Mencermati Peluang Ekonomi dari Tingginya Indeks Keyakinan Konsumen

0
303

Survei Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada Maret 2021 memperlihatkan peningkatan keyakinan masyarakat terhadap pulihnya kondisi ekonomi. Hal ini terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Maret 2021 yang mencapai 93,4. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan Februari dan Januari 2021 yang masing-masing sebesar 85,8 dan 84,9. 

Responden survei menyampaikan bahwa perkembangan program vaksinasi nasional yang berjalan lancar mendorong perbaikan keyakinan terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ke depan. 

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudistira mengungkapkan, dengan keyakinan konsumen yang semakin baik, harapannya masyarakat kelas menengah atas sudah mulai kembali berbelanja dan turut berpengaruh terhadap pertumbuhan kredit.

Momentum bangkit pelaku usaha

Bhima menjelaskan, optimisme konsumen ini harus bisa menjadi momentum yang ditangkap peluangnya oleh para pelaku usaha. Ada dua hal menurut Bhima yang perlu dilakukan pengusaha terkait tingginya angka keyakinan konsumen ini.

Pertama, mulai menyiapkan stok bahan baku untuk mengantisipasi kenaikan. Khususnya, pada  semester dua yang diharapkan kenaikan akan terjadi pada libur Natal dan Tahun Baru. 

“Karena pada waktu Lebaran ini kan masih ada larangan mudik. Harapannya, di Tahun Baru ketika sudah ada relaksasi mobilitas, orang akan tergerak melakukan perjalanan,” ujar Bhima kepada Akseleran, Senin, (12/4). 

Kedua, pelaku usaha harus memahami situasi pemulihan ekonomi itu seperti huruf “K”. Ada sektor yang tinggi sekali pertumbuhannya, ada pula yang butuh waktu lama untuk pulih seperti sedia kala. Sektor-sektor yang terbilang cepat pemulihannya, antara lain yang berkaitan dengan komoditas dan ekonomi digital. Sementara, sektor yang lama pemulihannya, antara lain transportasi dan pariwisata. 

“Pelaku usaha mungkin sudah bisa menyesuaikan pola perilaku konsumsi, melihat secara sektoral mana pertumbuhan yang relatif bagus. Selain itu, juga melihat bagaimana stimulus pemerintah mampu meningkatkan penjualan di beberapa sektor,” ungkap Bhima. 

Peluang bagi UMKM

Ia mencontohkan, untuk para pengusaha UMKM dapat memanfaatkan peluang subsidi ongkos kirim (ongkir) sebesar Rp500 miliar yang digulirkan pemerintah. Subsidi ini terkait Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada H-10 hingga H-5 Hari Raya Idul Fitri 1422 Hijriah. Langkah ini merupakan salah satu upaya meningkatkan daya tarik konsumsi masyarakat selama bulan puasa dan saat Lebaran.

Challenge-nya baru 13 persen UMKM yang memanfaatkan platform digital. Jadi, ini momentum bagi UMKM untuk scale up usahanya mengadopsi teknologi digital dan memperluas pangsa pasarnya. Mumpung ada dorongan dan subsidi pemerintah,” saran Bhima.

Ia menambahkan, pelaku UMKM juga perlu jeli melihat sektor-sektor yang pergerakannya cukup positif dan masuk ke sektor tersebut. Kemudian, UMKM harus melihat peluang dari sektor tersebut yang kira-kira dapat dimasuki dengan menjadi rantai pasok industri besar, seperti supply chain financing.  

Ayo dukung pertumbuhan ekonomi dengan memberikan pendanaan UMKM secara aman di Akseleran! Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran.

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau via email [email protected]