Pilpres AS Menghitung Hari, Bagaimana Harga Emas?

0
334
Ilustrasi Pergerakan Harga Emas Logam Mulia - Sumber Logam Mulia

Mengutip situs www.logammulia.com, perdagangan emas logam mulia Di Butik Emas Logam Mulia Aneka Tambang Tbk (ANTM) melemah Rp3.000 per gram menjadi Rp992.000 per gram pada perdagangan Jumat (30/10), dibandingkan perdagangan pada Kamis (29/10) di harga Rp995.000 per gram.

Jika dibandingkan pada penutupan perdagangan pekan lalu, emas logam mulia anjlok Rp15.000 dari sebelumnya dilego Rp1.007.000 per gram.

Sementara emas logam mulia yang diperdagangkan di Butik Emas Logam Mulia – Pulo Gadung pada Jumat (30/10), emas untuk ukuran 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 3 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram tidak tersedia. Namun hanya tersedia ukuran 50 gram dibanderol Rp46.745.000, 100 gram dibanderol Rp93.412.000, 250 gram dibanderol Rp233.265.000, 500 gram dibanderol Rp466.320.000, 1000 gram dibanderol Rp932.600.000

Ariston Tjendra selaku Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures mengatakan, harga emas spot mengalami tekanan karena kekhawatiran pasar meningkat sehingga pasar lebih memilih aset safe haven lain yaitu dolar Amerika Serikat (AS).

“Kekhawatiran ini didorong karena tidak adanya stimulus fiskal AS sebelum pemilu dan meningkatnya kasus pandemi Covid-19 di dunia yang memicu lockdown di beberapa negara Eropa. Semua ini bisa menghambat pemulihan ekonomi,” ujar Ariston kepada Akseleran, Jumat sore (30/10).

Ariston memproyeksikan, market akan volatile karena banyak event dan data penting yang akan dirilis pada pekan depan, seperti:

  • Data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) Non Farm Payrolls.
  • Keputusan suku bunga acuan bank sentral AS.
  • Hasil quick count pemilu AS.

Mata uang negeri Paman Sam, lanjut Ariston, masih bisa menguat bila the Fed bernada pesimis terhadap perekonomian AS dan jika data tenaga kerja AS tidak sesuai harapan pasar. Artinya, hal ini bisa mendorong harga emas kembali melemah.

Ariston memprediksi, emas spot akan berada di rentang harga US$1.830 per troy ons – US$1.900 per troy ons sepanjang pekan depan.

Untuk logam mulia, diprediksi akan berada di kisaran Rp980.000 per gram – Rp1.015.000 per gram.

Baca Juga:
Harga Emas Menanti Kepastian Stimulus AS
Harga Emas Diprediksi Menguat Pekan Depan

Sementara Ricky Ferlianto selaku Managing Partner Vibiz Consulting mengatakan, harga emas minggu ini (23/10 – 30/10) terus tertekan dibawah US$1,900 per troy ons karena naiknya mata uang dolar AS ditengah sentimen pasar yang “risk-off”.

“Harga emas sempat turun ke US$1,859 per troy ons sebelum akhirnya berhasil bangkit ke US$1,877 per troy ons,” ujar Ricky kepada Akseleran, Sabtu pagi (31/10).

Minggu depan, lanjut Ricky, harga emas kelihatannya akan tetap tertekan, kecuali bank sentral atau pemerintah mengumumkan bantuan fiskal.

Ricky memprediksi, pergerakan harga emas minggu depan berada dikisaran US$1,851 per troy ons yang merupakan harga “support” terkuat karena belum pernah berhasil ditembus harga tersebut setelah harga emas sempat mengalami pelemahan beberapa kali, sementara US$1,900 per troy ons yang merupakan “resistance” psikologis yang solid.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]