P2P Lending Akseleran Turut Membawa Transkon Jaya IPO

0
2022
Akseleran turut membawa Transkon Jaya IPO

“Melalui IPO ini, Transkon Jaya akan meraup dana segar sebesar Rp93,75 miliar”

JAKARTA – Akseleran menjadi fintech Peer to Peer (P2P) Lending pertama di Indonesia yang berhasil membawa UKM-nya asal Balikpapan, Kalimantan Timur bernama PT Transkon Jaya Tbk untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Agustus 2020. Melalui IPO ini, calon emiten yang akan menggunakan kode saham TRJA tersebut akan meraup dana segar sebesar Rp93,75 miliar.

Christopher Gultom, Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran, menyambut gembira atas keberhasilan PT Transkon Jaya Tbk yang menjadi perusahaan pertama yang IPO melalui pipeline Bursa Efek Indonesia perwakilan Kalimantan Timur. Menurutnya, Akseleran bangga sebagai fintech P2P Lending yang selama ini selalu mendukung dalam penyaluran pinjaman usaha kepada PT Transkon Jaya Tbk sejak Maret 2018.

“Ketika ada UKM yang selama ini kami dukung penuh terkait permodalan usaha dan akhirnya dapat melantai di Bursa Efek Indonesia tentu ini tidak hanya menjadi prestasi bagi Akseleran melainkan juga industri P2P Lending di Indonesia yang menunjukkan mampu memberikan akses keuangan sebesar-besarnya bagi pertumbuhan bisnis UKM. Untuk Transkon sendiri, pertama kali memperoleh permodalan usaha untuk kelansungan bisnisnya dalam jasa penyediaan kendaraan dari Akseleran sebesar 200 juta rupiah dan secara kumulatif dari Maret 2018 sampai saat ini sudah mencapai total sebesar 41,91 miliar rupiah baik yang melalui Akseleran langsung maupun lending partner Akseleran dengan rasio keterlambatan pembayaran (NPL) ke Akseleran 0%,” ujar Christopher di Jakarta, Senin (24/8).

Selain itu, dia menjelaskan, tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada UKM-UKM binaan Akseleran lainnya yang juga menjadi perusahaan terbuka mengikuti jejak PT Transkon Jaya Tbk. Oleh karena itu, Christopher menegaskan, Akseleran akan terus berkomitmen untuk mengakomodasi para pelaku usaha lainnya di seluruh Indonesia agar dapat memperoleh pinjaman usaha yang berbasiskan invoice financing maupun pre-invoice financing dengan besaran mulai dari Rp200 juta hingga Rp2 miliar. “Hingga pertengahan Agustus 2020, Christopher menyampaikan, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha secara kumulatif sebesar Rp1,38 triliun lebih kepada 2.200 peminjam dengan rasio NPL di angka sekitar 0,4% dari total penyaluran pinjaman,” ungkapnya.

Alex Syauta, Sekretaris Perusahaan PT Transkon Jaya Tbk, menyatakan penghargaan dan apresiasi yang besar kepada Akseleran yang telah menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan hingga akhirnya dapat IPO. Dia menyatakan, perusahaan berencana menawarkan 375 juta saham ke publik dengan harga penawaran Rp250 per saham.

Dengan demikian, Alex mengatakan, perseroan akan meraup dana IPO sebesar Rp93,75 miliar. Adapun tujuan penggunaan dana IPO tersebut, dia menjelaskan, sekitar 70% untuk pengembangan usaha perseroan yaitu sebagai pembayaran uang muka pembelian kendaraan baru yang bertujuan disewakan sesuai kegiatan usaha utama perseroan dan 30% lagi untuk modal kerja dalam pembelian suku cadang, ban, dan oli.

“Kami berharap permodalan perseroan semakin kuat dan pertanggungjawaban perseroan kepada publik semakin kuat dengan adanya good corporate governance. Transkon juga berharap Akseleran dapat terus mengikuti perkembangan pendanaan Transkon mengingat struktur permodalan kami yang semakin kuat setelah IPO dan perlu diimbangi oleh penambahan dalam pembiayaan,” tambah Alex.