Istilah Retained Earning dalam Finansial

0
161
Retained Earning Adalah

Retained earning adalah salah satu istilah yang dikenal di dunia bisnis. Istilah ini berarti laba bersih perusahaan yang tidak dibagikan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham. Jadi, dapat disebut bahwa retained earning adalah sisa laba yang telah dikurangi dividen. 

Formula retained earning atau laba ditahan adalah laba ditahan periode awal ditambah laba bersih dan dikurangi hasil dividen tunai dan dividen saham. Jumlah laba ditahan bisa dilihat di laporan keuangan perusahaan, tepatnya di bagian laba rugi. 

Penggunaan Laba Ditahan

Jumlah laba ditahan biasanya ditentukan oleh kebijakan perusahaan. Kalkulasi dilakukan untuk menentukan porsi keuntungan yang akan dibagikan kepada pemegang saham dan keuntungan yang disimpan. 

Lalu, untuk apa perusahaan menahan laba dan tidak membagikan seluruhnya? Umumnya, perusahaan menggunakan laba untuk investasi. Ada yang memakai laba ditahan untuk proyek penelitian, pembelian peralatan tambahan, atau melunasi utang perusahaan. 

Kegunaan lainnya adalah membiayai ekspansi bisnis. Perusahaan juga membutuhkan dana untuk memperluas jangkauan, menambah kapasitas produksi, atau meluncurkan produk baru. 

Tak jarang, retained earning tersebut digunakan untuk mengakuisisi perusahaan lain. Tujuannya untuk meningkatkan peluang mendapatkan keuntungan. Untuk pilihan terakhir, porsi laba ditahan biasanya akan lebih besar dibandingkan dividen. 

Apa pun tujuan penggunaan laba ditahan, semua itu harus berdasarkan persetujuan dari para pemegang saham di perusahaan tersebut. Keputusan yang diambil biasanya akan beriringan dengan orientasi perusahaan. 

Jika orientasi perusahaan adalah pertumbuhan bisnis, dividen biasanya tidak dibayar atau dibayar tetapi dalam jumlah yang kecil. Seluruh laba perusahaan bisa saja dijadikan sebagai retained earning demi proyek pertumbuhan bisnis jangka panjang. 

Para pemegang saham tentu akan menyetujui hal ini apabila pengembalian yang didapatkan pada kemudian hari jauh lebih besar. 

Indikator bagi Investor

Untuk memberikan modal kepada perusahaan, investor akan melihat sejumlah indikator. Salah satunya adalah pendapatan perusahaan. Pendapatan menunjukkan kinerja perusahaan. Investor akan mengamati jumlah pendapatan untuk menilai pertumbuhan perusahaan.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa pendapatan merupakan akumulasi dari semua capaian perusahaan. Artinya jumlah ini belum dikurangi dengan biaya overhead dan biaya operasional. Pada beberapa kasus, pendapatan makin besar, tetapi laba yang diterima belum tentu ikut naik.

Untuk menyeimbangkan penilaian investor sebelum menggelontorkan dana kepada perusahaan, ada pertimbangan lain, yaitu faktor retained earning. Keberadaan laba ditahan ini menunjukkan bahwa perusahaan telah memiliki dana yang siap untuk ke depan. 

Tak heran jika laba ditahan disebut sebagai dana cadangan dalam sebuah perusahaan. Makin besar jumlah laba ditahan yang dimiliki perusahaan, makin sehat pula sebuah perusahaan.

Cara Menghitung Laba Ditahan

Untuk menghitung laba ditahan dalam sebuah perusahaan, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. 

  • Kumpulkan Data dari Laporan Keuangan

Tiap perusahaan pasti memiliki dokumentasi riwayat keuangan. Anda dapat mengetahui laba ditahan berdasarkan angka laporan resmi, termasuk laba bersih dan dividen yang dibayarkan. Sederhananya, laba ditahan adalah laba bersih yang dikurangi dividen yang dibayar.

  • Hitung Laba Kotor

Pada kondisi tertentu, informasi mengenai laba bersih mungkin tidak ada. Karena itu, Anda pelu menghitung laba bersih dari laba kotor perusahaan. Laba kotor adalah uang hasil penjualan yang dikurangi dengan harga pokok penjualan. 

Baca juga: Unsur Serta Jenis Laba yang Perlu Kamu Ketahui!

  • Hitung Laba Operasi

Laba operasi merupakan laba perusahaan setelah dikurangi biaya penjualan dan biaya operasi. Cara menghitung laba operasi adalah laba kotor dikurangi biaya operasi perusahaan. 

  • Kurangi Laba Bersih dengan Jumlah Dividen

Langkah selanjutnya setelah menemukan jumlah laba bersih adalah menguranginya dengan dividen yang sudah dibayar. 

  • Hitung Saldo Akhir

Terakhir, hitunglah jumlah saldo akhirnya. Perlu diketahui, jumlah laba ditahan adalah akumulasi dari retained earning sejak perusahaan berdiri. Jadi, tambahkan laba ditahan pada periode berlangsung dengan saldo akhir. 

Meskipun demikian, perhitungan retained earning adalah hak perusahaan untuk menentukannya. Bahkan, bisa jadi laba ditahan bernilai minus karena perusahaan rugi dibandingkan tahun lalu. 

Jika ini terjadi, perusahaan pasti akan lebih fokus menyelesaikan masalah keuangan dan menunda pembagian dividen tahun berjalan. Nah, inilah ulasan singkat mengenai retained earning yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]