Masih Perlukah Kita Ikut Arisan?

0
950

Arisan sepertinya sudah menjadi tradisi di lingkungan rumah, termasuk di lingkungan kerja. Terkadang arisan dibentuk sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar tetangga, rekan kerja bahkan silaturahmi atau reuni rutin dengan sahabat lama. Biasanya arisan dilakukan dalam waktu tertentu, seperti sekali dalam sebulan.

Jumlah nominal arisan, ditentukan sesuai kesepakatan bersama. Misalkan, arisan bulanan, lalu setiap peserta diminta untuk menyetor Rp100 ribu per bulan dan terdapat 10 peserta, maka dalam satu bulan akan terkumpul uang sebanyak Rp1 juta. Jika dana sudah terkumpul, biasanya diundi untuk mengetahui siapa yang menerima arisan pada bulan pertama.

Lalu sebenarnya masih perlukah ikut arisan? Mengutip studi yang dikeluarkan CNBC Indonesia, 46,87% dari 941 perempuan di Indonesia berusia 23-45 tahun mengikuti arisan. Lalu sebanyak 61,445% perempuan mengaku ikut arisan karena mendapatkan uang, sedangkan sisanya 33,33% untuk menjalin pertemanan.

Masih dalam hasil riset yang sama, dipaparkan juga keuntungan dan kerugian mengikuti arisan.

Keuntungan Arisan

1. Bersosialisasi
Sebagian perempuan menilai, arisan sebagai sarana bersosialisasi yang sedang mencari support system dan pertemanan. Bahkan bisa saling tukar informasi yang terkadang malah menjadi pengetahuan baru.

2. Promosi
Bagi Sobat yang sedang merintis usaha, mengikuti arisan bisa menjadi sarana mempromosikan produk-produk yang Sobat jual.

3. Menabung
Mengingat kegiatan utamanya adalah mengumpulkan uang, maka secara finansial tentu Sobat “dipaksa” menyisihkan uang untuk menyetorkan kewajiban arisan.

Baca Juga:
Ini Biaya-biaya yang Muncul Saat Mengajukan KPR
Bunda Ingin Punya Waktu Bersama Keluarga Tapi Tetap Bisa Mengembangkan Dana? Ini Solusinya!

Kerugian Arisan:

1. Boros
Mendapatkan uang dalam waktu sekejap (jika menang undian pertama), terkadang bisa lupa diri. Terlebih jika mendapatkan uang arisan yang relatif besar dan tidak diatur dengan baik, tentu hal ini bisa memicu Sobat untuk boros.

2. Tidak terikat hukum
Arisan selama ini hanya berwujud kesepakatan bersama mengenai sebuah nominal. Tapi, tidak ada payung hukum yang mengikat hak dan kewajiban anggota-anggotanya. Sehingga, ketika uang arisan dibawa lari oleh oknum, maka tidak ada ikatan hukum yang menjamin. Terkadang pula, bisa saja terjadi salah satu peserta telat menyetor atau bahkan tidak menyetor padahal telah mendapatkan uang arisan.

3. Ajang pamer
Jika berkumpul dengan kelompok yang menjadikan arisan sebagai ajang pamer, biasanya akan ada desakan untuk ikut memamerkan materi yang dimiliki. Jika diteruskan, bahkan memaksakan diri, bisa-bisa pengeluaran untuk arisan malah lebih boros dibanding pengeluaran keluarga.

Sobat, jika sudah mengetahui keuntungan dan kerugian arisan, masih perlukah Sobat ikut arisan? Selain arisan, sebenarnya ada cara mengembangkan dana yang aman, mudah dan menguntungkan, yakni P2P Lending Akseleran. Kenapa P2P Lending Akseleran? Karena sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta tersertifikasi ISO27001 full scope, bisa mulai dari Rp100 ribu serta menawarkan imbal hasil hingga mencapai 21% per tahun.

Daftar sekarang dan dapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun di Akseleran

Akseleran memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode CORCOMMBLOG. Melakukan pendanaan di P2P Lending Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 98% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan. Sehingga dapat menekan tingkat risiko yang ada. Akseleran juga sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor surat KEP-122/D.05/2019 sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]