Pengertian Pasar Uang dalam Dunia Investasi

0
29105
Pengertian pasar Uang

Keberadaan pasar uang seolah menjadi angin segar bagi para investor yang ingin menanamkan uangnya untuk meraih sejumlah keuntungan. Bagi para pemula, pasar uang merupakan tempat terbaik untuk melakukan investasi karena modal dan minimnya risiko. Bagi Anda yang baru mendengar mengenai pasar uang, berikut penjelasan mengenai pengertian pasar uang hingga instrumen di dalamnya. Simak, yuk!

Pengertian Pasar Uang

Pasar uang atau money market merupakan mekanisme pasar yang memungkinkan seseorang melakukan transaksi jual beli dalam bentuk sekuritas keuangan. Di sisi lain, pasar uang juga diartikan sebagai tempat di mana suatu pihak bisa meminjam dana dari pihak lain dengan tingkat bunga tertentu sebagai imbalannya. 

Adapun jangka waktu peminjaman di pasar uang cenderung pendek, mulai dari satu hari hingga maksimal satu tahun. Lebih dari setahun maka akan digolongkan sebagai pasar hutang. Transaksi pasar uang sendiri bisa dilakukan secara langsung atau melalui perantara/broker. Dilihat dari jenis mata uangnya, pasar uang dibedakan menjadi pasar domestik serta pasar valuta asing. 

Bagaimana dengan manfaat pasar uang? Secara umum berikut ini fungsi serta manfaat dari keberadaan pasar uang:

  1. Bagi perusahaan yang membutuhkan sejumlah dana untuk ekspansi, keberadaan pasar satu ini bisa berfungsi sebagai sumber pembiayaan. 
  2. Bagi investor asing yang ingin menanamkan modal di Indonesia, pasar uang bisa menjadi fasilitator serta mediator dalam menyalurkan pinjaman jangka pendek. 
  3. Tempat perdagangan surat-surat berharga dengan waktu jangka pendek
  4. Sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat lokal sekaligus menjadi alat untuk menawarkan investasi berupa Surat Berharga Pasar Uang dan Sertifikat Bank Indonesia kepada masyarakat. 

Bicara mengenai pengertian pasar uang, itu artinya Anda juga perlu tahu siapa pemegang otoritas tertinggi dalam transaksi ini. Seluruh transaksi hingga regulasi yang ada diawasi dan diatur oleh Bank Indonesia. Sementara pelaku kegiatan pasar uang terdiri dari beragam elemen, seperti bank-bank komersial, perusahaan swasta, perusahaan pemerintah, brokers dan dealer, pemerintah, money market mutual funds, serta future market exchange. 

Risiko Pasar Uang 

Ibarat dua sisi mata pisau, selain berpeluang menghasilkan keuntungan, pasar uang juga memiliki risiko yang harus ditanggung oleh investor. Apa saja risiko yang mungkin terjadi?  

  1. Risiko gagal bayar (default risk), hal ini terjadi ketika pihak yang mendapatkan modal dari Anda tak mampu melakukan pembayaran saat tagihan jatuh tempo. 
  2. Risiko penanaman kembali (reinvestment risk), merupakan risiko akibat mengalihkan investasi.
  3. Risiko fundamental (fundamental Risk), merupakan risiko yang disebabkan perubahan kebijakan pemerintah, moneter, fiskal, dan kondisi makro ekonomi. 
  4. Risiko pasar (market risk), merupakan risiko yang terjadi akibat pergerakan nilai tukar, fluktuasi harga, dan suku bunga. 

Selain empat risiko di atas, pasar uang juga bisa dipengaruhi oleh risiko non-ekonomi seperti situasi sosial politik serta bencana alam. 

Instrumen Pasar Uang

  • Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

SBI adalah surat berharga keluaran Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka 1-3 bulan dengan sistem diskonto/bunga untuk imbalannya. Di sisi lain, SBI digunakan BI dalam mengontrol kestabilan nilai rupiah. Lewat penjualan SBI, maka Bank Indonesia bisa menyerap kelebihan uang primer yang beredar. 

  • Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)

SBPU merupakan surat berharga terbitan bank yang ditandatangani nasabah sebagai surat jaminan pelunasan utang. 

  • Call Money

Call money biasanya digunakan saat bank ingin mengalihkan kelebihan uang jangka pendek yang sifatnya sementara. Adapun jangka waktu call money sangat pendek. Biasanya berkisar hingga 7 hari. 

  • Sertifikat Deposito

Sertifikasi deposito adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh bank dengan jumlah nominal tertentu sebagai surat atas tunjuk. Maksud dari atas tunjuk adalah sertifikat deposito yang Anda terima bukan atas nama perorangan, sehingga siapa saja yang memilikinya bisa memperjualbelikannya kepada pihak lain. 

Baca juga: Karakteristik Serta Risiko yang Ada Pada Sertifikat Deposito

  • Treasury Bills

Instrumen pasar uang yang sering disebut T-Bills ini merupakan sejenis surat obligasi pemerintah dengan jangka waktu jatuh tempo cukup pendek. 

  • Commercial Paper

Commercial paper banyak dimanfaatkan sebagai investasi jangka pendek untuk membeli inventaris atau biaya pengelolaan modal kerja yang singkat. Instrumen satu ini bisa menjadi alternatif terbaik guna menambah modal usaha, alih-alih mengambil pinjaman dari bank. 

Demikian ulasan mengenai pengertian pasar uang, risiko, hingga instrumen di dalamnya. Setelah memahaminya, ayo mulai investasi dari sekarang untuk menyiapkan masa depan yang cerah. 

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 16% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]