Apa Perbedaan Pasar Modal dan Pasar Uang?

0
10133
Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal

Dalam bidang ekonomi, perbedaan pasar modal dan pasar uang menjadi topik yang paling sering dibahas. Informasi ini pun menjadi modal penting bagi para investor pemula agar tidak salah pilih tempat di mana mereka akan mengalokasikan uangnya. Bagi Anda yang masih bingung perbedaan keduanya, cek penjelasannya berikut ini.

Instrumen yang Diperjualbelikan

Karena disebut sebagai pasar, tentunya ada barang yang diperjualbelikan. Keduanya pun punya instrumen serta target berbeda. Berikut perbedaan pasar modal dan pasar uang berdasarkan instrumen yang dijual dan targetnya.  

Pasar uang biasanya ditujukan kepada para pencari modal yang membutuhkan dana demi melakukan ekspansi bisnis. Jenis barang/instrumen yang dijual di antaranya adalah:

  1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI), merupakan surat berharga sebagai bentuk utang yang dikeluarkan Bang Indonesia dan punya jangka waktu 1-3 bulan. 
  2. Sertifikat Deposito
  3. Surat Berharga Pasar Uang, merupakan surat utang terbitan badan usaha milik pemerintah atau swasta dan punya jangka waktu maksimal satu tahun. 
  4. Banker’s Acceptance, dokumen ini umumnya didapatkan setelah suatu perusahaan melakukan transaksi jual beli barang antar negara berupa L/C. 
  5. Selain empat instrumen di atas, masih ada barang lainnya seperti Interbank Call Money, Commercial Paper, dan Promissory Notes yang sering dijual di pasar uang. 

Bagaimana dengan pasar modal? 

Target pasar modal biasanya adalah para investor juga pencari modal yang membutuhkan suntikan dana guna mengembangkan usaha. Sementara instrumen yang diperjualbelikan di pasar modal yaitu:

  1. Obligasi, merupakan surat utang yang diterbitkan oleh suatu perusahaan atau entitas pemerintah dalam jangka waktu tertentu. Saat seseorang memiliki obligasi, itu artinya si penerbit obligasi berutang pada Anda sesuai nominal serta waktu jatuh tempo yang telah dijanjikan. 
  2. Saham, merupakan suat yang dikeluarkan perusahaan sebagai bukti bahwa si pemegang adalah pemilik perusahaan dengan porsi berapa persen modal yang ditanamkan di perusahaan tersebut. Dalam pasar modal, jual beli saham memiliki peminat paling banyak. Mengapa? Karena jika perusahaan tersebut berjalan lancar, maka saham memiliki nilai jual tinggi sehingga mampu menghasilkan laba besar. 
  3. Reksa dana, merupakan jenis investasi minim risiko. Uang yang dikeluarkan untuk membeli reksa dana juga tidak terlalu mahal. Itu sebabnya instrumen satu ini banyak dimanfaatkan oleh investor pemula. 

Waktu Pengelolaan

Sebagai investor pemula, biasanya lebih suka bermain dengan instrumen yang keuntungannya bisa didapatkan dalam waktu dekat. Bila demikian, itu artinya membeli produk pasar uang adalah langkah yang tepat. Sebab, instrumen yang dijual di pasar uang memiliki jangka waktu pendek dan umumnya kurang dari satu tahun. 

Berbeda dengan pasar uang, instrumen pasar modal diperuntukkan sebagai investasi jangka panjang demi mendapatkan laba terus menerus. Dengan demikian, keuntungannya tidak akan bisa terlihat apabila Anda baru membelinya beberapa bulan lalu.  

Otoritas

Perbedaan pasar modal dan pasar uang selanjutnya terletak pada otoritas. Pemegang otoritas tertinggi pada pasar uang adalah Bank Indonesia. Nantinya, BI inilah yang berwenang mengatur serta mengawasi setiap kegiatan di pasar uang. 

Sementara itu, pemegang otoritas tertinggi pada pasar modal adalah Bursa Efek Indonesia yang berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengatur berlangsungnya seluruh transaksi. 

Baca juga: Sudah Tahu Bedanya Fintech Legal OJK dan yang Ilegal?

Keuntungan yang Diperoleh

Setiap orang yang melakukan investasi tentunya ingin mendapatkan sebuah hasil atau return. Baik pasar modal serta pasar uang, keduanya menawarkan return dalam bentuk berbeda. Dalam pasar uang, imbalan akan diberikan berbentuk bunga bank. 

Sebaliknya, bentuk return yang diberikan kepada investor pasar modal berupa dividen atau capital gain. Dividen sendiri merupakan laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Sedangkan, capital gain adalah perolehan keuntungan akibat kenaikan harga saham.

Risiko

Setiap investasi selalu memiliki risiko di dalamnya. Bagi pemula, pasar uang lebih diminati karena minim risiko. Modal yang dikeluarkan juga tidak teralu besar. Bicara mengenai risiko pasar modal, sejatinya ada banyak risiko yang mengintai karena sifatnya yang fluktuatif sehingga rentan menimbulkan kerugian. Tetapi keuntungannya, return yang ditawarkan pasar modal lebih besar. Inilah yang kerap menjadi perhitungan. 

Demikian perbedaan pasar modal dan pasar uang yang perlu diperhatikan dengan seksama sebelum mulai berinvestasi. Bila Anda sudah sangat paham mengenai informasi di atas. Kini, saatnya mulai berinvestasi. Dengan investasi, itu berarti Anda sudah menyiapkan sumber keuangan baru dan siap menjadi dana pensiun suatu hari nanti.  

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100 Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]