Mengatur Anggaran Selama Ramadan di Tengah Pandemi

0
669
Persiapan Puasa

Ramadan tahun ini merupakan kali kedua kita jalani di tengah situasi pandemi Covid-19. Pembatasan sosial dan protokol kesehatan masih terus diberlakukan untuk memutus rantai penularan virus. Alhasil, momen puasa tahun ini pun kembali mengalami penyesuaian, termasuk dalam hal pengaturan anggaran belanja bahan makanan.  

Seperti yang dilakukan oleh sejumlah Sobat Akseleran berikut ini. Seperti apa penyesuaiannya dan bagaimana mereka mengatur biaya di bulan puasa selama pandemi? Barangkali tips dari teman-teman ini bisa juga kamu terapkan. 

Iis (29)

Dikarenakan saat ini sedang pandemi, jadi anggaran untuk berbuka puasa di luar bisa untuk membeli bahan makanan. Saya pun memilih memasak sendiri dengan biaya yang lebih hemat dan bisa dinikmati sepuasnya dengan semua anggota keluarga.  Saya mengatur biaya pengeluaran dengan cara menuliskan rinci bahan-bahan yang diperlukan selama bulan Ramadan. Saya juga membatasi diri untuk tidak sembarang membeli makanan di luar, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Husni (37)

Saat bulan puasa biasanya menyajikan hidangan yang lebih spesial, baik pada saat sahur maupun berbuka. Sehingga pengeluaran untuk makan per hari bisa lebih besar dari hari-hari biasa. Supaya bisa tetap menghadirkan menu-menu spesial itu, maka pengeluaran “jajan-jajan” seperti belanja online, misalnya itu dialihkan untuk pengeluaran makanan. 

Aulia (24)

Karena masih work from home (WFH) dan hanya berbuka puasa bersama keluarga di rumah, maka saya memutuskan memasak untuk buka puasa dan menyetok makanan untuk mempermudah menyiapkan sahur. Saya juga memanfaatkan promo/diskon yang ditawarkan oleh jasa food online delivery. Saya membuat list anggaran apa saja yang mau dibeli berdasarkan kebutuhan dan keinginan. Selain itu, menentukan budget untuk memesan food online delivery maksimal 2 kali dalam seminggu.

Ilham (26)

Ramadan di masa pandemi ini memang saya lebih banyak di rumah. Selain hemat, juga lebih sehat dan dapat berkumpul bersama keluarga. Pengeluaran hanya untuk kebutuhan prioritas saja.

Yuni (30)

Karena tidak banyak buka puasa maupun sahur bersama seperti sebelum pandemi, saya lebih sering memasak sendiri untuk makanan buka dan sahur jadi bisa lebih hemat untuk biaya makanan. Selain itu, juga tidak banyak ongkos untuk bepergian ke acara-acara di luar rumah.

Isna (28)

Karena selama pandemi ini kita kan disarankan untuk stay at home dan bekerja juga WFH, secara tidak langsung itu mengurangi biaya-biaya lainnya yang biasa dikeluarkan. Terlebih saat bulan puasa kita seringkali mengadakan buka bersama dengan teman sekolah/kuliah/kantor yang juga bertujuan menyambung silaturahmi. Alokasi dana tersebut yang biasa dikeluarkan di tahun-tahun sebelumnya bisa dihapuskan. Kalau saya membaginya, dari gaji yang diterima, 35 persen untuk biaya sehari-hari, 25 persen untuk biaya tak terduga dan sisanya 40 persen ditabung atau diinvestasikan.

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]