Inilah Perbedaan P2P Lending dan Reksa Dana!

0
788
Perbedaan P2P Lending dan Reksa Dana

Perbedaan P2P Lending dan Reksa Dana – Saat kamu melakukan investasi, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih diantara keduanya, salah satu faktornya yaitu tingkat risiko dari imbal hasil yang dihasilkan. Dengan banyaknya alternatif instrumen investasi membuat kamu harus dapat bisa memilih yang cocok dengan tujuan dan profil risikomu. Beberapa alternatif investasi yang dimaksud antara lain seperti P2P Lending, Reksa Dana, Saham dan instrumen investasi lainnya.

Namun, salah satu yang sering kita dengar adalah perbandingan sekaligus perbedaan P2P Lending dan Reksa Dana. apakah kamu sudah tahu perbedaan kedua instrumen investasi ini?

  • Reksa Dana

Investasi yang satu ini sudah berkembang cukup lama di Indonesia. Namun nyatanya perkembangan dari investasi ini hanya dimiliki oleh sebagian kecil masyarakat Indonesia bahkan jumlahnya tidak sampai 10%. 

Jadi, sebenarnya apa sih investasi reksa dana? Reksa Dana merupakan salah satu instrumen investasi yang merupakan pola pengelolaan modal dari setiap investor untuk investasi yang tersedia di pasar dengan cara membeli unit penyertaan Reksa Dana.

Sebagai pembelajaran investasi ini juga bagus untuk pemula yang belum memahami investasi, karena dalam investasi ini kamu akan dipermudah dengan adanya manajer investasi yang membantu mengelola dana kamu. Selain manajer investasi beberapa kelebihan Reksa Dana, diantaranya:

  • Likuiditas investasi ini cukup tinggi karena dapat dijual kapan saja dengan menggunakan harga NAB (Nilai Aktiva Bersih) yang berlaku saat penjualan.
  • Modal awal cukup minim, karena uang tersebut akan digabungkan dengan uang lainnya untuk dikelola secara bersama sehingga dapat dimulai dengan modal hanya Rp.100,000.
  • Reksadana ada beberapa tipe, tergantung risiko (dan imbal hasilnya): Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, Saham.
  • Uang kamu akan disimpan di bank kustodian yang menjadi pihak ketiga sehingga aman dan minim upaya pencegahan perusahaan bodong.
  • Peer-to-Peer (P2P) Lending

Alternatif investasi yang satu ini memang dapat dikatakan sebagai bentuk pengembangan dana yang tergolong baru, namun di era sekarang banyak yang menganggap investasi P2P lending sebagai investasi yang cukup mudah untuk digunakan para pemula dalam investasi.

Sebagai informasi, P2P Lending sendiri merupakan sebuah penyelenggaraan layanan jasa keuangan dimana akan mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan pinjam meminjam melalui sistem elektronik. Peraturan mengenai P2P juga sudah diatur dalam peraturan POJK Nomor 77 / POJK.01 / 2016.

P2P Lending merupakan wadah terbaik untuk kamu yang ingin meminjam sejumlah dana untuk mengembangkan usaha kamu. Atau sebaliknya, apabila kamu ingin melakukan investasi awal kamu dan memiliki peran sebagai pemberi pinjaman, maka disinilah tempat terbaik kamu.

Sebagai pemberi pinjaman, kamu akan diberikan akses untuk melihat data pengajuan pinjaman usaha tersebut untuk melihat informasi seperti riwayat peminjam, tujuan peminjaman, pendapatan peminjam dan berbagai informasi lainnya.

Baca juga: Risiko Investasi P2P Lending dan Cara Mengatasinya

Dana investasi yang kamu lakukan akan kembali setiap bulannya dengan angsuran seperti pokok utang dan disertai bunga yang telah disepakati sebelumnya. Kamu juga perlu memperhatikan pajak P2P lending yang ada sebelum kamu memulai investasi awalmu.

Jika kamu tertarik melakukan investasi di P2P lending, maka sebaiknya kamu mengetahui dahulu beberapa hal di bawah ini:

  • Imbal hasil keuntungan rata-rata 18%-21% per tahun.
  • Dapat dimulai hanya dari Rp 100 ribu.
  • Turut membantu mengembangkan UKM.
  • Proses lebih mudah, karena semua dilakukan secara online.
  • Tenor pinjaman mulai dari 1 bulan s.d. 12 bulan
  • Bunga pinjaman (imbal hasil) ada yang dibayarkan bulanan, ada yang dibayarkan di akhir tenor pinjaman

Perbandingan P2P Lending dan Reksa Dana

Dari kedua investasi tersebut tentu kamu memiliki bayangan terkait investasi tersebut dan juga sudah terpikir mana yang menjadi karakteristik kamu dalam berinvestasi. 

Dalam Reksa Dana, uang yang diinvestasikan disebar ke dalam beberapa investasi lainnya dengan tujuan memperoleh keuntungan seiring waktu.Nilai investasi dapat bertambah besar atau berkurang tergantung dari performa perusahaan maupun situasi ekonomi dan politik yang ada.

Sedangkan di P2P lending, uang yang kamu investasikan akan dijadikan dana untuk pengembangan UKM di Indonesia. Biasanya dana ini digunakan sebagai modal kerja untuk mengerjakan project yang sudah didapatkan, atau sebagai biaya operasional sampai invoice dibayar oleh client mereka.

Berbeda dengan Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi, di P2P Lending seorang Lender mengelola portofolio investasi (pemberian pinjamannya) sendiri.

Itulah beberapa perbandingan p2p lending dan reksa dana. Tetapi di akhir-akhir ini sering diperbincangkan terkait perbedaan imbal hasil dari kedua investasi ini di mana imbal hasil p2p lending rata-rata mencapai angka dua digit yang artinya menandingi imbal hasil yang diberikan oleh reksa dana.

Investasi dimulai Hanya 100 ribu dengan Imbal Hasil 2 digit di Akseleran!

Dari kedua jenis investasi yang telah dibahas di atas merupakan investasi yang dapat dimulai dengan modal kecil, tetapi untuk investasi P2P lending ini dapat dimulai hanya dari Rp 100 ribu.

Tentukan investasi yang sesuai denganmu dan jangan lupakan risiko yang ada dalam investasi tersebut. Jika ingin investasi yang dimulai dengan modal yang relatif lebih kecil dan imbal hasil yang tinggi maka jawabannya investasi p2p lending.

BLOG100 Akseleran Apps

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan langsung bisa juga menghubungi Eben (+62811-9300443) atau untuk pinjaman dana usaha kamu bisa menghubungi Omar (+62812-9799-7917) dan Rizky (+62811-1312-309) atau bisa via email [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here