Operating Margin: Pengertian, Fungsi, dan Rumus Perhitungannya

1
5432
operating margin

Operating Margin sangatlah penting bagi suatu perusahaan karena berhubungan erat dengan pengelolaan bisnis dan risikonya. Dengan perhitungan ini, investor bisa mendapatkan gambaran mengenai besaran keuntungan dan dividen yang akan dibagikan. Sementara bagi kreditur, nilai margin operasional bisa dijadikan indikator kesanggupan perusahaan membayar utang. 

Pengertian Operating Margin

Margin operasional adalah metrik keuangan untuk mengukur profitabilitas bisnis. Rasio profitabilitas sendiri merupakan cara untuk menilai tingkat pengembalian dari investasi perusahaan secara secara tepat. 

Sederhananya, perhitungan ini menujukkan persentase pendapatan yang dihasilkan setiap penjualan sebelum membayar bunga dan pajak, tetapi sudah dikurangi biaya variabel produksi, seperti bahan baku dan gaji. 

Mengingat marjin operasional termasuk bagian dari rasio profitabilitas, untuk perhitungannya cukup sederhana, yakni membagi laba operasional dengan penjualan bersih perusahaan. Margin yang biasa ditemukan dalam laporan laba rugi perusahaan ini juga disebut sebagai margin laba operasi.

Fungsi Marjin Operasional

Pada dasarnya, fungsi dari margin operasional adalah untuk menunjukkan profitabilitas perusahaan selama periode waktu tertentu. Margin ini menjadi indikator mengenai seberapa baik pengelolaan dan risiko usaha. 

Margin operasional juga memudahkan investor untuk memahami bagaimana suatu bisnis bisa menghasilkan uang. Meskipun demikian, marjin ini hanya bisa digunakan untuk membandingkan perusahaan yang sama dengan lini dan penjualan serupa. 

Membandingkan perusahaan yang mempunyai sektor industri berbeda tidak akan menghasilkan petunjuk mengenai kinerja dan profitabilitas keduanya. Oleh karena itu, dalam perhitungannya sebagian besar analis menghitung margin operasional dengan menambahkan amortisasi dan depresiasi untuk memudahkan perbandingan. 

Marjin operasional sering digunakan manajer untuk mencari proyek yang paling berkontribusi terhadap keuntungan perusahaan. Meskipun dalam pelaksanaannya, proses ini kerap terkendala pengeluaran tambahan yang tidak berkaitan dengan proses produksi (biaya overhead).

Rumus Menghitung Marjin Operasional

Ketika hendak menghitung operating margin perlu diingat bahwa keuntungan opersional sama dengan keuntungan sebelum pajak dan bunga atau disebut Earnings Before Interest and Taxes (EBIT). 

EBIT merupakan hasil pengurangan pendapatan dari Cost of Goods Sold atau Harga Pokok Produksi dan biaya umum terkait administrasi ataupun penjualan tanpa bunga dan utang. Untuk menghitungnya, investor cukup membagi keuntungan operasional dengan penjualan bersih dari laporan laba rugi.

Singkatnya, EBIT adalah keuntungan kotor dikurangi beban operasional, depresiasi, dan amortisasi. Sementara rumus Margin Operasional adalah laba operasional dibagi pendapatan kemudian hasilnya dikali seratus persen.

Baca juga: Memahami Apa Itu Price to Book Value dalam Saham!

Contoh Satu

Pada tahun 2020, Perusahaan Tembakau DYG memiliki pendapatan Rp500.000.000,00 dengan Harga Pokok Penjualan Rp200.000.000,00 dan biaya administrasi Rp75.000.000,00. Berapa margin operasionalnya?

Sebelum menghitung margin operasional, Anda harus lebih dulu menghitung laba operasi dengan rumus pendapatan dikurangi HPP, beban penjualan, beban umum, dan biaya administrasi.

Laba Operasional = Pendapatan – Harga Pokok Penjualan – Biaya Administrasi

= Rp800.000.000,00 – Rp200.000.00,00 – Rp75.000.000,00

= Rp525.000.000,00

Margin Operasional = Laba Operasional : Pendapatan

= Rp525.000.000,00 : Rp800.000.000,00

= 0.65 x 100%

= 65%

Dengan hasil tersebut diketahui bahwa marjin operasional Perusahaan Tembakau DYG mencapai 65% yang artinya lebih tinggi dari nilai rata-rata perusahaan serupa, yakni 39.7%. Dengan margin ini, perusahaan dapat menggaet investor dan kreditor untuk mengembangkan usaha.

Apabila Perusahaan Tembakau DYG bisa mendapatkan harga lebih murah dari pemasoknya, HPP dapat ditekan hingga Rp100.000.000,00. Artinya, marjin operasional perusahaan akan meningkat menjadi 78%.

Contoh Dua

Dalam laporan laba rugi tahun 2020 Perusahaan Tembakau DKS mencatat bahwa total pendapatan perusahaan mencapai Rp12.5 miliar. Pendapatan operasional belum pajak Rp4.5 miliar setelah dikurangi seluruh biaya operasional Rp800 juta.  

Berapa margin operasionalnya?

Margin Operasional = Laba Operasional : Pendapatan

= Rp4.5 miliar : Rp12.5 miliar

= 0.36 x 100%

Hasilnya, margin operasi sebesar 36% mampu dihasilkan oleh Perusahaan Tembakau DKS. Nilai tersebut lebih rendah dari margin rata-rata perusahaan serupa, yakni mencapai 39.7%. Artinya, perusahaan memiliki margin operasi yang kurang baik dan perlu ditingkatkan.

Demikianlah informasi mengenai operating margin yang perlu Anda ketahui untuk menambah wawasan tentang bagaimana cara bisnis berjalan. Dengan informasi tersebut, Anda akan lebih mudah membuat keputusan investasi untuk masa depan.  

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata 10,5%-12% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100 Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]