Fungsi dan Cara Menghitung PPh 21

0
92
PPh 21

Istilah PPh 21 akan terdengar tidak asing di telinga pegawai atau karyawan tetap yang bekerja di suatu instansi maupun perusahaan. Namun, sudahkah Anda memahami pengertian, fungsi, dan cara penghitungannya yang tepat? Simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih lanjut mengenai jenis pajak penghasilan ini.

Apa Itu PPh 21?

Pajak Penghasilan Pasal 21 yang lebih dikenal dengan sebutan PPh 21 adalah pajak yang dikenakan terhadap segala bentuk penghasilan, meliputi gaji, honorarium, serta tunjangan. Pajak ini mengatur besaran yang harus dibayarkan berdasarkan jumlah penghasilan yang diterima pegawai, mantan pegawai, penerima pesangon, pensiunan, maupun penerima penghasilan lainnya.

Dasar pengenaan dan pemotongan dari pajak penghasilan ini merujuk pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak (PER) Nomor PER-16/PJ/2016 Bab V Pasal 9. Pada jenis pajak ini, pihak yang wajib pajak adalah individu atau perseorangan yang menerima pembayaran dari hasil kerjanya. 

Fungsi PPh 21

Pada umumnya, pajak berfungsi sebagai pemenuhan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam upaya pengembangan dan pembangunan negeri. Konsep ini tidak jauh berbeda dengan fungsi utama dari PPh 21. Namun, lebih lanjut, pajak penghasilan tersebut juga memiliki sejumlah fungsi lain yang lebih spesifik. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  • Mendukung distribusi pemerataan penghasilan

Dengan adanya pajak penghasilan, pemerataan pendapatan masyarakat di seluruh penjuru negeri diharapkan bisa tercapai. Distribusi penghasilan wajib pajak yang merata tentu akan berpengaruh positif dalam mengurangi atau mengentaskan kesenjangan sosial yang kerap terjadi.

  • Menyeimbangkan regulasi anggaran negara

Karena cakupannya yang merata pada penerima penghasilan wajib pajak, PPh 21 memiliki andil yang cukup signifikan terhadap regulasi anggaran negara. Pembayaran pajak penghasilan ini dianggap dapat menyeimbangkan regulasi kebijakan di bidang sosial dan ekonomi. 

  • Menjaga stabilisasi ekonomi

Seperti jenis pajak lain pada umumnya, PPh 21 juga berfungsi menstabilkan ekonomi negara. Pegawai maupun penerima penghasilan lain yang membayarkan pajak penghasilannya secara rutin telah berperan langsung dalam menghambat laju inflasi di Indonesia. Selain itu, juga berfungsi meningkatkan perlindungan dan menyeimbangkan produksi dalam negeri atau PPN.

Baca juga: Ini Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro Berdasarkan Ruang Lingkupnya!

Aturan Penghitungan PPh 21 

Sebelum mengetahui cara penghitungannya, Anda perlu memahami terlebih dahulu tarif pajak yang diberlakukan. Aturan dalam PPh 21 dikenakan kepada wajib pajak dengan besaran yang berbeda, tergantung pada jumlah Penghasilan Kena Pajak (PKP) dalam satu tahun. Berikut adalah aturan tarif pajak yang diberlakukan berdasarkan besaran penghasilan per tahun.

Penghasilan Kena Pajak dalam Setahun Tarif Pajak yang Berlaku
Rp50.000.000 5%
Rp50.000.000-Rp250.000.000 15%
Rp250.000.000-Rp500.000.000 25%
Di atas Rp500.000.000 30%

Selain mempertimbangkan PKP, PPh ini juga ditentukan dengan penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang aturannya sebagai berikut.

  • Rp54.000.000 bagi wajib pajak pribadi
  • Rp4.500.000 bagi wajib pajak yang telah menikah
  • Rp54.000.000 bagi wajib pajak istri yang penghasilannya digabung dengan suami
  • Tambahan Rp4.500.000 bagi setiap anggota keluarga sedarah atau anak angkat yang menjadi tanggungan, maksimal 3 orang untuk setiap keluarga.

Contoh Kasus: Cara Menghitung PPh 21

Rama adalah seorang karyawan yang belum menikah dan tidak memiliki tanggungan apa pun. Setiap bulan, ia menerima penghasilan utama sebesar Rp10.000.000 dengan total Rp120.000.000 dalam setahun.

Berdasarkan keterangan di atas, penghitungan Penghasilan Kena Pajak (PKP) Rama adalah sebagai berikut:

PKP = penghasilan bersih – PTKP

PKP Rama = Rp120.000.000 – Rp54.000.000 = Rp66.000.000

Karena PKP-nya masuk dalam rentang Rp50-250 juta, maka berlaku dua lapis PPh sebagai berikut:

PPh lapis pertama = 5% dari Rp50.000.000

PPh lapis kedua = 15% dari selisih PKP dan penghasilan bersih (15% dari Rp16.000.000)

Dari penghitungan di atas, pajak yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp2.500.000 dari PPh lapis pertama dan Rp2.400.000 dari PPh lapis kedua. Maka, Rama harus membayar pajak penghasilannya sejumlah Rp4.900.000 per tahun atau sebesar Rp408.000 per bulan.

Demikian ulasan ringkas mengenai pengertian, fungsi, dan cara menghitung PPh 21. Pembayaran segala jenis pajak, termasuk pajak penghasilan, memiliki fungsi aktif dalam pembangunan negara serta pengembangan kondisi sosial ekonomi masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, mengetahui cara perhitungannya bisa menjadi salah satu panduan dalam memahami penghitungan pajak bagi Anda yang masuk dalam golongan wajib pajak. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]