Cerita Perjalanan Mixue, Es Krim yang Sedang Hits

0
512
Cerita Perjalanan Mixue, Es Krim yang Sedang Hits

Di tahun 1997, Zhang Hongchao, seorang mahasiswa asal Tiongkok berpikir untuk membangun sebuah ide bisnis dengan mendirikan kedai es modern yang menjual es serut, es krim dan minuman smoothie untuk kalangan muda. Namun kala itu Zhang Hongchao yang merupakan mahasiswa tingkat akhir tidak memiliki modal sama sekali. Zhang akhirnya meminjam uang ke neneknya sebesar 4.000 Yuan atau Rp8,5 juta untuk membuka kedai es serut pertamanya. Karena minim modal dan peralatan untuk membuat es serut, Zhang memberanikan diri untuk bereksperimen. Hasilnya, usaha es serut Zhang Hongchao punya omzet 200 Yuan per harinya atau sekitar Rp200.000 an. Sayangnya usaha es serut pertama Zhang ini bangkrut karena perubahan musim di Tiongkok. Zhang Hongchao akhirnya terpaksa menutup usahanya dan menyelesaikan kuliahnya.

Di tahun 1999, ia masih yakin dengan ide usahanya dan kembali mendirikan usaha es serut. Kali ini ia memberi nama es serutnya Mixue Bingcheng. Bisnis es Mixue berhasil selamat dari perubahan musim, karena beroperasi di daerah Zhengzhou, Tiongkok yang cukup padat penduduk. Sampai pada tahun 2006 yang menjadi awal kesuksesan Mixue di Tiongkok. Di tahun 2006, es krim berbentuk seperti obor menjadi laku di kota Zhengzhou. Pasalnya, di masa itu es krim yang tinggi dalam kerupuk cone adalah hal baru.

Mengetahui adanya tren baru es krim tinggi dalam cone ini, kemudian membuat Zhang bereksperimen menciptakan resep es krim yang enak tapi dengan harga jual murah. Puncaknya di tahun 2008, bersamaan dengan Olimpiade Beijing 2008. Es krim obor jadi cemilan yang sangat populer di Tiongkok. Saking populernya, harga es krim berbentuk obor yang sebelumnya hanya 2 Yuan (Rp4.000an) naik menjadi 10 Yuan (Rp20.000 an). Dengan momentum es krim obor yang sedang laku keras dan mahal inilah Mixue hadir dengan resep es krim yang enak tapi dijual lebih murah seharga 2 Yuan (Rp4.000an). Karena hal ini nama Mixue kemudian menjadi terkenal di seluruh Tiongkok. Di tahun 2008 kemudian Mixue menjadi franchise yang berkembang pesat karena berhasil membuka 180 cabang. Setelahnya, Mixue tak hanya menjual es krim obor, mereka mulai merambah minuman seperti milk tea dan bubble tea.

Mixue menjalankan strategi bisnis dengan menawarkan harga jual produk murah dan menargetkan konsumen menengah ke bawah. Saat ini, produk termurah dibanderol dengan harga Rp8.000 dan produk termahal seharga R30.000. Meski harga jual lebih murah, Mixue tetap mengutamakan kualitas produk yang baik. Tidak dipungkiri bahwa Mixue bertumbuh cepat dengan sistem franchise. Terbukti dengan laba bersih masing-masing cabang mencapai 60% dari pendapatan. Kini Mixue sudah memiliki 10.000 cabang, termasuk 300 cabang yang ada di Indonesia.

Berawal dari modal usaha yang dipinjam dari nenek, Mixue sekarang menjadi brand es krim dan bubble tea terlaris di Tiongkok dengan nilai penjualan hingga 6,5 miliar Yuan (Rp14 triliun) per tahun. Sepanjang tahun 2021, Mixue berhasil mendapatkan omzet lebih dari 20 miliar Yuan atau sekitar Rp43 triliun. Mixue menargetkan IPO di bursa saham Hongkong setidaknya di tahun depan.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 10,5% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]

Penulis: Ayu Diah Callista | Editor: Rimba Laut