MOQ Adalah: Definisi, Manfaat, Rumus dan Contohnya

0
460
MOQ Adalah

Siapa nih yang suka melakukan transaksi belanja online? Sadar atau tidak, saat membeli sesuatu secara online, kita akan menemukan aturan Minimum Order Quantity (MOQ) dalam produk yang diperjualbelikan. MOQ adalah salah satu bagian strategi bisnis yang memiliki banyak manfaat.

Lalu, sebenarnya apa itu MOQ? Seperti apa contohnya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, silakan simak uraian berikut.

Pengertian MOQ

Minimum Order Quantity atau MOQ artinya adalah penetapan jumlah minimal untuk melakukan pemesanan produk. Biasanya, hal ini akan memengaruhi harga dari produk tersebut.

Tanpa MOQ, suatu produk biasa dijual dengan harga tertentu yang cukup tinggi. Namun, dengan penerapan MOQ, harga produk bisa menjadi lebih rendah.

Contoh MOQ

Salah satu contoh MOQ adalah ketika kamu membeli suatu produk, misal baju, secara online. Harga baju tersebut Rp50.000. Kemudian penjual menerapkan MOQ, sehingga ada pilihan jika bersedia membeli minimal lima pcs baju, total harga hanya akan menjadi Rp200.000.

Jika dihitung kembali, artinya setiap baju hanya dihargai Rp40.000. Kamu mendapat potongan harga Rp10.000 dari pembelian setiap baju. Syaratnya, kamu harus membeli minimal lima pcs. Jika jumlah pembelian kurang dari itu, kamu akan tetap mendapat harga normal, Rp50.000.

Manfaat Penetapan MOQ

Dalam bisnis, penerapan MOQ adalah hal yang lumrah. Alasannya adalah untuk menaikkan jumlah penjualan dalam waktu yang lebih cepat.

Namun di samping itu, sebenarnya ada manfaat lain yang bisa diperoleh, baik oleh penjual maupun pembeli. Beberapa manfaat dari pengaplikasikan harga dengan minimum order adalah sebagai berikut.

Upaya Mengendalikan Jumlah Stok

Manfaat pertama penerapan harga minimal order adalah sebagai upaya untuk mengendalikan jumlah stok barang supaya tidak terjadi slow moving atau pergerakan lambat.

Maksudnya, dalam proses produksi barang, jika stok barang produksi tidak segera dipasarkan, ia memiliki risiko untuk mengendap dan akhirnya sulit laku. 

Maka, dengan penerapan sistem minimal order inilah diharapkan konsumen akan tertarik membeli produk dalam jumlah yang banyak. Akhirnya, stok produk yang ada pun akan bergerak dinamis.

Upaya Mempercepat Penghabisan Stok

Ada kalanya produk yang dibuat produsen maupun yang dimiliki penjual sulit untuk dijual, hingga akhirnya mendekati masa kedaluwarsa atau sudah tidak sesuai kebutuhan zaman. Jika demikian, penjualan dengan MOQ adalah salah satu solusi untuk mengatasinya.

Hal ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan memberikan diskon pada produk, tetapi syaratnya dengan membeli produk dalam jumlah tertentu. Secara psikologis, konsumen pun akan merasa diuntungkan, sebab mereka bisa membeli produk dengan harga miring.

Upaya Menaikkan Keuntungan dan Kelancaran Arus Kas

Jika pengusaha tidak bisa menjual produk, dan akhirnya hanya menumpuk sebagai persediaan, maka arus kas akan macet. Hal ini sangat memengaruhi proses bisnis karena aktivitas bisnis lainnya pun akan terhenti.

Maka, menjual produk dengan dengan MOQ adalah salah satu langkah cerdas yang bisa dipilih demi bisa mengembalikan kelancaran arus kas. Di samping itu, penjualan stok produk yang banyak dalam waktu singkat juga akan meningkatkan laba bagi pengusaha.

Baca juga: Contoh Laporan Arus Kas Beserta 2 Metode Penyusunannya

Jenis Penetapan MOQ

Penetapan MOQ memang umum ditemui dalam transaksi jual-beli online. Namun, sebenarnya hal ini juga kerap dilakukan dalam transaksi jual-beli offline. Ada dua jenis penetapan MOQ yang biasa dilakukan, yaitu soft MOQ dan hard MOQ.

Soft MOQ adalah penetapan minimum order yang masih bisa dinegosiasikan. Penjual dan pembeli bisa menerapkan aturan tersebut, tetapi tidak mutlak. Sehingga keduanya masih bisa mengomunikasikan lebih lanjut demi mendapat kesepakatan bersama.

Sementara hard MOQ merupakan penetapan minimum order secara mutlak dari pihak penjual. Jika pembeli tidak mau membeli dengan jumlah minimal tersebut, maka ia tak akan mendapat potongan harga.

Cara Menghitung MOQ

Bagi pengusaha, MOQ tidak bisa diterapkan secara sembarangan. Namun, ada rumus yang bisa dipakai supaya penetapan MOQ tersebut tetap memberikan manfaat, bukan justru merugikan. Berikut ini adalah rumusnya:

EOQ = akar dari (2 x R x S) : (P x I)

Keterangan:

EOQ = Economic Order Quantity, jumlah pesanan dengan meminimalkan total biaya untuk pemesanan dan penyimpanan.

R = jumlah barang yang dibutuhkan dalam setiap kali melakukan pemesanan.

S = biaya pemesanan.

P = harga beli setiap produk.

I = persentase biaya penyimpanan setiap produk.

Contoh:

PT A membutuhkan produk baju 1.000 pcs. Harga untuk setiap baju adalah Rp30.000. Lalu, untuk biaya pemesanan yang dibutuhkan adalah Rp100.000, dan setiap produk membutuhkan biaya penyimpanan sebesar 10 persen.

Maka EOQ = akar dari (2 x 1.000 x 30.000) : (100.000 x 10%)

EOQ = akar dari 60.000.000 : 1.000

EOQ = √6.000.000

EOQ = 2.449, 5

EOQ = 2.449

Sehingga, pembelian minimum yang diperlukan adalah sebanyak 2.449 pcs baju untuk setiap kali pembelian.

Kesimpulan

Demikian uraian penjelasan tentang Minimum Order Quantity. Intinya MOQ adalah salah satu strategi bisnis supaya pergerakan stok produk dapat berjalan sebagaimana mestinya, sehingga kegiatan bisnis dapat berjalan dengan baik dan bisa memberikan keuntungan.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]