Apa Itu Lender? Ini Selengkapnya!

0
255
Lender Adalah

Makin canggihnya teknologi membuat segala hal makin mudah, termasuk salah satunya mendapatkan uang. Tidak perlu heran apabila belakangan banyak muncul jenis usaha baru terkait teknologi, di antaranya financial technology (fintech) atau teknologi keuangan.

Salah satu jenis usaha di bidang fintech yang cukup populer dan mulai banyak bermunculan adalah P2P lending. Peer to peer (P2P) lending merupakan sebuah sistem yang mempertemukan penyalur dana dengan peminjam melalui situs atau aplikasi online.

Dari sinilah muncul istilah lender (pemberi pinjaman) dan borrower (penerima pinjaman). 

Mengenal Lender

Lender adalah sebutan bagi badan hukum atau perorangan yang memenuhi kualifikasi dalam memberi pinjaman melalui platform fintech lending (pinjaman online). Memiliki dana cukup dan sesuai dengan kebutuhan platform merupakan syarat utama menjadi lender.

Selain itu, lender juga diwajibkan telah berusia minimal 21 tahun, sudah bekerja, memiliki NPWP, dan memiliki penghasilan tetap. Setiap lender dianggap memahami cara kerja fintech lending sehingga sebelum memutuskan untuk berinvestasi di bidang ini, pastikan kita tahu setiap risiko yang ada.

Dalam menjadi lender, risiko yang mungkin akan dialami adalah keterlambatan pembayaran dana oleh peminjam, tidak memperoleh imbal hasil sesuai yang diharapkan, hingga mengalami penggelapan dana karena berurusan dengan fintech lending tidak resmi atau ilegal.

Meskipun begitu, menjadi lender adalah suatu keputusan bijak mengingat investasi ini termasuk salah satu yang mudah diprediksi dan imbal hasilnya cukup menjanjikan. Selain itu, ada beberapa keuntungan menjadi lender dan memutuskan untuk terjun ke dunia peer to peer lending.

Keuntungan Menjadi Lender

1. Bisa Diawali dengan Modal Minim

Tidak seperti bentuk investasi lain, menjadi lender bisa dimulai dengan modal kecil. Jadi siapapun bisa menjadi pemberi pinjaman dan berkesempatan memperoleh keuntungan dari modal yang dimiliki. Beberapa aplikasi P2P lending bahkan ada yang mengizinkan kita menjadi lender dengan modal Rp100.000 saja.

2. Imbal Hasil Menguntungkan

Dana yang dipinjamkan kepada aplikasi P2P lending biasanya akan memperoleh bunga cukup tinggi, yaitu sekitar 6% – 7%. Jadi setiap bulan, secara otomatis kita akan memperoleh imbal hasil dari investasi yang dilakukan, dan dikirimkan langsung melalui virtual account sesuai masa tenor yang dipilih sebelumnya selesai.

3. Setiap Proses Dilakukan Secara Online

Mulai dari pendaftaran menjadi lender, pengisian data pribadi, hingga melengkapi dokumen pendukung bisa dilakukan oleh pemberi pinjaman secara online. Selama kita memiliki gadget dan koneksi internet memadai, menjadi lender adalah sesuatu yang bisa dilakukan di mana dan kapan saja.

Selain itu, kita juga akan memperoleh fasilitas khusus sehingga bisa bebas menentukan borrower yang berhak menerima pinjaman. Berkat fasilitas ini, kita bisa mengukur risiko dan memastikan bahwa pinjaman yang diberikan bisa menghasilkan keuntungan.

Baca juga: 7 Alasan Mengapa Akseleran Adalah P2P Lending Terbaik!

Tips Menjadi Lender

Seperti halnya bentuk investasi lain, menjadi lender cukup berisiko. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, berikut beberapa tips menjadi lender:

1. Pilih Platform Terpercaya dan Profesional

Indikasi sebuah platform terpercaya serta profesional bisa dilihat dari apakah mereka telah mengantongi izin resmi dari OJK atau tidak. Untuk memastikannya, kita bisa mengecek situs resmi OJK dan mendapatkan daftar nama platform fintech legal dan ilegal yang ada di Indonesia. Langkah ini perlu dilakukan agar setiap risiko bisa diminimalisasi, dan potensi mengalami kerugian pun lebih kecil.

2. Pilih yang Berani Memberikan Proteksi

Sebagai lender kita punya kuasa untuk memilih platform dengan layanan sesuai kebutuhan. Jadi kalau bisa, pilih platform fintech yang berani memberikan jaminan proteksi terhadap dana yang diinvestasikan. Mengingat risiko gagal bayar oleh borrower sangat mungkin terjadi, risiko kehilangan uang dalam jumlah besar bisa dihindari dengan upaya ini.

3. Bijak dalam Memilih Peminjam

Mengingat menjadi lender adalah pilihan yang berisiko, sebaiknya kita berhati-hati dalam memilih peminjam. Platform P2P lending biasanya telah menyediakan informasi tentang profil, tujuan pinjaman, dan tenor yang dipilih borrower. Pastikan dari informasi tersebut kita yakin, bahwa menginvestasikan uang untuk dipinjamkan pada borrower benar-benar menguntungkan.

Bagaimana, tertarik menjadi lender? Pada dasarnya setiap investasi pasti memiliki risiko, begitu pula menjadi lender. Hal terpenting, kita tahu seberapa besar risiko tersebut dan memiliki cukup informasi untuk memastikan bahwa dana yang diinvestasikan benar-benar akan mendatangkan keuntungan.Itulah ulasan tentang bagaimana lender adalah sebuah bentuk investasi menarik di era digital. Semoga bermanfaat.

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja.

BLOG100

Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]