terjadi retur pembelian, penjual dapat melakukan pengembalian barang kepada supplier. Selanjutnya, supplier akan melakukan pemotongan biaya pelunasan penjual dengan biaya barang yang telah dikembalikan. Dengan begitu, penjual hanya perlu melunasi biaya selisih antara harga barang dengan kerugian akibat retur. 

  • Transaksi Tunai. Jenis yang kedua adalah pengembalian barang untuk transaksi tunai. Dalam kondisi ini, penjual telah menyelesaikan pembayaran barang kepada supplier. Ketika terjadi retur pembelian, pihak penjual tidak mempunyai beban biaya kredit. 

Dalam retur penjualan, Anda mengenal istilah nota kredit. Kalau dalam retur pembelian, ada bukti retur yang dikenal sebagai nota debit. Nota ini menjadi bukti adanya transaksi pengembalian barang dari penjual kepada supplier. 

Cara Pencatatan Retur Penjualan dan Pembelian dalam Jurnal Keuangan

Setiap transaksi dalam aktivitas bisnis harus melalui proses pencatatan secara lengkap, retur adalah termasuk bagian di dalamnya. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pencatatan retur dalam laporan keuangan secara lengkap.  

Jurnal Retur Penjualan

Laporan keuangan untuk mencatat retur penjualan disebut jurnal retur penjualan. Ketika retur penjualan muncul, penjual dapat mencatat adanya pengurangan piutang. Oleh karenanya, ada pencatatan akun retur penjualan pada kolom debit serta piutang dagang di kolom kredit. 

Jurnal Retur Pembelian

Seperti halnya jurnal retur penjualan, jurnal retur pembelian merupakan laporan keuangan yang secara khusus mencatat setiap retur pembelian. Ketika terjadi retur pembelian, terdapat pencatatan akun retur pembelian yang ada di kolom kredit. Selain itu, Anda juga perlu mencatat pemakaian utang dagang di bagian debit. 

Nah, itulah pembahasan lengkap terkait retur. Sampai di sini, Anda bisa memahami kalau retur adalah peristiwa yang bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pencatatan secara cermat biar tidak mengalami kerugian. 

Semoga bermanfaat. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected].