Ini Mudahnya Cara Menghitung Quick Ratio

1
18483
quick ratio

Quick ratio atau biasa disebut rasio cepat merupakan aspek yang tak bisa lepas dari dunia bisnis dan kegiatan ekonomi. Serupa dengan jenis rasio lainnya, rasio cepat berguna untuk menilai kekuatan dan kelemahan finansial suatu perusahaan.

Pengertian Rasio Cepat

Rasio cepat adalah suatu indikator yang biasa digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban jangka pendek. Biasanya, pemenuhan kewajiban jangka pendek dilakukan dengan menggunakan aset berwujud atau liquid perusahaan. 

Aset berwujud adalah aset yang mendekati atau menghampiri uang tunai. Contohnya, surat berharga. Secara singkat, rasio cepat menunjukkan tingkat kemampuan suatu perusahaan dalam mencukupi kewajibannya selama maksimal satu tahun. 

Kendati demikian, sebagian besar perusahaan menerapkan rasio ini hanya dalam jangka waktu tiga bulan saja. Perusahaan lebih memilih menggunakan current ratio untuk perhitungan jangka panjang. 

Fungsi dan Manfaat Rasio Cepat

Perhitungan rasio cepat memiliki fungsi untuk menilai kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi utang, membayar kewajiban jangka pendek, dan membandingkan jumlah persediaan dengan modal kerja. 

Rasio cepat juga dapat digunakan sebagai tolak ukur perencanaan kas dan utang yang akan dilakukan oleh perusahaan di masa depan. Rasio ini sangat efektif untuk mengetahui posisi dan kondisi likuiditas perusahaan dari masa ke masa. Anda juga dapat membandingkan kondisi perusahaan saat ini dengan periode yang telah lalu.

Rasio cepat juga dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari komponen yang terdapat dalam utang lancar dan aktiva lancar milik perusahaan serta sebagai motivator bagi manajemen untuk meningkatkan kinerjanya.

Baca juga: Cara Menghitung Rasio Keuangan yang Benar

Rumus Menghitung Quick Ratio 

Untuk menghitung quick ratio terdapat dua rumus yang dapat digunakan, yakni:

  • Rasio Cepat = (Kas + Piutang + Surat Berharga) : Kewajiban lancar
  • Rasio Cepat = (Aktiva lancar – Biaya di muka – Persediaan) : Kewajiban lancar

Kewajiban lancar atau current liabilities adalah utang perusahaan yang wajib diselesaikan selama waktu tertentu. Sementara aktiva lancar adalah aset yang dapat diuangkan, seperti persediaan baik berupa bahan baku, barang tahap produksi, dan barang jadi.

Agar lebih memahami penerapan rumus rasio cepat, simak contoh berikut ini. 

  • Contoh Satu

Perusahaan ZTY memiliki uang tunai Rp310.000.000,00 dan sejumlah surat berharga dengan nilai konversi sebesar Rp220.000.000,00. Perusahaan ZTY juga memiliki utang wajib dibayar Rp225.000.000,00 dan piutang usaha sebesar Rp180.000.000,00. 

Berapa rasio cepat Perusahaan ZTY?

Rasio Cepat = (Kas + Piutang + Surat Berharga) : Kewajiban lancar

= (Rp310.000.000,00 + Rp180.000.000,00 + Rp220.000.000,00) : Rp225.000.000,00

= Rp710.000.000,00 : Rp225.000.000,00

= 3.15

Jadi, rasio cepat Perusahaan ZTY adalah 3.15. Artinya, perusahaan tersebut memiliki kemampuan baik untuk menyelesaikan kewajibannya. Semakin besar angka rasio cepat, semakin banyak juga aset likuid perusahaan yang digunakan untuk menutupi kewajiban maupun utang jangka pendek.

Kendati demikian, bagi investor dan trader nilai 3.15 dianggap kurang efisien dalam penggunaan aset yang dimiliki oleh perusahaan. 

  • Contoh Dua

Berdasarkan laporan, Perusahaan CHB memiliki persediaan barang yang ditotal mencapai Rp120.000.000,00, aktiva lancar surat berharga Rp287.000.000,00, biaya di muka Rp60.000.000, dan kewajiban lancar Rp185.000.000,00.

Berapa rasio cepat Perusahaan CHB?

Dari soal di atas, terdapat tiga poin penting, yakni aktiva lancar, kewajiban lancar, dan persediaan. Untuk mendapatkan nilai rasio cepat, gunakan rumus kedua.

Rasio Cepat = (Aktiva lancar – Biaya di muka – Persediaan) : Kewajiban lancar

= (Rp287.000.000,00 – Rp60.000.000,00 – Rp120.000.000,00) : Rp185.000.000,00

= Rp107.000.000,00 : Rp185.000.000,00

= 0.57

Dari perhitungan di atas, rasio cepat Perusahaan CHB adalah 0.57. Artinya, perusahaan tersebut memiliki kemampuan yang buruk dalam menyelesaikan kewajibannya. 

Umumnya, perusahaan yang memiliki rasio cepat di bawah angka satu cenderung kurang diminati oleh kreditur, investor, dan trader. Pasalnya, kondisi perusahaan yang buruk bisa berpotensi besar menyebabkan kerugian.

Perusahaan dapat dikatakan baik dan sanggup memenuhi kewajibannya adalah perusahaan yang bisa mengubah aset dengan mengubah aset jangka pendek menjadi uang tunai tanpa menjual persediaan. 

Demikianlah penjabaran singkat mengenai quick ratio beserta contoh penerapannya. Dengan mengetahui rumus tersebut, Anda akan dimudahkan dalam menghitung nilai suatu perusahaan dan mempertimbangkan kelayakan investasi pada perusahaan tersebut.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100 Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

1 COMMENT

Comments are closed.